9 Cara Membersihkan Tungku Kompor yang Berkerak agar Api Tetap Menyala dengan Baik

Temukan beberapa cara membersihkan tungku kompor yang berkerak agar api tetap menyala dengan baik, mudah dan praktis.

Silvia Estefina Subitmele
9 Cara Membersihkan Tungku Kompor yang Berkerak agar Api Tetap Menyala dengan Baik
Ilustrasi seseorang membersihkan kompor yang berkerak (copyright Freepik)

Kompor menjadi peralatan penting bagi aktivitas memasak setiap hari. Pemakaian rutin sering meninggalkan noda minyak, cipratan kuah, sisa bumbu, sampai kerak hitam pada bagian tungku. Kondisi tersebut membuat permukaan kompor tampak kusam dan mengganggu kenyamanan saat memasak. Memahami cara membersihkan tungku kompor yang berkerak agar api tetap menyala dengan baik membantu menjaga kebersihan area dapur.

Membersihkan tungku tidak selalu membutuhkan produk khusus berharga mahal. Air hangat, sabun cuci piring, baking soda, spons dan sikat kecil sudah bisa membantu mengatasi banyak noda membandel. Proses perendaman juga membuat kerak lebih lunak sebelum tahap penggosokan. Melalui cara membersihkan tungku kompor yang berkerak agar api tetap menyala dengan baik, pekerjaan membersihkan kompor bisa terasa lebih praktis.

Kondisi tungku bersih membuat tampilan kompor lebih rapi dan memudahkan penghuni memantau bentuk nyala api. Perawatan rutin juga membantu mengurangi penumpukan sisa makanan pada area burner. Setiap proses pembersihan perlu dilakukan saat kompor sudah dingin, lalu seluruh komponen harus dikeringkan sebelum dipasang kembali. Mengetahui cara membersihkan tungku kompor yang berkerak agar api tetap menyala dengan baik menjadi bagian penting dari perawatan kompor di rumah.

Berikut ulasan lengkap yang Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Apakah Kerak Bisa Membuat Api Kompor Tidak Stabil?

Ilustrasi kompor kotor dan berkerak (Image by Gemini AI)
Ilustrasi kompor kotor dan berkerak (Image by Gemini AI)

Kerak dan kotoran di sekitar burner berpotensi mengganggu distribusi api. Lubang api pada burner perlu berada dalam kondisi bersih agar gas dapat keluar melalui jalur tersebut secara merata. Jika beberapa lubang tertutup sisa makanan atau kerak, api dapat menyebar tidak merata. Gejalanya bisa berupa api kecil pada sebagian sisi, nyala api tidak simetris, atau pembakaran terasa kurang optimal.

Meski demikian, api kompor kecil tidak selalu disebabkan oleh tungku kotor. Regulator, selang gas, tekanan gas, posisi burner, atau komponen internal kompor juga dapat menjadi penyebab. Jika setelah tungku dibersihkan api tetap bermasalah, sebaiknya jangan membongkar bagian saluran gas secara sembarangan. Pemeriksaan oleh teknisi lebih aman untuk kondisi tersebut.

Bahan yang Dibutuhkan untuk Membersihkan Tungku Kompor

Sebelum mulai membersihkan, siapkan beberapa perlengkapan sederhana. Bahan dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kekotoran tungku.

Beberapa perlengkapan utama meliputi:

  • Air hangat
  • Sabun cuci piring
  • Baking soda
  • Cuka putih
  • Spons
  • Sikat kecil
  • Sikat gigi bekas
  • Kain microfiber atau lap bersih
  • Sarung tangan karet
  • Wadah untuk merendam tungku
  • Untuk kerak ringan, air hangat dan sabun cuci piring biasanya sudah cukup.

Cuka putih dapat membantu melonggarkan sebagian kotoran, tetapi penggunaannya sebaiknya tidak dicampur sembarangan bersama bahan pembersih lain. Hindari mencampurkan cuka dengan pemutih atau cairan pembersih berbahan kimia lain.

Cara Membersihkan Tungku Kompor yang Berkerak

Mengapa Api Kompor Gas Berubah Jadi Merah? Begini Cara Memperbaikinya
Ilustrasi api kompor. (Foto: Freepik)

1. Matikan Kompor dan Pastikan Kondisinya Dingin

Langkah pertama dalam membersihkan tungku kompor ialah memastikan kompor sudah benar-benar mati dan tidak lagi dalam kondisi panas. Jangan terburu-buru menyentuh tungku, burner, atau tatakan setelah selesai memasak. Berikan waktu sampai seluruh permukaan turun suhunya agar proses pembersihan dapat dilakukan secara aman.

Jika kompor menggunakan gas LPG, pastikan seluruh knop berada pada posisi mati. Untuk pembersihan lebih menyeluruh, suplai gas dapat ditutup terlebih dahulu mengikuti petunjuk penggunaan kompor. Langkah tersebut membantu mengurangi risiko munculnya api atau aliran gas saat komponen sedang dibersihkan.

Pastikan area sekitar kompor juga aman sebelum mulai bekerja. Jauhkan kain, tisu, minyak, atau benda mudah terbakar dari area pembersihan. Jangan membersihkan tungku ketika masih terdapat api terbuka di dekat kompor.

Selain mencegah luka bakar, menunggu kompor dingin juga membuat proses pembersihan lebih nyaman. Air atau cairan pembersih sebaiknya tidak langsung mengenai permukaan yang masih sangat panas sebab perubahan suhu secara mendadak dapat berisiko memengaruhi material tertentu.

2. Lepaskan Tungku dan Burner yang Bisa Dilepas

Setelah kompor dingin, lepaskan tatakan, tungku, atau burner secara perlahan apabila komponen tersebut memang dirancang untuk dilepas. Setiap model kompor mempunyai konstruksi berbeda. Ada produk yang memungkinkan burner diangkat secara langsung, sementara model lain memiliki bagian tertentu dalam posisi tetap.

Jangan memaksa komponen apabila terasa sulit dilepas. Tarikan atau tekanan berlebihan dapat membuat dudukan berubah posisi, bagian tertentu patah, atau komponen mengalami kerusakan. Jika merasa kurang yakin, periksa buku petunjuk produk untuk mengetahui bagian mana saja boleh dilepas.

Setelah dilepas, letakkan setiap komponen pada tempat datar dan aman. Hindari menumpuk komponen secara sembarangan agar tidak tergores atau terjatuh.

Pada tahap ini, perhatikan pula kondisi burner. Amati apakah terdapat kerak tebal, sisa makanan, minyak gosong, atau kotoran di sekitar lubang api. Pemeriksaan awal dapat membantu menentukan metode pembersihan paling sesuai.

3. Rendam Tungku dalam Air Hangat

Masukkan tungku atau tatakan kompor ke dalam wadah berisi air hangat. Tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring, lalu rendam selama kurang lebih 15–30 menit. Air hangat membantu melunakkan lapisan minyak dan sisa makanan kering sehingga kerak tidak terlalu sulit diangkat.

Perendaman menjadi cara sederhana untuk mengurangi kebutuhan menggosok permukaan secara keras. Setelah beberapa menit, kerak biasanya mulai melunak dan sebagian kotoran dapat terangkat lebih mudah menggunakan spons.

Untuk kerak sangat tebal, proses perendaman dapat dilakukan lebih lama selama material komponen memungkinkan. Hindari langsung menggunakan air mendidih apabila petunjuk produsen tidak merekomendasikannya. Suhu air cukup hangat untuk membantu meluruhkan minyak tanpa memberikan perubahan suhu ekstrem pada komponen.

Setelah direndam, periksa kembali permukaan tungku. Jika kerak masih keras, jangan langsung mengeroknya menggunakan benda tajam. Lanjutkan proses pelunakan atau gunakan bahan pembersih ringan sesuai jenis material tungku.

 

Ilustrasi Membersihkan Kompor
Ilustrasi Membersihkan Kompor. (Image by Gemini AI)

4. Gunakan Baking Soda untuk Kerak Membandel

Baking soda dapat digunakan sebagai alternatif sederhana untuk membantu membersihkan kerak membandel. Taburkan baking soda secukupnya pada bagian tungku yang masih terdapat noda, kemudian tambahkan sedikit air sampai membentuk pasta.

Oleskan pasta tersebut secara merata pada area berkerak. Diamkan selama beberapa menit agar bahan bekerja melonggarkan kotoran. Setelah itu, gosok perlahan menggunakan spons atau sikat kecil.

Baking soda memiliki tekstur abrasif ringan sehingga dapat membantu mengangkat lapisan kotoran tanpa harus memberikan tekanan terlalu kuat. Metode ini terutama berguna untuk noda minyak gosong atau sisa makanan kering.

Tetap perhatikan material tungku sebelum menggunakan baking soda. Pada permukaan tertentu, penggunaan bahan abrasif secara berlebihan dapat menimbulkan goresan. Jika terdapat lapisan khusus pada komponen, ikuti petunjuk perawatan dari produsen.

5. Sikat Bagian Sudut dan Celah

Bagian sudut, celah, dan area sempit pada tungku sering luput saat dibersihkan. Padahal, bagian tersebut dapat menjadi tempat berkumpulnya minyak, remah makanan, bubuk bumbu, dan sisa masakan.

Gunakan sikat kecil atau sikat gigi bekas untuk menjangkau area sempit. Gosok secara perlahan menggunakan gerakan berulang sampai kotoran terangkat. Bila terdapat kerak sangat keras, basahi kembali area tersebut agar permukaannya lebih lunak.

Pada burner, berikan perhatian khusus pada lubang api. Pastikan tidak ada sisa makanan atau kotoran menutupi jalur keluarnya gas. Lubang burner harus tetap memiliki bentuk serta ukuran sesuai rancangan asli kompor.

Hindari menusuk lubang burner menggunakan jarum, peniti, kawat, atau benda tajam lain apabila produsen tidak menganjurkannya. Tindakan tersebut berisiko mengubah ukuran lubang dan dapat memengaruhi distribusi gas serta bentuk api.

Jika kotoran sulit keluar, gunakan metode pembersihan sesuai panduan produk. Jangan mengikis permukaan secara agresif hanya demi menghilangkan satu noda membandel.

6. Bilas Sampai Tidak Ada Sisa Sabun

Setelah kerak dan kotoran berhasil diangkat, bilas komponen menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada sisa sabun, baking soda, atau kotoran menempel pada permukaan.

Pembilasan perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian berlekuk dan celah kecil. Sisa bahan pembersih sebaiknya tidak dibiarkan menempel sebelum komponen digunakan kembali.

Gunakan air secukupnya sesuai jenis komponen. Untuk bagian kompor yang tidak boleh terkena banyak air, gunakan kain atau spons lembap sebagai alternatif. Jangan menyiram seluruh badan kompor apabila terdapat pemantik elektronik atau komponen listrik.

Setelah dibilas, periksa permukaan satu kali lagi. Jika masih terlihat kerak, ulangi proses pembersihan pada bagian tersebut daripada menggunakan tekanan berlebihan.

 

Ilustrasi Kompor Gas
Ilustrasi kompor gas (dok. Pixabay.com/ferarcosn/Putu Elmira)

7. Keringkan Tungku Secara Menyeluruh

Pengeringan menjadi tahap penting sebelum tungku dan burner dipasang kembali. Setelah proses pembilasan selesai, lap seluruh bagian menggunakan kain bersih atau microfiber.

Perhatikan bagian celah, lubang, dan permukaan bawah komponen. Air sering tertinggal pada area tersebut meskipun permukaan luarnya sudah terlihat kering.

Biarkan komponen berada di tempat kering sampai benar-benar bebas dari kelembapan. Burner sebaiknya tidak langsung dipasang ketika masih basah sebab sisa air dapat mengganggu proses penyalaan dan membuat api kurang stabil saat kompor pertama kali digunakan.

Pengeringan juga membantu mengurangi risiko munculnya karat pada komponen tertentu. Pastikan seluruh bagian sudah kering sebelum melanjutkan ke tahap pemasangan.

8. Pasang Kembali Komponen Secara Tepat

Setelah semua bagian benar-benar kering, pasang kembali burner dan tungku sesuai posisi semula. Pastikan setiap komponen berada tepat pada dudukannya dan tidak dalam posisi miring.

Perhatikan bentuk serta tanda tertentu pada komponen apabila tersedia. Beberapa burner memiliki posisi khusus agar lubang api dapat mengarah secara tepat pada area pembakaran.

Jangan memaksakan komponen apabila tidak bisa masuk pada tempatnya. Posisi tidak tepat dapat membuat burner tidak stabil dan menyebabkan distribusi api menjadi tidak merata.

Sebelum menyalakan kompor, periksa kembali seluruh bagian. Pastikan tidak ada komponen tertinggal, kain pembersih berada jauh dari kompor, dan permukaan sekitar burner sudah kering.

9. Uji Nyala Api

Tahap terakhir ialah menguji nyala api setelah semua komponen terpasang. Nyalakan kompor secara normal, kemudian amati bentuk dan penyebaran api dari burner.

Dalam kondisi normal, api kompor gas umumnya terlihat biru dan menyebar relatif merata pada lubang burner. Setelah tungku dibersihkan, perhatikan apakah seluruh bagian burner menghasilkan nyala api secara konsisten.

Jika api masih kecil, tersendat, tidak merata, atau hanya muncul pada sebagian lubang, matikan kompor terlebih dahulu. Periksa kembali apakah burner sudah terpasang tepat dan tidak ada sisa air atau kotoran pada bagian tersebut.

Jangan melakukan percobaan berulang apabila muncul bau gas. Jika tercium bau gas, segera matikan sumber gas apabila aman dilakukan, buka ventilasi, dan hindari menyalakan api maupun perangkat listrik. Ikuti prosedur keselamatan sesuai petunjuk penggunaan kompor atau hubungi teknisi profesional.

Apabila tungku sudah bersih, burner kering, dan posisinya tepat tetapi api tetap bermasalah, kemungkinan penyebabnya berada pada bagian lain seperti regulator, selang, tekanan gas, sistem pembakaran, atau komponen internal. Kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh teknisi agar penanganannya tetap aman.

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Tungku Kompor yang Berkerak

Mengapa tungku kompor bisa berkerak?

Kerak biasanya terbentuk dari minyak, sisa makanan, kuah, bumbu, dan lemak. Paparan panas berulang membuat kotoran mengering lalu menempel semakin kuat pada permukaan tungku.

Apakah kerak pada tungku bisa memengaruhi api kompor?

Bisa. Kotoran pada area burner berpotensi menutup sebagian lubang keluarnya gas sehingga distribusi api menjadi kurang merata.

Apa tanda tungku kompor sudah terlalu kotor?

Tanda umum meliputi lapisan hitam atau cokelat tebal, minyak lengket, sisa makanan mengeras, serta lubang burner terlihat tertutup kotoran.

Bahan apa saja untuk membersihkan tungku kompor?

Air hangat, sabun cuci piring, baking soda, spons, sikat kecil, sikat gigi bekas, dan kain bersih dapat digunakan untuk pembersihan dasar.

Rekomendasi