Setiap manusia pasti pernah merasakan kesedihan. Sebab, menjalani hidup tak selalu mulus seperti yang diinginkan. Begitu banyak ujian yang datang dan harus dijalani tanpa henti.
Tak sedikit orang yang ingin menyerah ketika dihadapkan dengan berbagai ujian dan cobaan. Namun akhirnya hanya bisa diluapkan dengan emosi yakni sedih.
Mengungkapkan lewat kata-kata sedihmenjadi salah satu cara untuk meluapkan emosi yang dirasakan. Kata-kata sedih juga bisa dikirim kepada keluarga dan teman yang sedang merasa sedih.
Ada banyak pilihan kata-kata sedih yang bisa digunakan. Merangkum dari beragam sumber, Rabu (14/6) berikut adalah kata-kata sedih yang bisa temani momen galau dan mewakili perasaanmu.
Advertisement
1. “ Bodohnya aku terlena dalam untaian kata indah darimu, hingga akhirnya ku tenggelam dengan kenanganmu,” anonim.
2. “ Jangan sekali-kali menempatkan diriku dalam kerumunan wajah sendu, terutama di hari bahagiamu,” anonim.
3. “ Tahukah kau jika diri ini telah menikmati setiap detik saat kita bersama, karena ku tahu ketika kau pergi, maka semua itu sudah dalam ingatanku,” anonim.
4. “ Dunia ini begitu luas untuk diarungi, jadi jangan biarkan aku lupa dengan hanya mengarungi duniamu saja,” anonim.
5. “ Ada masa ketika kau memberikan isyarat cinta, namun ada juga saat kau memberikan isyarat untuk pergi,” anonim.
6. “ Jika ada seseorang yang mengajakmu ke puncak, maka ia adalah aku yang paling depan untuk menemanimu mendaki,” anonim.
7. “ Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu,” anonim.
8. “ Jika kau tanya untuk apa hujan membasahi bumi, maka ia tidak tahu, beda dengan air mata yang tahu untuk siapa ia terjatuh,” anonim.
9. “ Embun telah pergi di pagi ini, basah hujan semalam pun telah mengering. Namun ketika ku lihat perjuangan di balik cermin, maka yang tersisa hanyalah kenangan,” anonim.
10. “ Berikan sedikit cahaya dalam gelapmu, agar aku bisa percaya akan adanya harapan,” anonim.
11. “ Meski tak bisa ku sentuh, namun aku inginkan kamu yang utuh,” anonim.
12. “ Dan hanya senyummu yang merambat dalam ingatan, menjeratku dengan kenangan yang terjadi berulang-ulang,” anonim.
13. “ Sebesar itukah ombak kenanganmu hingga kau anggap kesungguhan ini hanyalah sebesar semut yang ingin hidup di samudra,” anonim.
14. “ Kan ku jaga pelabuhan hati ini saat kau masih berlayar menjelajahi petualangan cinta yang baru,” anonim.
15. “ Tak usahlah kau merasa terganggu, karena aku hanya mencintaimu dalam diam,” anonim.
16. “ Dan kenyataannya kita hanya bertegur sapa, padahal dulu pernah sedekat nadi, hingga akhirnya hujan membawamu pergi,” anonim.
17. “ Jika kau pikir aku masa lalu, maka ingatlah kita pernah ingin menggapai mimpi yang baru,” anonim.
18. “ Entah kenapa saat ia menghilang, seluruh dunia menjadi terpuruk,” Lamartine.
19. “ Setidaknya tersenyumlah tanpa diriku, jika memang kau tak bahagia denganku,” Yoon Myong Joo.
20. “ Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai,” Haruki Murakami.
Advertisement
21. “ Mencintai orang yang tidak cinta, berharap pada hal yang tidak pasti, dan peduli pada mereka yang acuh. Pada saatnya sakit itu akan muncul ketika penyesalan nanti,” Raditya Dika.
22. “ Suatu saat bukan diri ini yang akan kau rindukan, namun hatiku, rumah nyaman yang pernah menghuni cintamu,” anonim.
23. “ Sungguh hebat sekali, baru kemarin kita jalan bersama, sekarang kau dengan yang lain,” anonim.
24. “ Aku tak pernah berharap agar kau menjadi milikku, namun hanya satu pintaku. Tersenyumlah dan berkata jika kita bertemu – Ia adalah orang yang selalu sayang padaku,” anonim.
25. “ Mungkinkah aku jadi orang yang paling bahagia, jika masih bersamamu?”, anonim.
26. “ Jika memang aku harus mengajarimu cara mencintaiku atau sekedar memberitahuku, maka jaga cinta itu dan juga kata-katamu,” Najwa Zebian.
27. “ Orang-orang bahkan tidak menyadari akan kesepian ini, dan seakan-akan mereka menganggap remeh semua ini,” Tom Hansen.
28. “ Kenapa hati ini masih menunggu, dan tak mau beranjak untuk mengharap cintamu yang semu,” anonim.
29. “ Izinkan aku bermimpi dunia ini milik kita berdua, meski saat terjaga aku tahu dengan pasti kau adalah miliknya,” anonim.
30. “ Dan ketika hujan turun maka kesedihan itu datang, sama seperti saat ku lihat kau berpayung berdua bersamanya dan berbagi rasa,” anonim.
31. “ Untuk merelakanmu maka tidak bisa dengan seuntai kata perpisahan yang turut mengiringi pelarianmu,” anonim.
32. “ Jika saja matahari tak pernah terbenam, mungkin cinta ini tak akan pernah padam,” anonim.
33. “ Jika kau memilih jalan lain untuk pulang, maka pastikan kita tidak saling berpapasan, di ujung jalan persimpangan yang biasa ku sebut dengan penantian,” anonim.
34. “ Bagaimana kata indah bisa terukir jelas, tanpa ada dirimu di dalam hatiku,” anonim.
35. “ Jika kau tahu aku tak pernah dapat peran, lalu kenapa kau masukkan aku dalam drama cintamu?,” anonim.
36. “ Teganya kau ajari aku cara mencintaimu, namun tak pernah kau ajarkan untuk melupakanmu,” anonim.
37. “ Indahnya bulan dan bintang selalu hadir di setiap malam, tidak seperti dirimu yang meninggalkanku dalam kegelapan,” anonim.
38. “ Untuk apa kau ajari aku cara terbang jika kemudian kau patahkan lagi sayap ini?,” anonim.
39. “ Belum sempat ku nyatakan cinta padamu, ternyata lebih dulu ku lihat di balik jendela matamu, jika kau sedang bersama dia,” anonim.
40. “ Sadarkah kau jika kita sedang di arah yang berbeda, mungkin aku yang berjalan menjauh, atau kamu yang sedang menyimpang?,” anonim.
Advertisement
41. “ Ketika melangkah di depanku, kamu nampak biasa. Namun apalah daya hati ini yang selalu mengagumimu tanpa suara,” anonim.
42. “ Aku rela hidup dalam pijar lenteramu, meskipun suatu saat kau akan memadamkannya,” anonim.
43. “ Jika kepergian ini tak membuatmu rindu, mungkin kedatanganku bukan suatu hal yang sedang kau tunggu,” anonim.
44. “ Mungkin sekarang hanya hujan yang datang ke rumah ini, namun kelak ku berharap engkau yang akan mengobati rasa sakit hati ini,”
45. “ Kau bagaikan mimpi, kenanganmu terus merajut sepanjang tidur malam ini,” anonim.
46. “ Aku hanyalah daun yang jatuh dengan terpaksa, karena terlepas dari ranting yang lama menjadi sandaran,” anonim.
47. “ Mungkin aku terlalu lama memburu waktu, hingga berharap waktu juga mampu membunuh rasa untukku,” anonim.
48. “ Aku tak peduli dengan cahaya yang perlahan pergi, namun aku hanya takut jika esok menjadi sepi,” anonim.
49. “ Aku melangkahkan kaki bersama dengan harapan. Dan aku menunggu dalam sepi, meski ditemani ketidakpastian,” anonim.
50. “ Menyakitkan itu ketika kau dan dia saling mencintai, namun hanya sebatas teman,” anonim.
51. “ Rindu itu menyesakkan dada, menyayat hati, dan membungkus rasa sakit ini seperti labirin tanpa jalan keluar,” anonim.
52. “ Tahukah kamu rasa sakit apa yang susah hilang? Yakni saat kau bilang putus namun hati masih sayang,” anonim.
53. “ Kala fajar menjemput pulang, maka ku berikan malam yang bisa untuk kau kenang,” anonim.
54. “ Kau meninggalkan diri ini dengan perahu usang di tengah-tengah lautan harapan, padahal dulu kita merakit cinta dan belajar mengarunginya secara bersama,” anonim.
55. “ Kau mungkin sudah menghancurkan hati ini hingga tak tersisa, namun aku akan tetap berjuang dengan sisa kepingan yang ada,” anonim.
56. “ Aku bukanlah orang yang mampu merubah racun menjadi madu, karena tak bisa ku ubah cinta kita yang jauh dari kata restu,” anonim.
57. “ Apalah daya ini yang hanya bisa mengikhlaskan kepergianmu, ketika seseorang telah ada untuk menjagamu,” anonim.
58. “ Mungkin jika hati ini ikhlas untuk menerimanya, maka kepergianmu tak akan menjadi derita,” anonim.
59. “ Ingin ku ketuk pintu hatimu, apalah daya ternyata ada orang lain yang sudah singgah dan membuatmu penuh bahagia,” anonim.
60. “ Bersyukur meski hanya melihatmu dalam mimpi, karena ketika terbangun, bayanganmu akan kembali sirna,” anonim.