Potret Lawas Jalan Malioboro Jogja Tempo Dulu, Jalanan Lengang & Pakaian Modis jadi Sorotan

Siapa sangka, Jalan Malioboro tempo dulu menyimpan sejuta cerita.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Potret Lawas Jalan Malioboro Jogja Tempo Dulu, Jalanan Lengang & Pakaian Modis jadi Sorotan
Potret Lawas Jalan Malioboro Jogja Tempo Dulu, Jalanan Lengang & Pakaian Modis jadi Sorotan (Merdeka.com)

Bicara soal Yogyakarta, rasanya kurang lengkap jika tak menyebut Jalan Malioboro. Menurut sejarahnya, ada begitu banyak peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Siapa sangka, Jalan Malioboro tempo dulu menyimpan sejuta cerita. Mulai dari ramainya pejalan kaki, jalanan lengang, hingga busana khas para warganya.

Penasaran seperti apa? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Jalan Malioboro Tempo Dulu

Bagi para wisatawan, Yogyakarta menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang rasanya wajib dikunjungi. Soal destinasinya, Jalan Malioboro pasti menjadi incaran nomor satu.

Jalan legendaris yang memiliki panjang 2 kilometer ini menjadi saksi bisu atas peradaban warga Yogyakarta.

Bagaimana tidak, ada begitu banyak zaman yang terus berganti.

Sementara Jalan Malioboro tetap berada di tempatnya, menjadi legenda tersendiri.

Tempo dulu, Jalan Malioboro rupanya identik dengan para pejalan kaki.

Hal tersebut selayaknya yang terungkap pada unggahan akun Instagram @arsip_indonesia beberapa waktu lalu. 

"Pemandangan Jalan Malioboro di Yogyakarta dipenuhi pejalan kaki, pengendara sepeda, dan mobil," demikian dikutip dari keterangan unggahan.

"Pemandangan Jalan Malioboro di Yogyakarta dipenuhi pejalan kaki, pengendara sepeda, dan mobil," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, sejumlah potret lawas tersebut diabadikan sekitar tahun 1948. Seperti yang diketahui, era itu merupakan waktu Indonesia terbebas dari kolonialisme dan tengah memberdayakan diri.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak ayal jika Jalan Malioboro kala itu dipenuhi para pejalan kaki dengan wajah sumringah. Banyak di antaranya yang berjalan diiringi dengan lalu lalang kendaraan umum berupa dokar. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Para pejalan kaki di Jalan Malioboro 1948," demikian dikutip dari keterangan unggahan.

Jalanan masih lengang, banyak warganya yang memilih untuk berjalan kaki. Sementara tak ada kendaraan bermotor, ada potret petugas yang tetap mengatur lalu lintas.

Jalanan masih lengang, banyak warganya yang memilih untuk berjalan kaki. Sementara tak ada kendaraan bermotor, ada potret petugas yang tetap mengatur lalu lintas.
Dok. Istimewa

Meski tempo dulu, namun jangan salah.

Meski tempo dulu, namun jangan salah.
Dok. Istimewa

Penampilan hingga busana yang dikenakan warga setempat pun nampak begitu khas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mulai dari rok panjang dengan rambut kepang hingga para pria yang berkemeja dan celana pendek.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak jarang pula, banyak ditemui wanita paruh baya yang memilih untuk berkebaya dan bersanggul cantik.

Lantaran hal ini, busana hingga penampilan warga Yogyakarta di Jalan Malioboro kala itu banjir pujian. Banyak yang menyebut jika warga kala itu punya selera berbusana yang baik.

"Zaman dulu ternyata udah pada modis," tulis akun @pe.naka

"Bajunya sudah modis-modis," tulis akun @mbeng_mbenk

"Fashionable di zamannya," tulis akun @djanu_2104

"Zaman dulu itu body goal semua ya, makanannya masih pada sehat, aktivitas banyak jalan," tulis akun @ariholau

Rekomendasi