Duka mendalam menyelimuti keluarga Diva Maelisa (15), seorang asisten rumah tangga (ART) yang dilaporkan meninggal dunia setelah melompat dari lantai empat kamar kos majikannya di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Di balik peristiwa tragis ini, tersimpan kisah kehidupan seorang remaja yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi dan berjuang membantu keluarganya.
Diva merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan Raudin (37) dan Umayah (33). Keluarganya diketahui hidup dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, mengungkapkan bahwa ayah korban bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Bapaknya kerja nyangkul. Kadang juga ikut proyek di luar kota, jadi memang kondisi ekonominya pas-pasan,” kata Siam Susanto, Sabtu (25/4).
Advertisement
Sejak kecil, Diva dikenal sebagai anak yang sederhana dan tidak banyak tingkah. Ia kerap membantu orang tua di rumah, termasuk dalam produksi emping melinjo sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga.
"Dia itu tidak neko-neko. Karena kondisi keluarga juga, akhirnya memilih kerja daripada di rumah,” ungkapnya.
Karakter tersebut membuat Diva tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki keinginan kuat untuk meringankan beban keluarganya.
Di usianya yang masih belia, Diva seharusnya tengah menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah atas (SMA). Namun, ia memilih berhenti sekolah dan merantau ke Jakarta demi membantu perekonomian keluarga.
Keputusan tersebut diambil karena pekerjaan membuat emping di kampung tidak selalu memberikan penghasilan tetap.
Advertisement
Diva diketahui baru bekerja sebagai ART. Ia berangkat ke Jakarta tak lama setelah Lebaran tahun ini.
“Baru beberapa bulan kerja, habis Lebaran tujuh hari langsung berangkat ke Jakarta,” ujarnya.
Langkah itu diambil dengan harapan dapat membantu kondisi ekonomi keluarga yang selama ini bergantung pada pekerjaan serabutan sang ayah. Kepergian Diva menjadi pukulan berat bagi keluarga. Niatnya untuk membantu orang tua justru berakhir tragis.
"Kondisinya memang dari keluarga yang ekonominya pas-pasan karena pekerjaan orang tua sendiri masih serabutan," tutup Siam.