Sudut rumah yang paling sering luput dibersihkan biasanya berada di tempat yang jarang terlihat atau sulit dijangkau saat menyapu rumah. Debu dapat menumpuk di bawah perabot, belakang pintu, sudut plafon, hingga celah antara dinding dan furnitur. Bagian tersebut sering terlewat karena perhatian lebih banyak tertuju pada lantai, meja, dan permukaan yang mudah dilihat.
Debu yang dibiarkan menumpuk dapat kembali masuk ke udara ketika tersentuh, tersapu, atau terkena aliran angin dari kipas dan pendingin ruangan. Kondisi ini membuat debu bisa memengaruhi kenyamanan, termasuk menjadi penyakit bagi orang yang berada di dalam rumah.
Karena itu, di kesempatan ini, Merdeka.com ingin mengajak para pemilik untuk mengenali bagian rumah mana saja yang sering terlewat saat dibersihkan, sebagai langkah awal untuk menjaga area tempat tinggal tetap nyaman dan sehat, Minggu (9/8).
Advertisement
1. Bagian Bawah Tempat Tidur Sering Luput dari Perhatian
Bagian bawah tempat tidur menjadi salah satu tempat yang dapat menampung debu dalam waktu lama. Ruang di bawah kasur jarang terlihat sehingga kegiatan membersihkan kamar biasanya berhenti pada permukaan lantai yang mudah dijangkau. Padahal, debu dapat berpindah ketika orang berjalan atau menggeser benda di sekitar tempat tidur.
Kondisi tersebut membuat area bawah tempat tidur perlu masuk dalam jadwal membersihkan rumah. Penyedot debu atau kain pel dapat digunakan dengan menyesuaikan ruang yang tersedia. Barang yang disimpan di bawah tempat tidur juga sebaiknya dikeluarkan secara berkala agar bagian lantai dapat dibersihkan.
Debu dari area ini dapat kembali menyebar ketika tempat tidur digunakan atau ketika lantai terkena hembusan udara. Karena itu, membersihkan bagian bawah tempat tidur tidak perlu menunggu sampai debu terlihat menumpuk. Jadwal rutin dapat membantu menjaga sirkulasi udara dalam kamar.
Advertisement
2. Sudut Belakang Lemari Dapat Menyimpan Debu
Belakang lemari termasuk bagian rumah yang sering dilewati saat membersihkan ruangan. Posisi lemari yang menempel atau berdekatan dengan dinding membuat bagian tersebut sulit dijangkau. Debu yang masuk melalui celah kemudian dapat tertahan di lantai dan bagian belakang furnitur.
Membersihkan area ini dapat dilakukan ketika lemari perlu digeser. Tidak perlu memindahkan seluruh isi lemari jika ruang memungkinkan untuk membersihkan bagian bawah dan sisi belakangnya secara bertahap. Kegiatan tersebut dapat dimasukkan ke jadwal pembersihan bulanan.
Sudut rumah yang paling sering luput dibersihkan seperti belakang lemari perlu diperhatikan karena debu dapat berpindah ke bagian ruangan lain. Ketika furnitur digeser, debu yang terkumpul juga dapat masuk ke udara sehingga orang di sekitar dapat menghirupnya.
Advertisement
3. Celah Antara Dinding dan Furnitur
Celah antara dinding dan furnitur sering memiliki ukuran yang cukup untuk menampung debu, tetapi tidak cukup luas untuk mudah dibersihkan. Rak, sofa, meja, dan lemari yang ditempatkan dekat dinding dapat menciptakan ruang yang jarang tersentuh alat pembersih.
Membersihkan celah tersebut dapat dilakukan menggunakan alat dengan kepala yang pipih atau kain yang dipasang pada tongkat. Cara ini membantu menjangkau bagian yang tidak dapat disentuh tangan secara langsung tanpa harus memindahkan seluruh furnitur.
Jika celah dibiarkan dalam waktu lama, debu dapat berpindah ke lantai dan permukaan lain. Membersihkan bagian ini bersamaan dengan kegiatan membersihkan lantai dapat mengurangi kemungkinan debu kembali menumpuk di area yang sama.
Advertisement
4. Sudut Plafon dan Bagian Atas Pintu
Sudut pertemuan antara dinding dan plafon sering luput karena berada di atas pandangan mata. Debu dapat menempel pada bagian tersebut dan kemudian jatuh ke permukaan lain ketika terkena angin, getaran, atau kegiatan di dalam ruangan.
Bagian atas kusen dan pintu juga perlu diperiksa ketika membersihkan rumah. Permukaan tersebut tidak selalu terlihat dari posisi berdiri sehingga dapat terlewat dalam kegiatan sehari-hari. Kain atau alat pembersih bertangkai dapat digunakan untuk menjangkaunya.
Membersihkan bagian atas ruangan sebaiknya dilakukan sebelum lantai dibersihkan. Debu yang jatuh selama proses pembersihan akan terkumpul di lantai dan dapat langsung diangkat. Urutan ini membantu mengurangi pekerjaan yang harus diulang.
Advertisement
5. Bagian Bawah Sofa dan Meja
Sofa dan meja sering menjadi bagian dari ruangan yang dibersihkan pada permukaannya saja. Sementara itu, bagian bawahnya dapat menyimpan debu, serpihan makanan, rambut, dan benda kecil lain yang jatuh selama aktivitas sehari-hari.
Area tersebut dapat dibersihkan dengan menggeser furnitur jika ukurannya memungkinkan. Untuk benda yang sulit dipindahkan, bagian bawah dapat dijangkau menggunakan penyedot debu atau kain bertangkai. Barang yang berada di bawah meja juga sebaiknya dipindahkan agar lantai dapat dibersihkan.
Kebiasaan membersihkan bagian bawah furnitur dapat membantu mencegah debu kembali menyebar. Langkah ini juga membuat pemilik rumah lebih mudah mengetahui apakah ada barang yang jatuh atau terselip di tempat yang sulit terlihat.
Advertisement
6. Sudut Belakang Pintu dan Area Dekat Jendela
Belakang pintu termasuk bagian yang sering tidak masuk dalam perhatian ketika seseorang menyapu atau mengepel. Pintu yang jarang dibuka penuh dapat membuat area di belakangnya tidak tersentuh alat pembersih selama beberapa waktu.
Area dekat jendela juga dapat menjadi tempat debu berkumpul karena adanya celah, kusen, dan jalur masuk udara dari luar. Bagian tersebut perlu dibersihkan bersama kaca dan tirai agar debu tidak kembali berpindah ke dalam ruangan.
Membersihkan sudut rumah yang paling sering luput dibersihkan dapat dimulai dari lokasi yang mudah dijangkau. Tidak perlu menunggu kegiatan bersih-bersih besar karena setiap bagian dapat dibersihkan sedikit demi sedikit sesuai jadwal rumah tangga.
Advertisement
7. Kabel, Stopkontak, dan Sudut Peralatan Rumah
Kabel yang berada di lantai atau belakang meja dapat menjadi tempat debu berkumpul. Banyak orang membersihkan lantai tanpa mengangkat atau memindahkan kabel sehingga bagian bawahnya tetap menyimpan debu dan kotoran.
Stopkontak dan bagian belakang peralatan rumah juga perlu diperiksa. Pembersihan harus dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan memastikan peralatan tidak dalam kondisi terhubung dengan listrik ketika bagian tertentu perlu disentuh atau dibersihkan.
Debu yang menumpuk di sekitar peralatan dapat membuat kegiatan membersihkan rumah menjadi kurang menyeluruh. Karena itu, bagian yang berada di sekitar kabel, meja kerja, televisi, dan peralatan rumah sebaiknya dimasukkan dalam jadwal pembersihan.
Advertisement
8. Bahaya yang Jarang Diperhatikan
Debu yang menumpuk di sudut rumah sering dianggap sebagai persoalan kebersihan. Padahal, keberadaannya menyimpan bahaya yang seringkali tidak disadari. Berikut hal yang harus diwaspadai:
Memicu bersin dan hidung tersumbat
- Debu yang masuk ke saluran pernapasan dapat memicu bersin, hidung tersumbat, atau rasa tidak nyaman pada hidung, terutama pada orang yang sensitif terhadap debu.
Mengganggu pernapasan
- Partikel debu yang terhirup dapat masuk bersama udara dan membuat sebagian orang mengalami batuk atau rasa tidak nyaman ketika bernapas.
Memicu keluhan pada orang yang sensitif
- Orang yang memiliki kepekaan terhadap debu dapat mengalami keluhan lebih sering ketika berada di ruangan dengan debu yang menumpuk dan jarang dibersihkan.
Membuat udara dalam ruangan terasa tidak nyaman
- Debu yang terus menumpuk dapat kembali beterbangan ketika ruangan digunakan, sehingga kebersihan udara dalam rumah ikut terganggu.
Mengotori permukaan rumah
- Debu dari sudut yang tidak dibersihkan dapat berpindah ke lantai, meja, sofa, tempat tidur, dan permukaan lain melalui aktivitas penghuni.
Menjadi tempat berkumpulnya kotoran lain
- Sudut yang jarang dibersihkan dapat menampung rambut, serpihan makanan, serat kain, dan kotoran lain sehingga proses pembersihan menjadi lebih sulit jika dibiarkan.
Menjadi tempat berkumpulnya serangga dan hewan pengganggu
- Sudut rumah yang jarang dibersihkan, terutama yang gelap, lembap, dan dipenuhi barang, dapat menjadi tempat kecoa, lipan, nyamuk, bahkan tikus bersembunyi atau mencari sumber makanan.
Membuat pekerjaan rumah bertambah
- Debu yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebar ke bagian lain sehingga penghuni perlu membersihkan lebih banyak permukaan dibandingkan jika area tersebut dibersihkan secara berkala.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tempat di Rumah yang Sering Berdebu
Apa saja tempat di rumah yang sering berdebu?
Bagian bawah tempat tidur, belakang lemari, bawah sofa, sudut plafon, kusen pintu, serta celah di sekitar furnitur termasuk lokasi yang sering terlewat saat membersihkan rumah.
Mengapa debu di rumah perlu dibersihkan?
Debu dapat membawa partikel dari berbagai sumber dan kembali masuk ke udara ketika terganggu. Membersihkan debu secara berkala membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan ruangan.
Berapa kali rumah perlu dibersihkan?
Bagian yang sering digunakan dapat dibersihkan secara rutin, sedangkan bagian yang jarang disentuh dapat dimasukkan dalam jadwal mingguan atau bulanan sesuai kondisi rumah.
Bagaimana cara membersihkan sudut rumah yang sulit dijangkau?
Gunakan kain, sikat, atau alat pembersih bertangkai yang sesuai dengan celah. Furnitur juga dapat digeser jika memungkinkan agar bagian lantai dan dinding dapat dibersihkan.
Apakah debu dapat mengganggu kesehatan?
Debu dapat membawa berbagai partikel yang terhirup bersama udara. Pada sebagian orang, paparan debu dapat memicu keluhan seperti bersin, batuk, atau hidung tersumbat.