Bikin Merinding, Puluhan Ular Sanca Bersarang di Gorong-Gorong Depan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi

Penemuan yang mengejutkan ini berawal dari seorang saksi mata bernama Nanan Apon, yang tengah mengejar seekor biawak di lokasi tersebut.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Bikin Merinding, Puluhan Ular Sanca Bersarang di Gorong-Gorong Depan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi
Ular sanca gegerkan warga Sukabumi. (Liputan6.com/Fira Syahrin) (© 2025 Liputan6.com)

Kemunculan puluhan anak ular Sanca dari saluran air di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengejutkan warga dan pengguna jalan, Selasa (09/12/25). Fenomena yang tidak biasa ini langsung menarik perhatian banyak orang, sehingga mereka berkerumun di lokasi.

Banyak pengendara motor dan mobil yang berhenti untuk melihat lebih dekat kumpulan anak ular tersebut, didorong rasa ingin tahu yang besar.

Peristiwa mengejutkan ini bermula dari seorang saksi mata bernama Nanan Apon, yang sedang mengejar seekor biawak di sekitar lokasi.

"Awalnya ada biawak, pas saya samperin ada ular satu di atas, pas dilihat ke bawah gorong-gorong, ternyata ada banyak," ungkap Nanan.

Ia mengaku sangat terkejut dan merinding saat melihat banyaknya anak ular tersebut, lalu segera melaporkan penemuan itu kepada warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar).

"Saya kaget merinding juga, tadi sama warga lain melapor ke Damkar. Itu banyak sekali ularnya ada puluhan kayaknya. Masih pada kecil kayaknya baru megar ularnya," tambahnya.

Tim Rescue Pos I Pemadam Kebakaran (Damkar) Palabuhanratu segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan. Wadanpos I Damkar Palabuhanratu, Amirudinhaq, mengungkapkan bahwa jumlah anak ular yang ditemukan jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Awal kami menerima laporan dari Pak Aceng dari pak Danpos dan kami bergerak ke sini bersama tim 4 orang. Awalnya saya kira di video itu hanya 5 ekor, ternyata pas kita kesini sebanyak 22 ekor," jelasnya.

Amir menambahkan bahwa puluhan anak ular yang dievakuasi tersebut tergolong dalam jenis Sanca. Meskipun jenis ular ini tidak berbisa, mereka tetap dianggap berbahaya karena memiliki gigi tajam yang menyerupai gergaji dan mengarah ke dalam. Diperkirakan, anak-anak ular ini baru saja menetas.

"Kayanya itu baru menetas, memang di musim hujan ini kita sering banyak laporan ular, karena memang musim hujan waktunya memang jenis hewan ini banyak yang menetas atau berkeliaran di pemukiman demikian," katanya.

Mengingat seringnya laporan kemunculan ular saat musim hujan, Amir mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko menangani ular sendiri jika menemukannya.

"Untuk masyarakat yang melihat ular berbisa maupun tidak berbisa jangan sekali kali mencoba kalau memang tidak tahu caranya, mending lapor saja ke pemadam atau memang yang sudah mengetahui jenis ular itu untuk penanganannya," ungkapnya.

Rekomendasi