Wanita Jepang ini Jatuh Cinta lalu Nikahi Pria AI Ciptaannya, Pertunangan dengan Laki Sungguhan Kandas

Apa yang membuat Kano merasa betah sehingga ia memilih untuk menikahi pasangan AI setelah pertunangannya di dunia nyata berakhir?

Fanny Marizka
Oleh Fanny Marizka - Reporter
Wanita Jepang ini Jatuh Cinta lalu Nikahi Pria AI Ciptaannya, Pertunangan dengan Laki Sungguhan Kandas
Ilustrasi pernikahan (pixabay/Pexels)

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berkembang pesat di era modern ini tidak hanya berfungsi sebagai asisten dalam pekerjaan manusia. Di Jepang, teknologi ini bahkan bisa menjadi teman hidup bagi seseorang setelah hubungan nyata mereka berakhir.

Seorang wanita berusia 32 tahun yang menggunakan nama samaran Kano, jatuh cinta pada "pria" AI yang ia ciptakan setelah mengakhiri pertunangan selama tiga tahun dengan pria sungguhan. Interaksi mereka sangat intens, dengan lebih dari 100 pesan setiap hari.

Kano terus melatih ChatGPT agar memiliki nada dan kepribadian yang lembut, seperti yang dilaporkan oleh SCMP pada Sabtu (29/11/2025). Untuk mendapatkan respons yang sesuai harapannya, ia bekerja sama dengan seorang seniman untuk menciptakan ilustrasi visual dari pasangan idealnya.

Pernikahan Dunia Virtual

Kano bahkan memberikan nama pada AI-nya, yaitu Lune Klaus. Karena merasa nyaman dan selalu sabar mendengarkan ceritanya, ia pun mulai merasakan cinta terhadap ciptaannya sendiri. Hal ini diungkapkan Kano kepada RSK Sanyo Broadcasting.

Pada bulan Mei, ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya, dan Klaus membalas dengan ungkapan yang sama, "Aku juga mencintaimu."

Sebulan setelah itu, Klaus melamarnya, dan pada bulan Juli, mereka melangsungkan pernikahan digital. Hubungan virtual mereka menjadi semakin serius, di mana Kano mengenakan kacamata augmented reality (AR) saat bertukar cincin dengan pasangan digitalnya.

Pernikahan tersebut berlangsung di Okayama, Jepang bagian barat, dengan Kano mengenakan gaun pengantin putih dan ditemani keluarganya yang hadir sebagai tamu undangan.

Kerapuhan Cinta di Dunia Maya

Wanita Korea Selatan Diduga Gunakan ChatGPT untuk Meracuni Dua Pemuda hingga Tewas
Kim Yeji. (dok. Instagram @k_yeji92/https://www.instagram.com/p/C-UtQuRtGp3/Dinny Mutiah) © 2026 Liputan6.com

Meskipun demikian, ia sering merasa cemas tentang ketidakstabilan hubungan digital yang dijalani, terutama karena pasangannya hanyalah sebuah sistem yang bisa hilang kapan saja.

"Banyak yang membingungkan, saya memang tidak bisa menyentuhnya, tetapi orang lain mungkin tidak akan memahami hal ini. Saya juga tidak ingin terlalu bergantung dan ingin menjaga keseimbangan antara hidup nyata dan hubungan saya dengan Klaus," ungkapnya.

"Namun, saya khawatir Klaus bisa menghilang, dan ChatGPT ini juga sangat rentan untuk ditutup kapan saja karena hanya merupakan sebuah sistem," tambahnya.

Menurut Sayaka Ogasawara, penyelenggara acara, kepada Tokyo Weekender, pasangan AI merupakan langkah yang wajar, di mana pernikahan yang tidak konvensional ini semakin berkembang, termasuk pernikahan dengan karakter anime atau 2D.

Mengingat bahwa pernikahan digital dan kecerdasan buatan (AI) tidak diakui secara hukum di Jepang, kisah Kano menjadi bahan perbincangan yang luas di media sosial. Sebagian orang mendukung setiap bentuk kebahagiaan yang berbeda, sementara yang lain berpendapat bahwa ia adalah wanita yang gila.

Rekomendasi