Anak usaha Pelindo II resmi melantai di bursa saham, kantongi dana Rp 461 miliar

Jumat, 22 Desember 2017 13:45 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Anak usaha Pelindo II resmi melantai di bursa saham, kantongi dana Rp 461 miliar Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Jasa Armada Indonesia, Tbk (JAI), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) (IPC) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang tercatat dengan kode saham 'IPCM' ini melepas 1,21 miliar lembar saham baru atau setara dengan 23 persen dari modal ditempatkan dan disetor. PT Jasa Armada Indonesia Tbk resmi menjadi emiten ke-36 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017.

Setelah masa penawaran yang berlangsung pada tanggal 18-19 Desember 2017, harga IPO saham JAI ditetapkan sebesar Fip 380 per Iembar saham, sehingga JAI memperoleh dana sekitar Rp 461,89 miliar dari hasil IPO ini. Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters/JLU). Sedangkan PT FIHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi (underwriter).

Perseroan berencana untuk menggunakan 90 persen dari hasil IPO untuk membiayai belanja modai (capital expenditure). Sisanya 10 persen untuk modal kerja (working capital). Selain untuk keperluan ekspansi, lPO juga akan membuat JAI lebih profesional dan transparan.

"Seluruh proses lPO kami serahkan sepenuhnya kepada PT Jasa Armada Indonesia Tbk. Maka, kami berharap dengan adanya momentum IPO ini menjadi langkah yang baru bagi Jasa Armada Indonesia Tbk untuk terus menumbuhkembangkan Perusahaan. Kami bangga bahwa PT Jasa Armada Indonesia Tbk sudah secara resmi tercatat di bursa dan sahamnya dapat dimiliki oleh publik," ungkap Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) Elvyn G. Masassya, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

JAI bergerak di bidang Pemanduan dan Penundaan Kapal di Pelabuhan Milik Negara Terminal Swasta (T UKS) dan Terminal Khusus Lepas Pantai (Oil & Gas Ship-ta Ship/STS). Di bidang usaha sejenis, JAI adalah perusahaan pertama melakukan IPO.

Sesuai peraturan perundang-undangan, di Perairan Wajib Pandu setiap kapal yang berbobot 500 GT ke atas yang akan sandar dan bertolak dari dermaga wajib dipandu dan ditunda. Ketentuan tersebut juga berlaku di seluruh dunia, di bawah konvensi International Maritime Organization (IMO). Hal ini sangat panting untuk menjaga keselamatan keamanan, perlindungan lingkungan dan kelancaran lalu lintas dl perairan, pelabuhan dan terminal.

JAI adalah perusahaan Pemanduan dan Penundaan terbesar di Indonesia, mengelola total 72 kapal tunda. JAI menangani sekitar 50.000 Icmimgan kapal per-tahun di wilayah IPC dengan zero accident. JAI juga merupakan perusahaan pemanduan dan penundaan kapal yang memiliki tingkat profitabilitas paling tinggi. DaIam tiga tahun terakhir, rata-rata marjin laba bersih sebesar 19,4 persen.

Daya tarik utama JAI sebagai pilihan investasi adalah captive market, di mana JAI adaIah satu-satunya penyedia kapal pandu dan tunda di wilayah kerja IPC yang merupakan sentra perputaran uang di Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Priok yang menangani sekitar 65 persen ekspor impor petikemas Indonesia. JAI beroperasi di 11 cabang Peiindo II (II puIau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Adapun prospek pengembangan captive market sangat tinggi, di mana IPC memiliki beberapa proyek yang dikategorikan sebagai Proyek-proyek Strategis Nasionai berdasarkan Keppres, antara lain Pelabuhan New Priok (Kalibaru), Kijing, Sorong, dan Cikarang-Bekasi Laut. IPC telah memperoleh pendanaan untuk biaya pembangunan tersebut sekitar Rp 23 triliun melalui pasar modal. Hal ini merupakan captive growth bagi JAI.

Di samping beroperasi di pelabuhan Pelindo II, JAI juga menangani terminal Industri swasta (TUKS). Saat ini berhasil memperoleh sekitar 60 persen market share. Pasar Iain yang dikembangkan adalah Terminal Khusus Lepas Pantai di mana JAI telah memperoleh pelimpahan kewenangan di Perairan Pandu Luar Biasa tersebut. [idr]

Baca juga:
Kembangkan 11 proyek strategis, Pelindo III siapkan belanja modal Rp 11,6 triliun
Pelindo III gandeng investor China garap kawasan reklamasi di Surabaya
Ini strategi Pelindo III bantu BUMN yang merugi
Oktober 2017, Pelindo III catatkan laba bersih Rp 1,67 triliun
Incar dana Rp 2 T, anak usaha Pelindo II bakal IPO di Desember 2017

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bursa Saham
  3. PT Pelindo
  4. IPO
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini