Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam, Buah Lokal yang Perlu Dilestarikan

Buah mundu (Garcinia dulcis) merupakan salah satu buah lokal Indonesia yang kini semakin jarang ditanam.

Silvia Estefina Subitmele
Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam, Buah Lokal yang Perlu Dilestarikan
Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam. Sumber foto: ponggok.desa.id

Indonesia memiliki banyak buah asli bernilai tinggi, meski sebagian belum dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu contoh ialah mundu, tanaman tropis dari genus Garcinia bercita rasa asam manis nan segar. Melalui pembahasan mengenal buah mundu yang jarang ditanam, pembaca dapat memperoleh informasi mengenai salah satu kekayaan hayati Nusantara yang mulai terlupakan.

Popularitas buah impor maupun komoditas unggulan membuat eksistensi mundu semakin memudar dari pekarangan rumah. Padahal, tanaman ini menawarkan potensi besar, mulai dari sumber pangan hingga pelengkap penghijauan lingkungan. Artikel mengenal buah mundu yang jarang ditanam mengulas fakta menarik, agar masyarakat semakin akrab terhadap buah lokal tersebut.

Pohon mundu mampu tumbuh menjadi tanaman berkayu berukuran besar, berdaun hijau mengilap, lalu menghasilkan buah berkulit kuning saat mencapai tingkat kematangan optimal. Cita rasanya memadukan sensasi asam dan manis, sehingga cocok dinikmati dalam keadaan segar maupun diolah menjadi beragam sajian. Lewat bahasan mengenal buah mundu yang jarang ditanam, pembaca dapat memahami karakteristik, manfaat, habitat, hingga peluang budidayanya.

Berikut ulasan lengkap yang Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (18/7/2026).

Apa Itu Buah Mundu?

Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam
Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam (AI Generated)

Buah mundu adalah buah tropis yang berasal dari pohon Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, anggota famili Clusiaceae. Tanaman ini masih satu genus dengan manggis (Garcinia mangostana), tetapi merupakan spesies yang berbeda. Mundu merupakan salah satu buah lokal Asia Tenggara yang telah lama tumbuh di Indonesia, meski kini keberadaannya semakin jarang dijumpai akibat minimnya budidaya.

Pohon mundu dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 10–20 meter dengan tajuk yang rimbun. Tanaman ini umumnya ditemukan di daerah beriklim tropis, seperti hutan dataran rendah, kebun campuran, pekarangan, hingga kawasan dekat aliran sungai. Di Indonesia, pohon mundu tersebar di beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Buah mundu dapat dikonsumsi langsung saat matang. Rasanya memadukan sensasi asam dan manis yang menyegarkan, sehingga selain dinikmati sebagai buah segar, mundu juga berpotensi diolah menjadi manisan, selai, sirup, maupun berbagai produk olahan lainnya.

Agar lebih mudah mengenalinya, berikut beberapa ciri khas buah mundu:

  • Berbentuk bulat hingga sedikit pipih.
  • Memiliki diameter sekitar 4–8 sentimeter.
  • Kulit buah berwarna hijau saat masih muda, kemudian berubah menjadi kuning cerah hingga kuning jingga ketika matang.
  • Kulitnya cukup tebal dan mengandung getah berwarna kuning khas tanaman Garcinia.
  • Daging buah berwarna putih hingga putih kekuningan dengan tekstur lembut dan berair.
  • Memiliki beberapa biji berukuran cukup besar di bagian tengah buah.
  • Menghasilkan aroma yang khas ketika sudah matang.
  • Memiliki cita rasa asam-manis, dengan rasa asam yang lebih dominan dibandingkan manggis.
  • Tumbuh pada pohon berkayu berukuran besar dengan daun hijau tua mengilap berbentuk lonjong.
  • Bunga pohon mundu berwarna putih kekuningan dan muncul di ketiak daun atau batang.

Keunikan bentuk, warna kulit, serta rasa asam-manis menjadikan buah mundu memiliki karakter berbeda dari kerabatnya, seperti manggis. Meski belum banyak dibudidayakan secara komersial, buah lokal ini memiliki potensi untuk kembali dikembangkan sebagai tanaman pekarangan maupun komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi.

Mengapa Buah Mundu Jarang Ditanam?

Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam (AI Generated)
Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam (AI Generated)

Buah mundu (Garcinia dulcis) merupakan salah satu tanaman buah lokal yang keberadaannya semakin jarang ditemukan di Indonesia. Padahal, pohon ini telah lama tumbuh di berbagai daerah tropis dan menghasilkan buah bercita rasa asam-manis yang khas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tanaman ini kurang diminati untuk dibudidayakan dibandingkan buah-buahan populer lainnya.

1. Kalah Populer dari Buah Komersial

Masyarakat lebih mengenal buah seperti mangga, rambutan, durian, manggis, atau jeruk karena mudah ditemukan di pasar. Sementara itu, buah mundu masih tergolong asing bagi banyak orang sehingga permintaannya relatif rendah.

2. Bibit Sulit Diperoleh

Bibit pohon mundu belum banyak diproduksi oleh penangkar maupun pusat pembibitan. Kondisi ini membuat masyarakat yang ingin menanamnya harus mencari bibit dari kolektor tanaman atau memperbanyaknya sendiri melalui biji.

3. Masa Berbuah Relatif Lama

Pohon mundu yang ditanam dari biji membutuhkan waktu cukup lama untuk mulai berbuah, umumnya sekitar 6–10 tahun tergantung kondisi pertumbuhan dan perawatannya. Hal ini membuat sebagian petani lebih memilih tanaman buah lain yang memiliki masa panen lebih cepat.

4. Nilai Ekonomi Belum Berkembang

Belum banyak pasar yang secara khusus memperdagangkan buah mundu. Minimnya permintaan membuat petani kurang tertarik menjadikannya sebagai komoditas budidaya karena keuntungan yang diperoleh dinilai belum sebanding dengan waktu tunggu hingga tanaman berbuah.

5. Kurangnya Informasi tentang Buah Mundu

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan, rasa, maupun manfaat buah mundu. Akibatnya, minat untuk menanam atau mengonsumsinya juga masih rendah. Padahal, buah ini memiliki kandungan vitamin C, serat, karotenoid, dan antioksidan yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

6. Berkurangnya Pohon di Pekarangan

Dahulu, pohon mundu sering ditanam di pekarangan rumah atau kebun campuran. Seiring bertambahnya pembangunan permukiman dan perubahan fungsi lahan, banyak pohon buah lokal ditebang dan tidak lagi diganti dengan tanaman baru, termasuk pohon mundu.

Cara Menanam Buah Mundu

Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam (AI Generated)
Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam (AI Generated)

Buah mundu (Garcinia dulcis) termasuk tanaman buah tropis yang dapat tumbuh baik di daerah beriklim hangat dengan curah hujan cukup. Meskipun saat ini masih jarang dibudidayakan, pohon mundu relatif mudah ditanam apabila memperoleh media tanam yang subur dan perawatan yang tepat. Berikut langkah-langkah menanam buah mundu agar dapat tumbuh optimal.

  1. Langkah pertama adalah memilih bibit yang sehat dan bebas dari hama maupun penyakit. Bibit dapat berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif, seperti sambung pucuk atau okulasi jika tersedia.
  2. Bibit dari biji lebih mudah diperoleh, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai berbuah. Sebaliknya, bibit hasil perbanyakan vegetatif umumnya memiliki pertumbuhan lebih seragam dan berpotensi menghasilkan buah lebih cepat.
  3. Pohon mundu membutuhkan lokasi yang memperoleh sinar matahari cukup sepanjang hari. Pilih area terbuka dengan ruang yang memadai karena pohon dewasa dapat tumbuh hingga sekitar 10–20 meter dan memiliki tajuk yang cukup lebar.
  4. Selain itu, pastikan lokasi tidak mudah tergenang air agar akar dapat berkembang dengan baik. Sebelum penanaman, buat lubang tanam berukuran sekitar 60 × 60 × 60 sentimeter.
  5. Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang atau kompos yang telah matang. Diamkan lubang tanam selama satu hingga dua minggu agar media lebih stabil sebelum bibit ditanam.
  6. Lepaskan polybag secara hati-hati agar akar tidak rusak. Letakkan bibit di tengah lubang tanam, kemudian timbun kembali menggunakan campuran tanah dan pupuk organik hingga pangkal batang berdiri kokoh.
  7. Padatkan tanah secara perlahan di sekitar tanaman agar bibit tidak mudah roboh.
  8. Setelah penanaman selesai, siram tanaman secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah. Pada masa awal pertumbuhan, penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau disesuaikan dengan kondisi cuaca.
  9. Saat tanaman sudah lebih besar, frekuensi penyiraman dapat dikurangi, terutama pada musim hujan. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap beberapa bulan sekali.
  10. Jika diperlukan, pupuk NPK dapat diberikan dalam jumlah yang sesuai dengan umur tanaman untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, bunga, dan buah.
  11. Bersihkan rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar batang pohon. Gulma dapat bersaing dalam menyerap air dan unsur hara sehingga pertumbuhan pohon mundu menjadi kurang optimal.
  12. Pangkas cabang yang kering, patah, atau terserang penyakit agar pertumbuhan tajuk tetap rapi. Pemangkasan juga membantu meningkatkan sirkulasi udara dan memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman.
  13. Periksa kondisi daun, batang, dan buah secara berkala untuk mendeteksi serangan hama atau penyakit sejak dini. Jika ditemukan gejala kerusakan, lakukan penanganan sesuai kebutuhan agar tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.

Agar pertumbuhan pohon mundu lebih optimal, lakukan beberapa perawatan berikut:

  • Tanam di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh.
  • Gunakan tanah yang subur dan memiliki drainase baik.
  • Berikan pupuk organik secara rutin untuk menjaga kesuburan tanah.
  • Siram tanaman secukupnya, terutama pada musim kemarau.
  • Bersihkan gulma di sekitar batang secara berkala.
  • Lakukan pemangkasan cabang yang tidak produktif.
  • Pantau hama dan penyakit secara rutin agar tanaman tetap sehat.

Dengan penanaman dan perawatan yang tepat, pohon mundu dapat tumbuh menjadi tanaman peneduh yang rindang sekaligus menghasilkan buah lokal bercita rasa asam-manis. Selain memperkaya koleksi tanaman di pekarangan, menanam mundu juga menjadi salah satu upaya melestarikan plasma nutfah Indonesia yang mulai jarang dibudidayakan.

 

Pertanyaan Seputar Seputar Mengenal Buah Mundu yang Jarang Ditanam

1. Apa itu buah mundu?

Buah mundu adalah buah tropis dari pohon Garcinia dulcis, termasuk famili Clusiaceae dan masih satu genus dengan manggis. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan merupakan salah satu buah lokal yang kini semakin jarang dibudidayakan.

2. Mengapa buah mundu jarang ditanam?

Buah mundu kurang populer dibandingkan buah komersial seperti mangga, rambutan, atau manggis. Selain itu, bibitnya tidak banyak tersedia, masa berbuah relatif lama jika ditanam dari biji, serta permintaan pasar masih terbatas.

3. Di mana pohon mundu dapat ditemukan?

Pohon mundu tumbuh di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Tanaman ini juga tersebar di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

4. Bagaimana ciri-ciri buah mundu?

Buah mundu berbentuk bulat hingga agak pipih, berdiameter sekitar 4–8 sentimeter. Kulitnya berubah dari hijau menjadi kuning cerah saat matang, sedangkan daging buahnya berwarna putih kekuningan dengan rasa asam-manis.

Rekomendasi