Melalui akun TikToknya, seorang ibu menceritakan kisah sedihnya kehilangan anak pertamanya yang terkena tumor mediastinum.
Tidak ada orang tua yang ingin kehilangan anaknya. Hal ini juga dirasakan oleh seorang ibu yang kehilangan anak pertamanya.
Diceritakan melalui akun TikTok sang ibu @mamahtama17, Pratama Nur Anshor, anak pertamanya terkena penyakit tumor mediastinum.
Sang ibu juga mengunggah video TikToknya yang menyesal tidak pernah mengecek nilai anaknya.
Dirangkum dari akun TikTok @mamahtama17, pada Jumat (10/11/23) berikut isi penjelasannya.
Advertisement
Pemilik akun @mamahtama17 mengaku menyesal tidak pernah mengecek buku pelajaran anaknya, Pratama Nur Anshor atau yang akrab dipanggil Tama.
Ungkapan sedihnya dalam video TikTok tersebut diunggah pada Jumat (5/11/23) dan mendapatkan 46 ribu likes dan 921 komentar.
Advertisement
Ibunya tidak pernah mengecek nilai Tama karena sang anak selalu menenangkan ibunya kalau ia anak yang pintar di sekolah.
Advertisement
Advertisement
Pada unggahan video tersebut, terbukti kalau anaknya, Tama mendapatkan nilai yang sempurna di sekolah dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Sang ibu mengucapkan terima kasih kepada anaknya yang sudah melakukan tugasnya dengan baik semasa hidupnya, yakni menepati janjinya untuk menjadi anak yang baik dan pintar.
Advertisement
Di dalam video TikTok tersebut, sang ibu juga mengungkapkan rasa sedihnya yang masih terasa hingga sekarang.
Ibunya masih merasa kehilangan anak pertamanya yang paling ia sayangi.
Advertisement
Advertisement
Di dalam unggahan video tersebut, sang ibu menuliskan tanggal berpulangnya Tama.
Ia juga mengajak penonton TikTok untuk mengenang dan mendoakan anak pertamanya, Tama.
Advertisement
Dalam unggahan videonya yang lain, sang ibu menjelaskan bahwa Pratama Nur Anshor atau yang biasa dipanggil Tama merupakan anak yang sehat semasa hidupnya.
Namun, ketika Tama memasuki usia 16 tahun, ia harus melawan penyakit yang dialaminya, tumor mediastinum.
Setelah berjuang keras untuk sembuh, Tama harus menyerah dan menghembuskan napas terakhirnya, pada Minggu (26/10/23).