Tingkat hunian hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mencapai 83 persen pada awal Desember 2025. Peningkatan signifikan ini terjadi berkat adanya ajang lari yang sukses digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika. Data ini menunjukkan dampak positif kegiatan sport tourism terhadap sektor akomodasi di kawasan tersebut.
Pejabat Pengganti Sementara (PGS) General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa lonjakan okupansi ini membuktikan efektivitas aktivasi sport tourism dalam menggerakkan roda pariwisata. Ia menegaskan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah ajang olahraga, tetapi juga mampu mengaktifkan ekosistem ekonomi kawasan secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan visi pengembangan Mandalika sebagai destinasi sportstainment.
Kenaikan okupansi hotel ini secara langsung memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor pendukung, termasuk akomodasi, transportasi, dan layanan lainnya. Kolaborasi program serta penyelenggaraan ajang berkelanjutan diharapkan akan terus memperkuat potensi pariwisata di Mandalika. Ajang seperti Korpri Fun Night Run 2025 menjadi contoh konkret bagaimana event olahraga mampu menarik wisatawan dan mengisi kamar hotel.
Advertisement
Advertisement
Ajang Korpri Fun Night Run 2025 terbukti menjadi pendorong utama peningkatan okupansi hotel di Mandalika. Lonjakan hunian terjadi pada akhir pekan pelaksanaan ajang lari tersebut, menunjukkan daya tarik sport tourism. Kegiatan ini secara langsung memberikan keuntungan bagi penyedia akomodasi di sekitar sirkuit. Ini memperkuat argumen bahwa event olahraga besar memiliki multiplier effect pada ekonomi lokal.
Hampir seluruh hotel yang beroperasi di The Mandalika merasakan dampak positif ini. Raja Hotel mencatat tingkat hunian mencapai 96 persen, sementara Montana mencapai 95 persen. Hotel lainnya seperti Bale Seccha, JM Hotel, Novotel, dan Pullman Hotel juga mengalami peningkatan signifikan. Total 649 kamar terjual selama periode puncak ajang tersebut.
Agus Setiawan menyoroti bahwa lonjakan okupansi pada periode puncak ajang itu menjadi indikator kuat bahwa penyelenggaraan kegiatan sport tourism mampu menggerakkan industri pariwisata dan akomodasi secara langsung. Pada 6 Desember 2025, okupansi berada di kisaran 51,3 persen, kemudian turun menjadi 32 persen pada 7 Desember 2025. Pola ini mencerminkan karakteristik umum kegiatan berskala besar yang terbukti memberi dorongan kuat pada permintaan akomodasi di hari pelaksanaan.
Advertisement
Advertisement
Selain sektor akomodasi, ajang Korpri Fun Night Run 2025 juga turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Sebanyak 25 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dari Lombok Tengah dan Mataram terlibat dalam kegiatan ini. Mereka menyediakan berbagai produk kuliner dan suvenir, memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.
Keterlibatan UMKM ini menunjukkan komitmen ITDC untuk memberdayakan ekonomi komunitas sekitar Mandalika. Ini bukan hanya tentang event besar, tetapi juga tentang menciptakan peluang bagi pelaku usaha kecil. Dampak ekonomi yang meluas ini menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan event di KEK Mandalika. Inisiatif ini mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Agus Setiawan menyatakan optimisme bahwa peningkatan aktivitas sport tourism akan semakin memperkuat posisi The Mandalika. Kawasan ini diyakini akan menjadi "The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination". Dengan infrastruktur berstandar internasional dan kapasitas akomodasi yang terus berkembang, The Mandalika semakin siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event olahraga dan gaya hidup berskala nasional maupun dunia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews