Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis, Strategi Hemat Energi Berbasis Sains

Kehabisan gas di tengah memasak? Simak trik memasak irit saat LPG hampir habis berbasis sains ini. Mulai dari passive cooking hingga teknik tutup panci yang hemat energi 8x lipat.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan - Reporter
Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis, Strategi Hemat Energi Berbasis Sains
Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis (Foto: Pexels/RDNE)

Trik memasak irit saat LPG hampir habis jadi solusi penting ketika tabung gas di rumah menipis, sementara masakan belum juga selesai. Sekitar 82,78 persen rumah tangga Indonesia masih mengandalkan elpiji sebagai bahan bakar utama dapur, sehingga urusan gas hampir habis di tengah masak jadi hal yang wajar dialami banyak orang.

Sayangnya, sebagian orang justru memilih cara instan yang berisiko, seperti memiringkan atau mengguncang tabung gas demi menyedot sisa cairan LPG. Padahal cara tersebut dapat memicu kebocoran dan membahayakan keselamatan, bukan sekadar mitos dapur biasa.

Untungnya, ada banyak siasat aman dan terbukti efektif untuk membuat tabung gas bertahan lebih lama tanpa mengorbankan rasa masakan. Berikut trik memasak irit saat LPG hampir habis dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Jumat (21/8/2026).

Strategi "Didihkan Lalu Tutup"

Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis
Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis (Foto: Pexels/RDNE)

Saat gas sekarat, jangan biarkan air mendidih berlama-lama tanpa tutup. Segera setelah air mencapai titik didih (100°C), tutup rapat panci dan kecilkan api ke level minimum (simmer). Air di dalam panci tertutup akan mempertahankan suhu didihnya dengan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan panci terbuka dengan api besar.

Efektivitas penggunaan tutup panci ini dikonfirmasi dalam artikel ilmiah berjudul 'How cooking method and practice affects energy consumption' yang dipublikasikan oleh Yale Environment Review (2014). Publikasi dari Yale University tersebut secara spesifik menyatakan bahwa praktik sederhana menutup panci saat memasak dapat memangkas penggunaan energi hingga 8 kali lipat (8-fold reduction) dibandingkan membiarkannya terbuka

Inilah rahasia para chef untuk efisiensi ekstrem, yang sangat berguna sebagai trik memasak irit saat LPG hampir habis. Teknik ini memanfaatkan sisa panas (residual heat) yang tersimpan di air dan alat masak.

Metode Pasta dan Telur Rebus

Anda tidak perlu menyalakan api selama 10 menit penuh untuk merebus pasta atau telur.

Caranya: Didihkan air, masukkan bahan, biarkan mendidih selama 2 menit, lalu matikan kompor dan tutup rapat panci.

Logikanya: Air yang sudah mendidih tidak akan langsung dingin. Dalam panci tertutup, suhu air akan bertahan di atas 80°C selama 10-15 menit, cukup untuk mematangkan pasta hingga al dente atau telur hingga hard boiled tanpa menggunakan gas sama sekali di 8 menit terakhir.

Panci Presto (Pressure Cooker)

Jika Anda memiliki panci presto, gunakanlah. Alat ini bukan hanya soal kecepatan, tapi efisiensi energi murni. Studi menunjukkan penggunaan pressure cooker bisa menghemat energi hingga 70-90% dibandingkan metode rebus biasa.

Tekanan tinggi menaikkan titik didih air hingga sekitar 120°C, yang mematangkan serat daging jauh lebih cepat. Saat gas kritis, presto adalah penyelamat karena durasi penggunaan api sangat singkat.

Metode Haybox untuk Memasak Tanpa Api Tambahan

Mengadopsi metode tradisional Eropa kuno bernama Haybox, kita bisa menciptakan "slow cooker" tanpa listrik dan gas. Ini adalah trik memasak irit saat LPG hampir habis yang paling ampuh untuk masakan berkuah seperti sop, soto, atau bubur.

Cara Kerja:

  1. Masak makanan di atas kompor hingga mendidih benar.
  2. Matikan api.
  3. Segera bungkus panci panas tersebut dengan handuk tebal, selimut, atau masukkan ke dalam kotak gabus (styrofoam) yang padat.
  4. Biarkan selama 1-2 jam.

Isolasi termal dari handuk atau selimut akan menahan panas di dalam panci, melanjutkan proses memasak secara perlahan tanpa api tambahan. Ini sangat efektif untuk mengempukkan daging saat gas benar-benar sudah tidak mau menyala lagi.

Perangkat keras dan cara Anda mengendalikan tombol kompor memiliki dampak besar pada konsumsi bahan bakar.

Hal Berbahaya yang Sebaiknya Dihindari

Ini bagian yang jarang dibahas tuntas di artikel sejenis, padahal justru paling krusial. Saat panik gas mau habis, banyak orang tergoda melakukan cara-cara "kilat" seperti merendam tabung dengan air panas, mengguncang-guncang tabung, atau memiringkannya agar sisa cairan LPG turun ke katup. Sejumlah orang bahkan mencoba merendam tabung gas dalam air dengan asumsi bahwa gas yang membeku lebih cepat habis, padahal cara ini sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan karat pada tabung dan membahayakan keselamatan.

Standar keselamatan LPG juga menegaskan posisi tabung. Tabung gas seharusnya selalu dalam keadaan berdiri, kecuali untuk jenis tangki LPG tertentu yang memang punya sistem penanganan berbeda. Memiringkan tabung 3 kg biasa bisa membuat gas cair yang seharusnya menguap perlahan justru keluar dalam bentuk cair, yang berisiko tinggi memicu kebocoran di sekitar regulator dan selang.

Kementerian ESDM lewat laman resminya juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan seputar pemakaian LPG 3 kg. Kementerian ESDM mencatat bahwa penanganan berbagai insiden terkait material LPG 3 kg, mulai dari tabung, kompor, regulator, hingga selang, memerlukan perhatian serius dari seluruh pengguna di rumah tangga. Jadi, alih-alih mengambil risiko dengan trik berbahaya, lebih baik fokus pada cara memasak yang benar-benar aman dan sudah terbukti hemat.

Atur Besar Api Sesuai Kebutuhan Masakan

Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis
Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis (Foto: Pexels/RDNE)

Salah satu cara paling sederhana namun sering diabaikan adalah mengatur besar api sesuai kebutuhan masakan, bukan asal menyalakan api besar dari awal sampai akhir. Nyala api yang melebar hingga keluar dari dasar panci sebenarnya banyak terbuang percuma ke udara, bukan menghangatkan makanan secara maksimal.

Penelitian soal burner kompor gas LPG yang dilakukan Purwanto, Basuki, dan Rahmayani (2017) dalam Jurnal Reaktor menunjukkan bahwa desain nyala api yang lebih fokus ke permukaan panci mampu mengubah efisiensi termal kompor secara signifikan. Efisiensi termal kompor gas LPG tercatat meningkat dari 42,8 persen menjadi 67,9 persen setelah nyala api dimodifikasi agar lebih terarah ke objek yang dipanaskan. Artinya, semakin fokus panas yang mengenai panci, semakin sedikit gas yang terbuang sia-sia demi hasil masakan yang sama.

Praktiknya di dapur rumahan cukup sederhana: nyalakan api besar hanya di awal untuk memanaskan minyak atau air, lalu kecilkan begitu masakan mulai mendidih atau berubah warna. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menyarankan langkah serupa kepada masyarakat sebagai bagian dari gerakan hemat energi rumah tangga, yaitu memastikan kompor tidak dibiarkan menyala boros setelah masakan matang.

Siasat Peralatan dan Bahan agar Gas Lebih Awet

Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis
Trik Memasak Irit Saat LPG Hampir Habis (Foto: Pexels)

Selain mengatur api, pemilihan alat masak dan cara mengolah bahan juga menentukan seberapa cepat tabung gas terkuras. Menutup panci saat memasak membantu menjaga panas tetap berada dalam wadah, sehingga makanan lebih cepat matang dan penggunaan gas berkurang secara signifikan. Uap yang terperangkap di dalam panci mempercepat proses pematangan tanpa perlu menambah nyala api.

Ukuran panci pun perlu disesuaikan dengan porsi masakan. Memakai peralatan masak yang terlalu besar untuk porsi kecil justru membutuhkan lebih banyak gas untuk memanaskannya, sehingga gas akan lebih cepat terkuras. Untuk bahan yang butuh waktu lama matang seperti kacang-kacangan, umbi, atau daging berlulang, merendam bahan lebih dulu sebelum dimasak juga membantu mempersingkat waktu di atas kompor.

Panci presto jadi andalan banyak orang untuk menghemat gas ketika tabung sudah menipis, terutama untuk bahan keras. Panci presto memanfaatkan tekanan uap tinggi sehingga bisa memangkas waktu memasak daging bertulang dari dua jam menjadi kurang dari satu jam. Semakin singkat waktu memasak, semakin sedikit pula gas yang terpakai untuk satu menu.

Kebiasaan menyiapkan seluruh bahan sebelum kompor dinyalakan juga tidak boleh disepelekan. Kebiasaan memotong atau menyiapkan bahan sambil kompor sudah menyala membuat api menyala lebih lama dan gas terbuang percuma tanpa fungsi memasak yang jelas. Menyiapkan semua bumbu dan bahan lebih dulu membuat proses memasak jadi lebih cepat begitu api dinyalakan.

Susun Urutan Masak Saat Gas Sudah Menipis

Bagian ini yang sering luput dari artikel sejenis: urutan memasak ternyata memengaruhi seberapa jauh sisa gas bisa dimanfaatkan. Saat menyadari gas sudah menipis, dahulukan menu yang butuh waktu masak paling singkat atau cukup dengan api kecil, seperti menumis atau merebus sayuran, sebelum beralih ke menu yang memerlukan waktu lebih lama.

Menggabungkan beberapa menu dalam satu sesi memasak juga membantu menghemat sisa gas yang ada. Dengan panci bertingkat atau kukusan, dua sampai tiga menu bisa matang hampir bersamaan hanya dengan satu kali nyala kompor, dibandingkan menyalakan dan mematikan api berulang kali untuk tiap menu secara terpisah. Memasak beberapa porsi sekaligus atau batch cooking turut mengurangi frekuensi kompor dinyalakan, sehingga tabung gas tidak cepat terkuras.

Jika memungkinkan, sisihkan menu yang bisa diolah dengan alat listrik untuk mengurangi beban tabung gas yang sudah menipis. Efisiensi energi kompor induksi bisa mencapai sekitar 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kompor gas konvensional yang efisiensinya berkisar 55 persen. Rice cooker, teko listrik, atau kompor induksi portabel bisa jadi pelengkap saat gas benar-benar harus dihemat maksimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hemat Gas LPG

Apakah memiringkan tabung gas benar-benar bisa membuat sisa LPG habis terpakai?

Cara ini tidak disarankan. Memiringkan atau mengguncang tabung 3 kg justru berisiko membuat gas cair keluar lewat katup dan memicu kebocoran, bukan cara aman untuk menghabiskan sisa gas.

Apakah memasak dengan api kecil selalu lebih hemat gas dibanding api besar?

Secara umum ya, terutama setelah masakan mendidih atau berubah warna. Nyala api yang melebar keluar dari dasar panci hanya membuang panas ke udara tanpa mempercepat proses matang.

Berapa lama biasanya tabung gas LPG 3 kg bisa bertahan untuk kebutuhan rumah tangga?

Rata-rata pemakaian tabung 3 kg dilaporkan bertahan sekitar 11 hingga 23 hari, tergantung intensitas dan jenis masakan yang dibuat setiap harinya di rumah tangga tersebut.

Rekomendasi