Bau hewan yang menempel di karpet dapat mengganggu ruangan meski sumbernya sudah tidak terlihat. Urin, kotoran, muntahan, dan bulu dapat meninggalkan bau setelah masuk ke sela serat. Karena itu, cara menghilangkan bau hewan dari karpet perlu dilakukan dengan membersihkan sumber bau, bukan hanya menutupinya dengan pewangi.
Karpet yang terkena kotoran hewan juga dapat membuat pemilik rumah harus membersihkan bagian yang sama berulang kali. Bau bahkan dapat muncul kembali setelah karpet terlihat bersih. Kondisi ini biasanya terjadi karena sisa cairan atau kotoran masih tertinggal pada bagian karpet yang sulit terlihat dan belum terangkat saat dibersihkan.
Membersihkan karpet dari bau hewan sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan dapur umum, seperti sabun, cuka, dan baking soda. Mari simak cara menghilangkan bau hewan dari karpet berikut ini yang telah Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (11/8/2026).
Advertisement
1. Temukan Sumber Bau pada Karpet
Langkah pertama adalah mencari bagian karpet yang menjadi sumber bau. Periksa area yang biasa digunakan hewan untuk berbaring, bermain, makan, atau buang air. Jika bau berasal dari urin, cari bagian yang terasa lembap atau memiliki perubahan warna pada permukaan karpet.
Jangan hanya membersihkan bagian yang terlihat kotor. Cairan dapat meresap melewati permukaan karpet dan mencapai bagian bawah. Periksa juga sisi belakang karpet jika memungkinkan. Cara ini membantu menemukan sumber bau yang tidak terlihat dari atas sehingga proses pembersihan dapat dilakukan pada lokasi yang tepat.
Jika sumber bau belum ditemukan, cium beberapa bagian karpet secara perlahan untuk menentukan lokasi. Setelah menemukan area tersebut, pisahkan karpet dari benda lain di sekitarnya. Langkah ini membantu mencegah bau berpindah dan membuat proses pembersihan lebih mudah dilakukan.
Advertisement
2. Angkat Kotoran dan Serap Cairan
Jika terdapat kotoran padat, gunakan sarung tangan sebelum mengangkatnya. Ambil kotoran dengan tisu, kain, atau alat yang dapat digunakan untuk mengeruk permukaan karpet. Hindari menekan kotoran ke dalam serat karena sisa yang masuk akan membuat proses pembersihan bertambah sulit.
Untuk urin atau cairan lain, gunakan kain atau handuk untuk menyerap sebanyak mungkin. Tekan kain pada bagian yang terkena tanpa menggosoknya. Menggosok dapat membuat cairan menyebar ke bagian karpet yang lebih luas dan masuk lebih jauh ke dalam serat.
Ulangi penekanan dengan kain yang masih kering sampai cairan yang tersisa berkurang. Gunakan kain lain jika kain pertama sudah basah. Semakin banyak cairan yang diangkat pada tahap awal, semakin sedikit sisa yang harus dibersihkan pada tahap berikutnya.
Advertisement
3. Bersihkan Area dengan Larutan Pembersih
Setelah kotoran dan cairan terangkat, bersihkan bagian tersebut menggunakan air dan sabun yang sesuai untuk karpet. Gunakan sedikit larutan pada kain, lalu usapkan pada area yang terkena. Jangan membuat karpet terlalu basah karena kelembapan yang tertinggal dapat membuat bau kembali muncul.
Cuka putih yang dicampur dengan air juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau pada beberapa jenis karpet. Campurkan cuka dan air dalam jumlah yang sama, kemudian gunakan secukupnya pada bagian yang sudah dibersihkan. Setelah itu, tekan menggunakan kain untuk menyerap sisa cairan.
Sebelum menggunakan larutan apa pun, periksa petunjuk perawatan karpet. Coba terlebih dahulu pada bagian yang tidak terlihat untuk melihat reaksinya. Hindari mencampurkan beberapa bahan pembersih sekaligus. Jika menggunakan pembersih khusus hewan, ikuti petunjuk pada kemasan.
Advertisement
4. Gunakan Baking Soda untuk Mengurangi Bau
Baking soda dapat digunakan setelah area karpet dibersihkan dan tidak lagi basah. Taburkan baking soda pada bagian yang sebelumnya terkena bau. Bahan ini dapat membantu menyerap bau yang masih tertinggal pada permukaan karpet.
Diamkan baking soda selama beberapa jam agar memiliki waktu untuk bekerja. Anda juga dapat membiarkannya semalaman jika kondisi memungkinkan. Setelah selesai, gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat seluruh bubuk dari karpet.
Baking soda bukan pengganti pembersihan sumber bau. Jika urin sudah masuk jauh ke bagian bawah karpet, menaburkan baking soda saja mungkin tidak cukup. Pada kondisi seperti ini, sumber bau perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum baking soda digunakan sebagai langkah tambahan.
Advertisement
5. Keringkan Karpet sampai Tidak Lembap
Pengeringan menjadi bagian yang perlu diperhatikan setelah proses pembersihan. Sisa air yang tertinggal dapat membuat karpet lembap dan menyebabkan bau muncul kembali. Gunakan kain kering untuk menyerap air sebanyak mungkin setelah area selesai dibersihkan.
Jika memungkinkan, letakkan karpet di tempat yang mendapat aliran udara. Buka jendela atau gunakan kipas untuk membantu mempercepat proses pengeringan. Jangan mengembalikan karpet ke tempat semula sebelum bagian permukaan dan bawahnya sudah kering.
Periksa kembali bagian yang sebelumnya terkena bau setelah karpet kering. Jika bau masih muncul, jangan langsung menutupinya dengan pewangi. Ulangi pembersihan pada sumbernya atau gunakan pembersih khusus untuk noda hewan sesuai petunjuk penggunaannya.
Advertisement
6. Gunakan Pembersih Khusus jika Bau Masih Tersisa
Bau yang tetap muncul setelah beberapa kali pembersihan dapat menandakan adanya sisa urin atau kotoran di bagian dalam karpet. Pada kondisi tersebut, pembersih khusus untuk noda dan bau hewan dapat menjadi pilihan. Produk berbasis enzim juga dapat digunakan untuk menangani sisa urin hewan.
Sebelum menggunakan produk, baca petunjuk pemakaian dan pastikan produk dapat digunakan pada bahan karpet yang dimiliki. Jangan menganggap semua pembersih cocok untuk setiap karpet. Jika petunjuk meminta waktu tertentu sebelum cairan diangkat, ikuti waktu tersebut.
Jika bau tetap kembali setelah pembersihan, bagian bawah karpet atau lapisan yang berada di bawahnya mungkin ikut terkena cairan. Pada kondisi tersebut, pembersihan permukaan saja dapat tidak menyelesaikan sumber bau. Pertimbangkan bantuan jasa pembersihan karpet jika bau tidak kunjung hilang.
Advertisement
Tips Mencegah Bau Hewan di Karpet
Selain membersihkan karpet setelah terkena kotoran, kebiasaan perawatan dapat membantu mengurangi kemungkinan bau muncul kembali. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan secara rutin di rumah.
1. Bersihkan Kotoran Sesegera Mungkin: Segera angkat kotoran dan serap cairan setelah ditemukan agar tidak sempat menyebar atau masuk lebih jauh ke dalam serat karpet.
2. Sedot Bulu Secara Rutin: Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat bulu hewan yang menempel pada karpet sebelum menumpuk dan bercampur dengan debu atau kotoran lain.
3. Bersihkan Area Hewan Secara Teratur: Bersihkan tempat makan, tempat tidur, dan area bermain hewan secara rutin agar kotoran tidak berpindah ke karpet melalui kaki atau bulunya.
4. Latih Hewan Menggunakan Tempat Buang Air: Biasakan hewan menggunakan tempat buang air yang sudah disediakan sehingga kemungkinan urin dan kotoran mengenai karpet dapat dikurangi.
5. Jangan Menutup Bau dengan Pewangi: Pewangi hanya mengubah aroma yang tercium dan tidak mengangkat sumber bau. Bersihkan bagian yang terkena kotoran sebelum menggunakan produk pewangi.
6. Keringkan Karpet Setelah Dicuci: Pastikan karpet benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Karpet yang masih menyimpan air dapat kembali menimbulkan bau setelah beberapa waktu.
7. Periksa Karpet dari Sisi Bawah: Sesekali periksa bagian bawah karpet, terutama jika hewan sering berada di atasnya. Cairan dapat menembus permukaan dan tertinggal pada bagian bawah.
8. Cuci Karpet Sesuai Kebutuhan: Bersihkan karpet secara berkala sesuai bahan dan petunjuk perawatannya. Frekuensi dapat disesuaikan dengan penggunaan dan aktivitas hewan di rumah.
Advertisement
Pertanyaan tentang Cara Menghilangkan Bau Hewan dari Karpet
Apakah baking soda bisa menghilangkan bau hewan dari karpet?
Baking soda dapat membantu mengurangi bau pada permukaan karpet dengan menyerap bau yang tersisa. Namun, bahan ini bukan pengganti pembersihan sumber bau, terutama jika urin sudah meresap ke bagian dalam karpet.
Apakah cuka bisa digunakan untuk menghilangkan bau kencing hewan?
Cuka putih yang dicampur air dapat digunakan pada beberapa karpet untuk membantu mengurangi bau. Sebelum menggunakannya, periksa petunjuk perawatan karpet dan lakukan uji pada bagian yang tidak terlihat.
Mengapa bau kencing hewan kembali setelah karpet dibersihkan?
Bau dapat kembali jika sisa urin masih berada di serat atau bagian bawah karpet. Membersihkan permukaan saja belum tentu mengangkat seluruh cairan yang sudah meresap sehingga sumber bau masih tertinggal.
Apakah karpet harus dicuci setelah terkena kotoran hewan?
Tidak selalu. Untuk kotoran pada area kecil, pembersihan pada bagian yang terkena dapat dilakukan terlebih dahulu. Namun, jika kotoran atau cairan sudah menyebar, pencucian menyeluruh dapat dipertimbangkan sesuai bahan dan petunjuk perawatan karpet.
Bagaimana cara menghilangkan bau kucing yang sudah lama di karpet?
Mulailah dengan menemukan sumber bau, kemudian bersihkan area tersebut dan gunakan pembersih khusus hewan jika diperlukan. Bau yang sudah lama dan masuk ke bagian bawah karpet mungkin membutuhkan pembersihan berulang atau bantuan jasa pembersihan.