Menurut informasi, Moazaz merupakan seorang warga Palestina asal Betlehem yang dipenjara oleh tentara kependudukan Israel selama 9 bulan.
Moazaz kemungkinan besar menjadi salah satu tahanan pertama setelah peristiwa serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.
Kondisi Moazaz sangat buruk dan lemah saat dijumpai. Dahulu ia dikenal kekar dan berotot namun kini sangat tak berdaya.
Seperti pada unggahan lain di akun Instagram @handsfoundation.idn, tampak perbandingan foto Moazaz sebelum jadi tahanan dan setelah ditahan oleh Israel.
Dahulu Moazaz tak berambut dengan tubuh yang besar dan tampak kuat.
Namun saat ini berpenampilan lusuh dengan rambut keriting dan pakaian yang penuh robekan.
Advertisement
Pada video unggahan lainnya, pria itu dibebaskan oleh Otoritas Zionis Yahudi Israel dengan kondisi memprihatinkan akibat kelaparan dan penyiksaan yang dilakukan kepadanya.
Pihak keluarganya pun sampai terkejut melihat kondisi Moazaz kini yang lemah dan penuh trauma sesaat dibebaskan dari penjara.
Meski begitu, kedatangan Moazaz usai dibebaskan disambut hangat oleh keluarga dan rekan-rekannya yang lain.
Advertisement
Mengaku Disiksa di Penjara
Moazaz dahulu dikenal sebagai seorang binaragawan dengan kondisi fisik yang kekar dan bugar.
Namun setelah keluar dari penjara, ia kehilangan hampir separuh berat badannya termasuk trauma psikis.
Saat mendapat perawatan di rumah sakit, Moazaz terus menanyakan kondisi saudara-saudaranya di penjara dan khawatir mereka akan dibunuh.
Moazaz pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan tahanan lain selama di penjara.
"Penjara Al-Naqab seperti penjara di Guantanamo segalnya yang tidak bisa dibayangkan oleh pikiran, pembunuhan, kelaparan, kesengsaraan, penyakit, 2000 tahanan dengan penyakit kronis."
"Penyakit yang sangat-sangat kronis. Penyakit yang sangat parah. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Mereka hanya punya Allah. Aku meninggalkan mereka, harusnya aku mati bersama mereka. Saya harap mereka akan dibebaskan, mereka kelaparan. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan kami," kata Moazaz.
Kondisi Moazaz tampak seperti orang kebingungan dan mengalami tekanan mental. Tidak diketahui obat apa yang diberikan kepadanya selama di penjara.
Adapun penjara Al-Nawab telah menahan 3380 tahanan Palestina dan di antaranya adalah wanita dan anak-anak.
Tak cukup ditahan, mereka juga tak luput dari siksaan yang kejam dari para zionis.
Advertisement