Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah resmi mengirimkan sejumlah anak yang bermasalah ke barak militer. Tak hanya mencetuskan ide, sosok pria yang akrab disapa Demul itu bahkan kedapatan terjun langsung menyaksikan kegiatan para remaja di lokasi beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Demul tampak menyapa salah satu remaja wanita. Saat berbincang, terungkap latar belakang hingga dia menyebut tinggal di barak militer justru lebih baik dan nyaman.
Dia mengaku, orang tuanya yang justru membuat dirinya tak nyaman tinggal di rumah sendiri. Seperti apa pengakuannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Belum lama ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias Demul membagikan momen khusus dalam akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 saat dirinya mendatangi lokasi para siswa yang dicap nakal di barak militer. Mengenakan pakaian khasnya berupa atasan hingga bawahan serba putih, Dedi terlihat menyambangi salah satu remaja wanita yang tengah duduk di tengah barisan.
Secara khusus, Dedi bertanya soal alasan si gadis dapat berada di barak militer. Terungkap, minuman alkohol yang seringkali dikonsumsi membuat si gadis terpaksa harus menjalani pendidikan semi militer ala Dedi Mulyadi. Dedi berpesan agar si gadis tersebut berhati-hati memilih masa depannya sendiri.
“Kamu hati-hati loh, cantik. Tinggal diskincare sedikit cantik banget. Mau jadi anak baik?” kata Dedi.
“Mau,” tegas si remaja wanita.
“Nanti kalau sudah punya anak, mau anaknya peminum juga?” tanya Dedi.
“Siap, tidak mau. Jadi anak salih, baik,” jawabnya.
Advertisement
Secara mengejutkan saat Dedi bertanya soal kenyamanan, si gadis tersebut justru memberi jawaban tak terduga. Alih-alih mengeluh, si gadis tersebut justru mengaku jika dia begitu nyaman tinggal di barak militer.
“Nyaman banget,” jawabnya.
“Kenapa nyaman pakai ‘banget’?” tanya Dedi.
Setelah ditelusuri Dedi, terungkap jika kondisi rumahnya justru sebaliknya. Orangtua si gadis seringkali bertengkar hingga membuat situasi rumah disebutnya ‘berisik’.
“Nyaman daripada di rumah. Ibu bertengkar terus sama papa, berisik,” ceritanya.
Menanggapi hal ini, Dedi sempat tersentak. Dia lantas berjanji bakal memanggil ibunya agar diberi arahan mendalam.
“Nanti ibunya mau saya panggil ya, jangan bertengkar terus,” tegas Dedi.
Dalam kesempatan itu pula, Dedi turut menyinggung soal rencananya mengenai sekolah khusus bagi anak-anak remaja yang bermasalah. Menanggapi hal ini, si gadis mengaku jika dia siap menjadi bagian di dalamnya.
“Nanti kalau saya bikin sekolah khusus buat anak-anak yang diarahkan jadi polisi, kowad, dan semacamnya kamu mau?” tanyanya.
“Siap, mau,” tegasnya.
Advertisement
Melihat realitas kehidupan dari si gadis membuat banyak warganet merasa tersentuh. Tak sedikit yang lantas memberi dukungan kepada Demul hingga menuliskan doa terbaik bagi si remaja.
“Ternyata banyak anak istimewa ya yang harus dibina. Terima kasihh pak dedi kebijakannya,” tulis akun @siska.humaira
“Asli keren.. 🔥🔥❤️,” tulis akun @agung_krevito
“Mau nangis waktu si adek bilang di rumahnya berisik. Insyaa Allah ke depan kamu akan sukses ya Dek❤️,” tulis akun @dza_nature
“Selamatkan ya Alloh, pertemukan anak cantik ini dengan takdir-takdir yang baik dan jauhkan dari takdir-takdir yang buruk,” tulis akun @gilangpambudhi
“Keren sih programnya, progresnya nyata untuk mental lebih baik. 👏🏼👏🏼,” tulis akun @derissgkma
Advertisement
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan agar siswa nakal bisa dikirim mengikuti pelatihan disiplin karakter di Barak TNI/Polri. Melansir dari Liputan6, Dedi berujar jika mungkin saja para siswa bakal mewujudkan pembentukan karakter selama 6 bulan hingga setahun.
“Bisa 6 bulan, bisa setahun,” kata Gubernur Jabar, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Dedi Mulyadi membeberkan kategori siswa nakal yang akan dikirim ke barak militer, di antaranya pernah terlibat tawuran, mabuk-mabukan, hingga kecanduan game online.
"Tukang tawuran, tukang mabuk, tukang main mobile legenda. Yang kalau malam kemudian tidurnya tidak mau. Melawan, melakukan pengancaman. Di sekolahnya bikin ribut. Bolos terus. Dari rumah berangkat ke sekolah, ke sekolah enggak sampai," jelasnya.
Selama menjalani pendidikan disiplin karakter di TNI/Polri, para siswa disebutnya tetap bisa belajar di ruangan khusus di kawasan kompleks militer. Dia juga mengatakan, guru sekolah dari siswa berasal akan didatangkan untuk sekadar menengok.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sendiri mengaku belum mendapat laporan khusus dari Dedi mengenai hal demikian. Mu'ti menyebut, dirinya baru mendengar usulan Dedi Mulyadi tersebut melalui media saja.