Seorang wanita pria (waria) bernama Cindy Pamela membagikan kisah hidupnya yang membuat banyak orang tersentuh.
Waria yang berasal dari Sumatera Utara tersebut mengaku memilih menjadi waria karena pergolakan batin yang dialaminya sejak kecil.
Alih-alih merasa lebih tenang, waria yang memiliki nama asli Jackson tersebut justru merasa 'dibuang' oleh keluarga dan masyarakat.
Ceritanya pun sempat diunggah oleh akun YouTube KI SANA TV beberapa waktu lalu. Seperti apa ulasan selengkapnya? Simak informasi berikut ini.
Advertisement
Cindy mengaku awal mula hasrat ingin menjadi wanita muncul saat usianya masih 10 tahun. Saat itu ia mengaku sering melihat kakaknya dandan sehingga penasaran dan ingin mencoba.
"Kayanya aku mulai menyadari itu di waktu aku semenjak kelas 3-4 SD. Udah timbul (jiwa perempuannya). Mulai umur 10 tahunan."
"Aku suka ngelihat kakak saya kalau lagi pakai bedak, kalau lagi dandan, lagi pegang alat-alat rias ini dah. Aku suka bersembunyi make di dalam kamar. Suka nyoba-nyoba aja tapi ngumpet," kata Cindy.
Selain kebiasaan itu, Cindy mengaku tidak pernah memiliki jiwa laki-laki semasa kecil. Bahkan ia justru lebih nyaman bermain dan memilih permainan dengan anak perempuan seusianya.
"Ya dibilang perasaan saya gitu ya kok saya gak bisa kaya cowok-cowok lain gitu. Ibarat kata temen-temen saya main bola, saya gak masuk gitu. Saya jadinya kaya ikut ke permainan wanita kaya main karet, kaya udah kebawa permainan kaya kewanita-wanitaan. Udah dari batin dari diri saya sendiri, sudah ada kewanita-wanitaan," jelasnya.
Advertisement
Masalah berlanjut saat ia mendapat banyak tentangan dari masyarakat terutama keluarganya.
Meski mengaku hubungannya masih baik-baik saja, namun ia tak menampik jika anggota keluarganya sangat menentang keputusannya menjadi seorang waria.
"Keluarga sih ya dari kecil mungkin udah tau lah. Cuma mungkin bisa kaget pas menemukan saya berpakaian wanita kaya begini ya, ada yang merasa bersedih tapi orang itu masih memberikan nasihat. Cuma di pihak lain, sayanya udah gak bisa lagi berubah, kaya abang-abang gitu ya biar saja lah mungkin suatu saat kalau dia berubah sendiri."
"Abang-abang saya itu udah capek memberikan nasihat. Saya juga ya pengen tapi mau gimana lagi, saudara juga udah menerima apa adanya. Apalagi aku udah jauh dari keluarga. Mereka juga berharap bisa kembali, tapi dari saya juga ada rasa malu, minder, jadi ya udah biarkanlah. Nanti waktu yang menentukan," ucapnya.
Waktu berlalu dan ia mengatakan bahwa beberapa orang mulai menerimanya sebagai waria. Bahkan tak jarang yang memberikan bantuan usaha untuknya jika mau merubah diri.
"Kalau menurut saya semuanya masih menerima. Malah orang itu masih mendukung berat. Kadang orang kaya daripada begini udah kalau kamu mau berubah aku jadi usaha, yang penting kamu jangan begini. Sebenarnya mau cuma ya berat banget mau menerimanya," kata Cindy.
Advertisement
Cindy sejatinya saat ini hidup sebatang kara. Ia memilih hidup di jalanan tanpa keluarga satupun.
Terkadang ia memiliki rasa untuk kembali lagi ke keluarga. Bahkan ia pernah dibawa pulang sang kakak untuk berubah, namun ia justru mendapat penolakan keras dari sang adik.
"Ada adik saya satu ini kaya gak menerima, biarkan aja dia begitu. Aku merasa bersedih, akupun bukan karena kemauanku begini ya, cuma orang itu gak tahu apa yang ada di dalem diri saya ini ya," kata Cindy.
Dirinya juga mengaku sering merasa iri jika melihat orang lain berkumpul dengan keluarganya. Ia pun berharap suatu saat bisa kembali merasakan hangatnya kumpul keluarga.
"Aku juga pengen berubah sebenarnya, gak mau selamanya begini ya. Apalagi udah lama gak ngumpul sama keluarga. Kadang kalau liat orang berkumpul sama keluarga itu suka nangis. Kapan saya bisa bahagia, bisa berkumpul sama keluarga. Ya mudah-mudahan ada jalan bisa mempertemukan kelurga," sambungnya.
Advertisement
Merubah diri menjadi salah satu harapan yang ingin ia lakukan di masa depan. Namun ia sadar bukan hal yang mudah untuk meraih harapan tersebut.
"Saya pengen tapi gimana ya, hidup itu gak bakalan bisa diulang lagi. Pada intinya saya mudah-mudahan pengen bisa hidup yang lebih berbeda lagi. Mudah-mudahan saya bisa adalah kegiatan yang bisa menggantikan pekerjaan saya ini," kata Cindy.
Satu mimpi yang terucap dari mulutnya adalah ingin membahagiakan kedua orang tua yang kini telah tiada.
Sadar hal tersebut sudah mustahil dicapai, ia berjanji akan merenovasi makam kedua orang tuanya jika diberi kesempatan untuk kembali ke rumah.
"Pengen membahagiakan orang tua, tapi orang tua udah keduluan pergi. Saya belum sempat menpai cita-cita itu. Karena orang itu hidup saya belum sukses. Ya namanya hidup begini ya. Ya itu satu-satunya keinginan saya ingin pulang mau membangun membenahi kuburan orang tua saya di kampung," jelasnya.
Cindy juga memiliki keinginan agar para waria bisa diperhatikan lebih oleh pemerintah. Bahkan ia tak menutup diri jika akan berubah apabila diberi kesempatan untuk bekerja dengan lebih layak.
"Ibarat kata diciptakan satu buah lapangan pekerjaan, atau ada orang yang mempekerjakan kita ya bisa jadi kita bisa berubah. Ya karena gak ada pekerjaan yang diberikan dari pemerintah kan ya namanya waria susah ya cari pekerjaan. Mudah-mudahan ada yang mau menolong," pungkasnya.