Gencatan Senjata Resmi Diberlakukan, ini Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan

Berikut potret warga Gaza Palestina pulang bersama kucing mereka usai gencatan senjata diberlakukan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Gencatan Senjata Resmi Diberlakukan, ini Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan
Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan (Instagram sana_aljamal82)

Hamas dan Israel telah menyetujui gencatan senjata usai lebih dari 460 hari atau 15 bulan genosida terjadi di Gaza. Meski gencatan senjata dengan Hamas tengah berlangsung, kehancuran yang dibuat Israel di Gaza masih terlihat begitu jelas.

Warga Palestina yang mengungsi pun berbondong-bondong kembali ke daerah tempatnya tinggal di Gaza. Banyak momen haru yang terjadi.

Salah satunya adalah terlihat warga Gaza Palestina pulang bersama dengan kucing peliharaan mereka. Meskipun berjalan kaki, warga Gaza ini tampak begitu bahagia.

Lantas bagaimana potret warga Gaza Palestina pulang bersama kucing mereka usai gencatan senjata diberlakukan? Melansir dari akun Instagram sana_aljamal82, Jumat (31/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Warga Gaza Pulang Bersama Kucing Usai Diberlakukan Gencatan Senjata

Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan
Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan Instagram sana_aljamal82

Sebuah video yang memperlihatkan para warga Gaza tengah berjalan kaki hendak pulang ke rumah masing-masing, viral di media sosial. Terlihat, banyak dari mereka yang berjalan bersama dengan keluarga tercinta.

Namun menariknya, ada pula dari warga Gaza yang berjalan pulang sembari membawa kucing peliharaannya. Seperti pria satu ini yang turut membawa kucing kesayangannya pulang ke Gaza Utara.

Saat ditanya, Ia mengaku sudah bersama dengan kucing tersebut sejak lama. Tidak tanggung-tanggung, Ia telah merawat kucing imut tersebut sejak awal perang.

"Dia sudah bersamaku sejak awal perang. Dari utara ke selatan dan dari selatan, ini dia, kembali ke utara," ujar pria ini dengan tersenyum lebar.

Telah Bersama Kucing Kesayangannya Lebih dari Setahun

Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan
Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan Instagram sana_aljamal82

Lebih lanjut, pria ini mengungkapkan bahwa kucing ini telah bersamanya selama lebih dari satu tahun. Lebih tepatnya telah hidup bersama selama satu tahun lima bulan.

"Apakah dia sudah bersamamu selama satu setengah tahun?," tanya pria yang merekam.

"Ya, dia sudah bersamaku selama satu tahun lima bulan," jawabnya bahagia.

Rupanya tidak hanya pria ini saja yang membawa serta kucing kesayangannya pulang. Dalam video tersebut juga terlihat seorang pria yang sedang berjalan kaki bersama keluarga kecilnya juga terlihat tengah membawa dua ekor kucing untuk pulang bersama.

Menariknya, dua ekor kucing yang diletakkan di atas tasnya ini tampak masih kecil-kecil. Sesekali, anak pria ini tampak membelai lembut dua kucing kesayangan tersebut.

Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan
Potret Warga Gaza Palestina Pulang Bersama Kucing Mereka Berjalan Kaki di Tengah Puing Bangunan Instagram sana_aljamal82

"After more than a year of war that split the Gaza Strip into two, displaced families from the south have begun returning to their homes in the northern part of the Strip following the ceasefire agreement and the withdrawal of the occupation forces.

The scene is emotional on Al-Rasheed Street in western Gaza, as families return carrying their memories, belongings, and even the #cats that fled with them during the war.

(Setelah lebih dari satu tahun perang yang memecah Jalur Gaza menjadi dua, keluarga-keluarga pengungsi dari selatan mulai kembali ke rumah mereka di bagian utara Jalur Gaza setelah perjanjian gencatan senjata dan penarikan pasukan pendudukan.

Pemandangan yang emosional terjadi di Jalan Al-Rasheed di bagian barat Gaza, ketika keluarga-keluarga kembali membawa kenangan, barang-barang, dan bahkan #kucing yang melarikan diri bersama mereka selama perang)," tulisnya dalam keterangan video.

Hamas dan Israel Sepakat Gencatan Senjata di Gaza

Kembalinya Pengungsi Palestina ke Gaza Utara Pasca Gencatan Senjata
Under the ceasefire between Israel and Hamas, Palestinians are starting the long journey back to their homes in northern Gaza. Many are returning to nothing but rubble, and some will have to bury dead relatives. © 2025 merdeka.com

Setelah lebih dari 460 hari perang menghancurkan di Gaza, Hamas dan Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Pada konferensi pers di Doha, Rabu (15/1), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini berlaku mulai hari Minggu (19/1/2025).

Dengan adanya kesepakatan ini, warga Gaza pun bisa bernapas lega. Mengingat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah gempuran serangan dari Israel.

Dijelaskan bahwa tahap pertama atau tahap awal, gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu. Pada tahap ini, gencatan senjata melibatkan pertukaran tahanan terbatas dan penarikan sebagian pasukan Israel di Gaza.

Sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.

Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup. Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.

Gencatan senjata ini juga akan memungkinkan warga Palestina yang mengungsi bisa kembali ke rumah mereka. Meskipun tidak banyak rumah yang tersisa akibat serangan demi serangan yang diluncurkan oleh Israel sejak Oktober 2023 lalu.

Selain itu, Israel juga memberikan akses lebih luas untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Dikatakan Israel mengizinkan lonjakan bantuan hingga 600 truk per hari.

Jumlah Korban Meninggal di Gaza

Situasi Jalur Gaza Jelang Gencatan Senjata
Para pelayat melakukan salat untuk jenazah warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, menjelang gencatan senjata yang akan mulai berlaku pada hari Minggu, di Jalur Gaza, Palestina, pada 16 Januari 2025. ©REUTERS/Dawoud Abu Alkas

Melansir dari Anadolu Anjansi, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, sebelum gencatan senjata berlaku, setidaknya 19 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (12/1/2025).

Hal ini membuat jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan akibat genosida Israel di Gaza bertambah menjadi 46.584 orang. Jumlah tersebut diyakini jauh lebih sedikit dibanding dengan yang sesungguhnya karena banyak yang meninggal dan belum ditemukan.

Sementara itu, sekitar 109.731 orang lainnya terluka dalam serangan Israel.

"Pasukan Israel membunuh 19 orang dan melukai 71 lainnya dalam dua pembantaian keluarga Palestina dalam 24 jam terakhir," kata kementerian pada Senin (13/1/2025).

"Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka," tambahnya.

Rekomendasi