Prajurit TNI berinisial Praka ANG kedapatan menendang pemotor wanita di kawasan Jalan Hankam Mabes TNI, Bekasi. Buntut peristiwa itu, ANG dijatuhi hukuman sanksi.
Praka ANG bahkan digiring komandan menuju ke rumah korban. Dia diminta memohon maaf secara langsung.
Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Digiring Komandan ke Rumah Korban
Dalam balutan seragam loreng dan didampingi sejumlah anggota beserta Bhabinkamtibmas setempat, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU, melalui Komandan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 471 Pasgat, Letkol Pas Bagus Ajar Pamungkas bertandang langsung ke kediaman Sri Dewi Kemuning (21) pada Rabu (25/4).
Momen kunjungan Letkol Bagus tersebut sekaligus 'menyeret' Praka ANG yang kedapatan menendang motor Sri pada Senin (24/4) lalu. Di lokasi, Letkol Bagus menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas nama institusi TNI lantaran sikap salah satu anggotanya yang disebutnya telah berbuat salah.
"Bapak, saya komandannya Praka ANG sekali lagi pak (menyampaikan) mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan dari anggota saya yang berbuat kesalahan," ungkapnya, demikian dikutip dari video singkat pada akun Instagram @militer.udara.
"Mudah-mudahan agar tidak terulang kembali dan saya juga mengucapkan terima kasih karena kami sudah diterima dengan terbuka oleh keluarga," sambung Bagus.
Advertisement
Pelaku Minta Maaf Langsung
Berdiri tepat di samping pelaku, Letkol Bagus lantas meminta Praka ANG guna menyampaikan permohonan maafnya secara langsung kepada pihak keluarga korban.
"Saya juga menyampaikan ke Praka ANG agar bisa menyampaikan permohonan maaf ke bapak dan keluarga. Silakan," perintah Bagus.
Di hadapan korban beserta keluarga dan disaksikan sejumlah anggota lainnya, Praka ANG lantas mulai angkat bicara. Dalam kesempatan tersebut, Praka ANG mengaku bersalah dan meminta maaf secara langsung kepada korban.
"Mohon izin, bapak. Saya atas nama pribadi Praka ANG, saya mengaku saya salah atas kejadian yang saya lakukan kemarin yang merugikan keluarga. Saya mohon maaf sebesar-besarny," tutur Praka ANG.
"Saya juga mohon agar bapak beserta keluarga bersedia untuk memaafkan saya dan mendoakan saya ke depan agar dapat menjadi orang yang lebih baik lagi," imbuhnya.
Advertisement
Pesan Mendalam Ayah Korban
Dengan berbesar hati, ayah korban seketika menanggapi ungkapan permintaan maaf dari Bagus serta Praka ANG.
Berdiri tak jauh dari sang putri beserta cucu yang mendapat tindakan tak terpuji Praka ANG, ayah korban menyebut jika dirinya telah berlapang dada menerima permohonan maaf tersebut.
Di akhir ungkapannya, ayah korban turut menyampaikan pesan mendalam kepada pelaku agar tak mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari terhadap orang lain.
"Saya maafkan atas perbuatan sampeyan kepada anak dan cucu saya. Saya pesan, jangan sampai terulangi lagi kepada siapa pun," kata ayah korban.
Advertisement
Tendang Pemotor, Praka ANG Kena Sanksi
Sebelumnya, beredar video viral merekam arogansi prajurit TNI yang menendang pemotor yang membonceng diduga anaknya. Tindakan arogansi itu disebutkan terjadi saat melintas di jalan raya.
Kejadian itu terjadi saat arus lalu lintas di arah sebaliknya macet panjang. Tendangan pun dilayangkan si prajurit yang memakai pakaian loreng diawali adu mulut sampai motor sang ibu hampir jatuh.
"Sebelumnya uda sempet ditendang sekali. Makanya gue bilang gue telat videoin, kirain ngga akan nendang lagi. Ternyata," tulis narasi dalam video pada akun instagram @kapm_ri.
Atas aksinya tersebut, pelaku yang kemudian diidentifikasi sebagai Praka ANG lantas dijatuhi sanksi disiplin. Hal itu secara langsung disampaikan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI AU.
"Akibat perbuatannya, Praka ANG sudah ditahan dan mendapatkan hukuman disiplin dari atasannya," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono dalam keterangannya, Selasa (25/4).
Advertisement
Panglima TNI Angkat Bicara
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono juga turut meminta maaf atas aksi arogansi prajuritnya yang menendang pengendara motor di jalan raya. Dan berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap prajurit arogan tersebut.
"Panglima TNI atas nama segenap Prajurit TNI mohon maaf adanya perilaku arogan yang ditampilkan oleh oknum TNI tersebut. Dan selanjutnya akan memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan," kata Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Selasa (25/4).
Julius kembali mengingatkan instruksi dari Panglima TNI agar para prajurit tidak arogan dan menyakiti hati masyarakat. Sehingga, atas adanya kasus ini Puspom TNI pun sudah turun tangan menelusuri kejadian yang sebenarnya.
"Maka Puspom TNI sudah menelusuri. identitas motor tersebut pemilik inisial K alamat KTP Wonosobo. Selanjutnya memastikan penggunanya saat itu untuk diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tukasnya.
Video
Praka ANG 'diseret' komandan ke rumah korban usai melakukan tindakan tak terpuji. Korban diwakili sang ayah angkat bicara.
Berikut video selengkapnya yang dapat Anda saksikan.