Pewarna makanan memang membuat kue, saus, dan berbagai hidangan terlihat lebih menarik, tetapi warnanya sering meninggalkan bekas pada spatula, cetakan, whisk, atau loyang silikon. Cara menghilangkan noda pewarna makanan pada peralatan masak silikon sebenarnya tidak selalu membutuhkan pembersih khusus. Dengan sabun pencuci piring, air panas, soda kue, atau bahan tertentu, noda yang membandel bisa dikurangi secara bertahap.
Peralatan masak silikon disukai karena lentur, ringan, tidak mudah lengket, dan praktis digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak maupun memanggang. Sayangnya, permukaannya dapat menyimpan sisa minyak sekaligus warna dari bahan makanan, terutama pewarna merah, oranye, kuning, atau makanan dengan pigmen kuat.
Noda tersebut tidak selalu berarti peralatan silikon sudah rusak dan harus dibuang. Pembersihan yang tepat dapat membantu mengangkat sisa pewarna sekaligus lapisan minyak yang membuat noda semakin sulit hilang. Kuncinya adalah menggunakan metode yang cukup kuat untuk membersihkan, tetapi tidak merusak permukaan silikon, Jumat (21/6/2026).
Advertisement
Mengapa pewarna makanan bisa meninggalkan noda pada silikon?
Silikon memiliki karakteristik permukaan yang berbeda dari kaca atau logam. Menurut Tasting Table, molekul dari makanan tertentu dapat masuk ke pori-pori mikroskopis material silikon. Ketika silikon terkena panas, pori-pori tersebut dapat melebar dan memungkinkan sisa warna maupun aroma lebih mudah tertahan. Setelah dingin, sisa tersebut dapat tetap berada di dalam material sehingga noda terlihat lebih sulit dibersihkan.
Kondisi menjadi lebih rumit ketika peralatan digunakan untuk makanan yang mengandung minyak. Sisa minyak dapat membentuk lapisan tipis pada silikon, kemudian menangkap pigmen dari makanan. Akibatnya, meski peralatan sudah dicuci dengan sabun, warna kemerahan atau kekuningan masih tampak.
Karena itu, membersihkan noda pewarna makanan tidak cukup hanya dengan menggosok permukaan secara keras. Lapisan minyak dan sisa makanan perlu dihilangkan terlebih dahulu agar pigmen yang menempel lebih mudah terangkat.
1. Mulai dengan sabun pencuci piring dan air panas
Metode pertama sekaligus yang paling aman untuk dicoba adalah mencuci peralatan silikon menggunakan sabun pencuci piring yang memiliki kemampuan mengangkat lemak.
The Kitchn merekomendasikan kombinasi air panas dan sabun pencuci piring yang mampu memotong lemak sebagai dasar untuk membersihkan silikon. Para ahli yang dikutip The Kitchn juga mengingatkan bahwa proses pencucian mungkin perlu diulang jika terdapat lapisan minyak yang cukup tebal.
Caranya cukup sederhana. Siapkan wadah berisi air panas, kemudian tambahkan sedikit sabun pencuci piring. Masukkan peralatan silikon yang bernoda dan rendam selama sekitar 30 menit. Untuk noda atau lapisan minyak yang lebih berat, waktu perendaman dapat diperpanjang.
Setelah direndam, gunakan spons lembut atau spons nonabrasif untuk membersihkan permukaannya. Berikan perhatian lebih pada bagian berlekuk, sudut cetakan, dan area yang sering terkena adonan atau saus.
Bilas hingga tidak ada sisa sabun, kemudian keringkan dengan kain bersih atau biarkan benar-benar kering sebelum disimpan.
2. Gunakan soda kue untuk noda yang lebih membandel
Jika warna masih terlihat setelah dicuci dengan sabun, soda kue dapat menjadi pilihan berikutnya. Bahan ini juga digunakan dalam sejumlah panduan pembersihan silikon untuk membantu mengatasi lapisan atau sisa yang sulit terangkat.
The Kitchn menyarankan membuat pasta dari soda kue dan air untuk mengatasi lapisan membandel pada silicone bakeware. Pasta tersebut dioleskan pada area bermasalah, dibiarkan mengering, kemudian dicuci kembali menggunakan air panas dan sabun pencuci piring.
Untuk noda pewarna makanan, buat pasta soda kue dengan sedikit air. Oleskan pada area yang berubah warna, lalu diamkan hingga pasta mengering. Setelah itu, basahi permukaan dan gosok perlahan menggunakan spons lembut.
Tidak perlu menggosok terlalu keras. Tujuan penggunaan soda kue adalah membantu proses pembersihan, bukan mengikis permukaan silikon.
Advertisement
3. Coba hidrogen peroksida untuk noda warna yang sulit hilang
Pada peralatan silikon berwarna putih, bening, atau warna terang, noda pewarna makanan yang pekat terkadang membutuhkan langkah tambahan. Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk membantu mengatasi perubahan warna tertentu.
The Kitchn mencatat bahwa hidrogen peroksida dapat membantu menghilangkan noda membandel, termasuk noda dari kunyit dan saus tomat pada peralatan silikon berwarna putih, bening, atau terang. Metodenya adalah merendam peralatan dalam hidrogen peroksida selama sekitar 24 jam, kemudian mencucinya dengan sabun dan air.
Tasting Table juga menyebut penggunaan hidrogen peroksida untuk noda pada peralatan silikon, dengan catatan konsentrasinya tidak lebih dari 3 persen.
Sebelum menggunakan metode ini, pastikan peralatan memang diperuntukkan untuk kontak dengan makanan dan periksa petunjuk dari produsennya. Setelah proses perendaman selesai, bilas peralatan secara menyeluruh dan cuci kembali dengan sabun pencuci piring.
Hidrogen peroksida juga tidak sebaiknya dicampur sembarangan dengan bahan pembersih lain. The Spruce mengingatkan agar hidrogen peroksida tidak dicampur dengan cuka karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan asam perasetat yang berbahaya.
4. Jangan menggunakan spons kasar atau bahan abrasif
Keinginan untuk segera menghilangkan noda terkadang membuat orang memilih spons kawat, sabut kasar, atau pembersih abrasif. Cara tersebut justru sebaiknya dihindari pada peralatan masak silikon.
Menurut The Kitchn, penggunaan bahan abrasif dapat merusak permukaan silikon dan mengurangi sifat nonstick-nya. The Spruce juga menyarankan penggunaan spons nonabrasif serta memperingatkan agar tidak menggunakan alat penggosok yang terlalu kasar.
Permukaan yang rusak atau tergores dapat menjadi lebih sulit dibersihkan karena sisa minyak dan makanan lebih mudah tertahan. Karena itu, jika noda belum hilang dalam sekali proses, lebih baik mengulangi perendaman daripada meningkatkan tekanan saat menggosok.
Sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas yang bersih juga dapat digunakan untuk menjangkau sudut-sudut kecil, terutama pada cetakan silikon dengan banyak lekukan.
5. Pastikan silikon benar-benar bersih dari minyak
Noda pewarna makanan sering terlihat lebih parah ketika peralatan juga memiliki lapisan minyak. Sabun pencuci piring dengan formula pengangkat lemak menjadi penting dalam kondisi ini.
The Spruce menyarankan mencuci silikon setelah setiap pemakaian dan menggunakan sabun pencuci piring yang memiliki kemampuan memotong lemak. Lapisan minyak yang dibiarkan menumpuk dapat membuat permukaan terasa lengket sekaligus menyebabkan sisa makanan lebih mudah menempel.
Setelah dicuci, periksa permukaan silikon dengan menyentuhnya menggunakan jari yang bersih. Jika masih terasa licin atau lengket, ulangi pencucian. Jangan langsung menganggap warna yang tersisa sebagai satu-satunya masalah karena lapisan minyak mungkin masih menempel di permukaan.
Advertisement
6. Manfaatkan panas untuk sisa makanan yang menempel
Apabila noda pewarna makanan muncul bersamaan dengan sisa makanan yang mengeras, panas dapat membantu melonggarkan residu sebelum proses pencucian.
The Kitchn menyebut bahwa silicone bakeware yang memiliki sisa makanan keras dapat dipanaskan dalam oven sekitar 350°F atau 177°C selama kurang lebih 10 menit, kemudian direndam dalam air panas. Namun, metode ini hanya boleh dilakukan jika peralatan tersebut memang dinyatakan aman digunakan dalam oven oleh produsennya.
Setelah dipanaskan, biarkan peralatan cukup aman untuk disentuh, lalu lanjutkan dengan pencucian menggunakan air panas dan sabun. Hindari memasukkan peralatan silikon ke oven hanya berdasarkan perkiraan karena tidak semua produk memiliki ketahanan panas yang sama.
The Kitchn juga mengingatkan dalam panduan penghilangan aroma silikon bahwa pengguna sebaiknya memastikan peralatan benar-benar terbuat dari silikon dan memeriksa label atau petunjuk produk sebelum menggunakan panas.
7. Jangan terburu-buru membuang silikon yang berubah warna
Perubahan warna pada silikon tidak selalu menunjukkan bahwa peralatan tersebut tidak aman digunakan. Beberapa pigmen makanan memang dapat meninggalkan warna yang sulit dikembalikan seperti kondisi semula, terutama pada silikon berwarna putih atau transparan.
Prioritaskan kebersihan permukaan, tidak adanya sisa makanan atau minyak, serta kondisi fisik peralatan. Jika silikon sudah robek, terpotong, retak, atau berlubang, pertimbangkan untuk menggantinya. Tasting Table menyebut bahwa kerusakan pada silikon dapat menciptakan celah yang lebih sulit dibersihkan dan berpotensi menjadi tempat tertahannya sisa makanan.
Dengan demikian, fokus pembersihan bukan sekadar membuat silikon terlihat kembali seperti baru, tetapi memastikan peralatan tetap bersih dan layak digunakan.
Cara mencegah noda pewarna makanan kembali muncul
Mencegah noda biasanya lebih mudah daripada membersihkan noda yang sudah lama menempel. Setelah selesai memasak, sebaiknya jangan membiarkan peralatan silikon terkena sisa saus, adonan, atau pewarna makanan terlalu lama.
Segera cuci dengan sabun pencuci piring dan air panas. Jika terdapat minyak, gunakan sabun yang memang dirancang untuk mengangkat lemak. Peralatan juga harus dikeringkan secara menyeluruh sebelum disimpan.
The Spruce menyarankan agar silicone bakeware dicuci setiap selesai digunakan dan tidak membiarkan minyak menumpuk. Penggunaan cooking spray secara berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat meninggalkan lapisan minyak pada permukaan silikon.
Untuk peralatan yang aman dicuci menggunakan dishwasher, selalu ikuti petunjuk produsen. The Kitchn menyebut bahwa sejumlah produk silikon aman dicuci dengan dishwasher, tetapi pengguna tetap perlu memeriksa keterangan produk dan dapat memilih rak atas ketika instruksi produsen mengizinkannya.
Pada akhirnya, cara menghilangkan noda pewarna makanan pada peralatan masak silikon paling baik dilakukan secara bertahap. Mulailah dari air panas dan sabun pencuci piring, lanjutkan dengan pasta soda kue jika diperlukan, kemudian pertimbangkan hidrogen peroksida 3 persen untuk noda membandel pada silikon berwarna terang. Hindari spons kasar dan jangan mencampurkan bahan pembersih secara sembarangan. Dengan perawatan rutin, peralatan silikon tetap dapat digunakan dalam kondisi bersih meskipun sesekali mengalami perubahan warna akibat bahan makanan.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Membersihkan Noda di Alat Masak
1. Apakah noda pewarna makanan pada silikon bisa hilang sepenuhnya?
Bisa, terutama jika noda masih baru dan belum terlalu meresap. Namun, noda yang sudah lama atau berasal dari pewarna yang sangat pekat dapat meninggalkan perubahan warna permanen meskipun peralatannya sudah dibersihkan dengan baik.
2. Apakah soda kue aman untuk membersihkan peralatan masak silikon?
Soda kue dapat digunakan sebagai bahan pembersih untuk silikon, terutama dalam bentuk pasta dengan air. Gunakan secara lembut dan hindari menggosok terlalu keras agar permukaan silikon tidak rusak.
3. Apakah cuka bisa menghilangkan noda pewarna makanan pada silikon?
Cuka lebih sering digunakan untuk membantu mengatasi residu mineral atau bau pada silikon. Untuk noda warna yang membandel, sumber yang dirujuk dalam artikel ini lebih banyak merekomendasikan soda kue atau hidrogen peroksida. Jangan mencampurkan cuka dengan hidrogen peroksida.
4. Bolehkah menggunakan spons kawat untuk menghilangkan noda silikon?
Sebaiknya tidak. Spons kawat, sabut kasar, dan pembersih abrasif dapat merusak permukaan silikon. Gunakan spons nonabrasif atau sikat berbulu lembut agar permukaannya tetap terjaga.
5. Kapan peralatan masak silikon sebaiknya diganti?
Pertimbangkan mengganti peralatan silikon jika sudah robek, terpotong, berlubang, retak, atau mengalami kerusakan lain yang membuat permukaannya sulit dibersihkan. Perubahan warna saja tidak selalu berarti peralatan harus dibuang selama kondisinya masih baik dan dapat dibersihkan dengan benar.