Handuk yang tetap berbau apek atau tidak sedap meski sudah dicuci biasanya menandakan masih ada kelembapan, residu deterjen, atau kotoran yang tertinggal di serat kain. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika handuk terlalu lama dibiarkan lembap atau mesin cuci kurang bersih.
Agar bau tidak sekadar tertutup pewangi, handuk perlu dicuci dan dikeringkan dengan cara yang membantu menghilangkan sumber baunya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan, sekaligus kebiasaan yang perlu diperhatikan agar handuk tidak kembali bau setelah dicuci, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (11/8).
Advertisement
1. Cuci Ulang dengan Deterjen Secukupnya
Langkah pertama adalah mencuci kembali handuk menggunakan deterjen sesuai takaran pada kemasan. Menggunakan deterjen terlalu banyak justru dapat meninggalkan residu pada serat kain, terutama jika pembilasan kurang optimal, sehingga handuk lebih mudah terasa kaku dan menyimpan bau.
Jika mesin cuci memiliki pilihan siklus pencucian yang sesuai untuk handuk, gunakan program tersebut sesuai petunjuk produsen. Hindari memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus karena muatan berlebihan dapat mengurangi efektivitas pencucian dan pembilasan.
Untuk handuk yang sangat bau, pertimbangkan mencucinya secara terpisah dari pakaian lain. Setelah selesai dicuci, segera keluarkan dari mesin dan lanjutkan ke proses pengeringan, karena membiarkan handuk dalam kondisi basah di dalam mesin dapat mempertahankan bau apek.
Advertisement
2. Gunakan Siklus Bilas Tambahan untuk Membantu Mengurangi Residu Deterjen
Jika handuk masih berbau setelah dicuci, gunakan fitur extra rinse atau bilas tambahan pada mesin cuci untuk membantu mengurangi sisa deterjen yang mungkin masih tertinggal pada serat kain. Langkah ini dapat dipertimbangkan terutama jika handuk terasa licin, kurang menyerap air, atau memiliki residu setelah proses pencucian.
Bilas tambahan juga dapat membantu memastikan deterjen yang digunakan pada tahap pencucian terbilas dengan lebih baik. Namun, fitur ini bukan pengganti pencucian yang tepat, sehingga tetap gunakan deterjen sesuai takaran dan hindari mengisi mesin cuci secara berlebihan.
Jika setelah bilas tambahan handuk masih berbau, periksa faktor lain seperti kebersihan mesin cuci, lamanya handuk berada dalam kondisi lembap, serta proses pengeringan. Handuk sebaiknya segera dikeluarkan setelah siklus selesai dan dikeringkan hingga benar-benar kering.
Advertisement
3. Gunakan Cuka Putih untuk Membantu Menghilangkan Penumpukan Residu
Cuka putih dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengurangi penumpukan mineral atau residu tertentu pada serat handuk. Penggunaannya lebih tepat dipandang sebagai langkah tambahan dalam perawatan handuk, bukan sebagai cara utama untuk menghilangkan bau.
Jika ingin menggunakannya, pilih cuka putih dan ikuti takaran yang dianjurkan pada metode pencucian atau petunjuk produk. Cuka dapat ditempatkan pada tahap pembilasan jika mesin cuci memiliki kompartemen atau program yang sesuai, dan sebaiknya digunakan secara terpisah dari deterjen agar tidak mengganggu proses pencucian.
Yang paling penting, jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas yang berbahaya. Setelah pencucian, tetap keringkan handuk hingga benar-benar kering karena menghilangkan sumber kelembapan merupakan langkah penting untuk mencegah bau kembali.
Advertisement
4. Pertimbangkan Pemutih Oksigen untuk Handuk yang Sangat Bau
Jika handuk masih berbau setelah dicuci dengan deterjen, pemutih oksigen atau oxygen bleach dapat menjadi salah satu pilihan tambahan. Produk ini dapat membantu membersihkan noda dan kotoran tertentu yang sulit dihilangkan dengan pencucian biasa, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis kain dan petunjuk pada label produk.
Sebelum menggunakan pemutih oksigen, periksa label perawatan handuk dan petunjuk penggunaan produk dengan teliti. Gunakan takaran serta waktu perendaman sesuai instruksi dan pastikan produk tersebut aman untuk warna kain yang akan dicuci.
Untuk mengatasi bau biasa, pemutih klorin tidak perlu langsung digunakan. Jika pemutih klorin memang diperlukan untuk tujuan tertentu, gunakan hanya pada kain yang memperbolehkannya sesuai label dan petunjuk produk, serta jangan pernah mencampurkannya dengan cuka atau bahan pembersih lainnya.
Advertisement
5. Jangan Gunakan Pelembut Kain Terlalu Sering
Pelembut kain dapat membuat handuk terasa lebih lembut, tetapi penggunaan berlebihan atau terlalu sering dapat meninggalkan lapisan pada serat kain. Penumpukan tersebut dapat mengurangi daya serap handuk, sementara bau tidak sedap juga dapat dipengaruhi oleh kelembapan, sisa deterjen, atau kondisi mesin cuci.
Jika handuk mulai berbau meski sudah dicuci, pertimbangkan untuk menghentikan sementara penggunaan pelembut kain dan fokus pada proses pencucian serta pembilasan yang optimal. Gunakan deterjen sesuai takaran pada kemasan karena penggunaan deterjen yang lebih banyak tidak selalu membuat handuk menjadi lebih bersih.
Langkah ini terutama dapat dicoba jika handuk terasa licin, kurang menyerap air, atau memiliki bau yang kembali muncul setelah terkena air. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya penumpukan residu pada serat, meskipun penyebab bau juga perlu diperiksa dari proses pencucian, kondisi mesin, dan cara pengeringannya.
Advertisement
6. Bersihkan Mesin Cuci Secara Berkala
Sumber bau tidak selalu berasal dari handuk. Sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan di dalam mesin cuci dapat menjadi salah satu sumber bau pada cucian.
Lakukan siklus pembersihan mesin (washer clean atau tub clean) sesuai petunjuk produsen. Bersihkan juga bagian yang memang dapat dilepas atau diakses, seperti laci deterjen dan area karet pintu pada mesin bukaan depan, sesuai panduan mesin cuci.
Setelah digunakan, biarkan bagian mesin yang memang dirancang untuk dapat dibuka tetap terbuka agar bagian dalamnya tidak terus-menerus lembap. Lingkungan yang lembap mendukung pertumbuhan jamur, sehingga mengatasi sumber kelembapan menjadi bagian penting untuk mencegah bau kembali.
Advertisement
7. Keringkan Handuk Sampai Benar-Benar Kering
Pengeringan merupakan tahap yang tidak kalah penting dari pencucian. Handuk yang sudah bersih tetapi masih lembap dan kemudian disimpan dapat kembali berbau karena kelembapan menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme penyebab bau.
Jika menjemur di luar ruangan, bentangkan handuk selebar mungkin dan pastikan terdapat sirkulasi udara yang baik. Jangan melipat atau menumpuk handuk ketika masih basah karena bagian yang berada di tengah tumpukan akan lebih lama kering.
Jika menggunakan mesin pengering, ikuti petunjuk perawatan pada label handuk dan gunakan pengaturan yang sesuai. Intinya, handuk harus benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan; jangan hanya mengandalkan aroma pewangi sebagai tanda bahwa kain sudah siap digunakan.
Advertisement
8. Jangan Biarkan Handuk Basah Menumpuk
Kebiasaan meletakkan handuk basah di lantai, keranjang cucian tertutup, atau sudut kamar mandi dapat menjadi salah satu penyebab bau yang sulit hilang. Handuk yang dibiarkan lembap dalam waktu lama memberikan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur dan munculnya bau apek.
Setelah digunakan, gantungkan handuk dalam posisi terbuka sehingga permukaannya memiliki akses terhadap udara. Hindari menggantung handuk dalam keadaan terlipat tebal karena bagian dalamnya akan lebih sulit mengering.
Handuk juga sebaiknya dicuci secara teratur dan tidak terus digunakan berkali-kali dalam kondisi lembap. Dengan membatasi waktu handuk berada dalam keadaan basah, Anda tidak hanya mengatasi bau yang sudah muncul, tetapi juga mengurangi kemungkinan masalah yang sama terulang kembali.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Handuk yang Bau Meski Sudah Dicuci
1. Mengapa handuk tetap bau meski sudah dicuci?
Handuk dapat tetap berbau karena masih terdapat kelembapan, residu deterjen, penumpukan mineral, atau kotoran pada serat kain. Bau juga dapat berasal dari mesin cuci yang kurang bersih atau handuk yang terlalu lama dibiarkan dalam kondisi basah.
2. Apakah cuka putih bisa menghilangkan bau pada handuk?
Cuka putih dapat digunakan sebagai langkah tambahan untuk membantu mengurangi penumpukan mineral atau residu tertentu pada serat handuk. Namun, cuka bukan cara utama untuk mengatasi semua jenis bau dan harus digunakan sesuai petunjuk, serta tidak boleh dicampurkan dengan pemutih berbahan klorin.
3. Apakah pelembut kain bisa menyebabkan handuk bau?
Penggunaan pelembut kain secara berlebihan atau terlalu sering dapat meninggalkan lapisan pada serat handuk dan mengurangi daya serapnya. Jika handuk mulai berbau atau kurang menyerap air, penggunaan pelembut dapat dihentikan sementara untuk melihat apakah kondisinya membaik.
4. Apakah handuk harus langsung dikeringkan setelah dicuci?
Ya. Handuk sebaiknya segera dikeluarkan dari mesin cuci setelah siklus selesai dan dikeringkan hingga benar-benar kering. Membiarkan handuk dalam kondisi lembap terlalu lama dapat meningkatkan kemungkinan munculnya bau apek.
5. Bagaimana agar handuk tidak mudah bau setelah dicuci?
Gantung handuk dalam posisi terbuka setelah digunakan agar cepat kering dan jangan menumpuknya dalam keadaan basah. Saat mencuci, gunakan deterjen sesuai takaran, jangan memenuhi mesin secara berlebihan, bersihkan mesin cuci secara berkala, dan pastikan handuk benar-benar kering sebelum disimpan.