Salut, Demi Biaya Kuliah Mahasiswa Asal Papua ini Jualan Roti Bakar di Pinggir Jalan 'Tuhan Ciptakan Ada Tangan dan Pikiran

Kisah mahasiswa Papua pilih berjualan roti bakar untuk menambah pemasukan.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Salut, Demi Biaya Kuliah Mahasiswa Asal Papua ini Jualan Roti Bakar di Pinggir Jalan 'Tuhan Ciptakan Ada Tangan dan Pikiran
Kisah Mahasiswa Papua Jualan Roti Bakar (Youtube : Liputan6)

Kisah inspiratif datang dari seorang mahasiswa Universitas Cendrawasih bernama Wilson. Di sela-sela kesibukannya, dia mencoba peruntungan berjualan roti bakar untuk menambah pemasukan.

Setiap sore, Wilson mulai merapikan gerobak jualannya yang berlokasi di Jalan Cikombong, Kota Jayapura, Papua. Semua dilakukannya sendiri, mulai dari memasang lampu hingga menyiapkan bahan-bahan jualannya.

Melansir dari kanal Youtube Liputan6, Jumat (23/5/2025), disebutkan jika mahasiswa asal Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah itu sudah berjualan roti bakar selama tiga bulan. Awalnya, dia mengaku pernah bekerja dengan sang kakak. Dari situlah ia mulai terinspirasi untuk berjualan sendiri.

"Kita kerja dengan kakak laki-laki, kakak Nelson, dari Rotbak Kompak yang ada di Wayena. Pas berada di lingkungan itu, jadi saya merasa terbawa hati, terinspirasi lihat orang Papua," kata Wilson.

Wilson kemudian memulai usaha berjualan roti bakar bersama kakaknya. Saat ini, dia dan saudaranya disebut sudah memiliki dua cabang.

"Jadi puji Tuhan, kita punya usaha ini, sudah berjalan ada dua, satunya di Kota Raja Dalam, satunya di Kota Raja Luar," ungkapnya.

Sebenarnya, usaha roti bakar yang dibangun Wilson sudah dimulai sejak Juni 2024. Namun, pada saat itu hasilnya belum memuaskan, sehingga Wilson harus berpindah tempat berjualan. Sekarang, Wilson bisa menjual 40 roti per hari.

Dalam video, Wilson juga sempat memberikan motivasi untuk anak-anak muda yang ingin mulai berbisnis. Mahasiswa semester 4 Prodi Ilmu Pemerintahan itu berharap, kisahkan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Papua.

"Buat teman-teman yang mau menjalankan usaha tetap semangat. Jadi, jangan kita mau kalah dari pendatang, kita juga bisa. Tuhan ciptakan kita, punya tangan, kita punya pikiran, dan kita datang sebagai sini juga, terinspirasi juga buat kalian juga di tanah Papua ini," ungkapnya.

Dalam keterangan, diketahui jika Wilson biasa menjual satu roti bakar dengan harga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu tergantung isi toping yang dipilih pembeli. Maka dalam satu hari, omzetnya mencapai Rp400 ribu hingga Rp600 ribu jika setiap harinya terjual 20 roti.

Rekomendasi