Advertisement
Doa Jaga Kesehatan Mental, Begini Bacaannya yang Sempat Diajarkan oleh Rasulullah pada Siti Fatimah Sang Putri
Doa jaga kesehatan mental bisa dipanjatkan demi menjaga mental setiap umat Islam agar tetap sehat.
Doa itu bahkan pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada sang putri, Siti Fatimah RA demi menjaga kesehatan mentalnya.
Nabi Muhammad SAW meminta Fatimah agar membacanya di setiap pagi dan sore.
Advertisement
Maka, ini juga sangat disarankan untuk para hamba Allah SWT.
Lalu seperti apa doanya? Melansir dari beragam sumber, berikut adalah doa jaga kesehatan mental:
Advertisement
Doa Jaga Kesehatan Mental
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya:
“Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap,” (HR An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, Al-Baihaqi) seperti mengutip NU Online, Jumat (12/7/2024).
Doa tersebut memilki inti memohon rahmat dan kebesaran Allah SWT untuk menyelesaikan masalah kehidupan setiap umatnya. Doa jaga kesehatan mental itu diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim dan juga Al-Baihaqi.
Diketahui, Ahmad bin Amr bin Dhahak meriwayatkan doa kurang lebih serupa dari Rasulullah SAW. Ia meriwayatkan doa kesehatan mental yang mana merupakan doa yang kerap dibaca oleh Rasulullah saat menghadapi musuhnya di Bukit Uhud.
Advertisement
Doa Menyelesaikan Segala Urusan dan Meminta Pertolongan Allah
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syay’in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Advertisement
Artinya:
“Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap,” (HR Ahmad bin Amr bin Dhahak).
Advertisement
Bisa Dibaca saat Hadapi Kebuntuan
Sebuah doa bisa dipanjatkan saat Anda mengalami atau berhadapan dengan momen kebuntuan dan masalah yang memerlukan jalan keluar. Berikut adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad:
اللهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ
Allāhumma, rahmataka arjū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin, ashlih lī sya’nī kullahū, lā ilāha illā anta.
Artinya:
“Ya Allah, kepada rahmat-Mu kuberharap. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.” (HR Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad).
“Demikian sejumlah doa dari Rasulullah saw yang dapat dibaca di tengah menghadapi masalah. Doa ini berisi permohonan kepada Allah untuk mengulurkan ‘tangan’ membantu masalah yang tengah dihadapi dan tidak membebani kita dengan kecemasan berlebih dan overthinking dengan tekanan batin yang tak tertanggungkan,” tulis Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan.
Advertisement
Mengenal Kesehatan Mental
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang bisa mengatasi masalah serta tekanan dalam hidupnya.
Orang yang memiliki mental sehat menyadari kemampuannya, bisa belajar dan bekerja dengan baik bahkan berkontribusi di komunitasnya.
Hal tersebut merupakan bentuk komponen integral dari kesehatan serta kesejahteraan yang menjadi dasar kemampuan individu dan kolektif guna mengambil keputusan, membangun hubungan serta membentuk dunia tempat individu tinggal.
Kesehatan mental merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Ini penting untuk pengembangan pribadi, komunitas dan sosial ekonomi. Perlu diketahui bahwa kesehatan mental dapat lebih dari sekadar tidak adanya gangguan mental.