Penyebaran Agama Islam telah lama dilakukan di Indonesia, salah satunya di kawasan Temanggung, Jawa Tengah.
Daerah yang identik dengan dataran tinggi ini memiliki sejarah panjang terhadap penyebaran Agama Islam. Hingga saat ini jejak sejarahnya masih ada dan dikenang.
Melansir dari kanal Youtube Java Hidden Gems, Kamis (13/10), salah satu Desa di Temanggung menjadi saksi penyebaran Agama Islam di kawasan Kedu. Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Bumi Makukuhan Temanggung
Sebuah Desa di lereng Gunung Sumbing tepatnya di Desa Wonosori, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung menyimpan sejarah panjang dalam penyebaran Agama Islam.
Salah satu tempat yang konon menjadi saksi sejarah penyebaran Agama Islam adalah Bumi Makukuhan. Sebuah kawasan yang kini berfungsi sebagai gardu pandang di lereng Gunung Sumbing.
Bumi Makukuhan juga dianggap sebagai makam dari seorang spiritualis dan penyebar Agama Islam, Ki Ageng Makukuhan.
Letak makam Ki Ageng Makukuhan berada di dalam kawasan wisata ini. Bahkan para pengunjung juga sering melakukan wisata religi untuk berziarah ke makamnya.
Advertisement
Ki Ageng Makukuhan, Santri Beretnis Tionghoa
Nama Ki Ageng Makukuhan sangat dikenal oleh hampir seluruh petani tembakau di Temanggung. Dia menggunakan cara bertani tembakau untuk mensyi'arkan Agama Islam di Temanggung.
Ki Ageng Makukuhan disebut murid dari Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga yang membawa benih tembakau ke daerah ini.
Ki Ageng Makukuhan juga merupakan seorang yang beretnis tionghoa, karena nama Makukuhan adalah nama yang diambil dari nama aslinya yaitu Ma Ku Kwan. Ia dikenal sebagai seorang santri di Masjid Tie Lieng Sieng di desa Glagahwangi.
Advertisement
Pola Penyebaran Agama Islam oleh Ki Ageng Makukuhan
Ki Ageng Makukuhan mengikuti cara gurunya yaitu Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga menyebarkan Agama Islam dengan cara yang mudah diterima oleh penduduk Nusantara. Ia menggunakan cara bertani.
Cara bertani dirasa mudah menyentuh hati para petani kala itu, selaras dengan cara yang dilakukan oleh gurunya.
Dia juga sering melakukan Sholat di tanah terbuka sehingga menarik perhatian para warga sehingga ditanya apa yang sebenarnya dilakukan. Ki Ageng Makukuhan mengatakan bahwa sedang berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar panen tembakaunya bisa berhasil dan melimpah.
Advertisement
Warga Tertarik Berdoa dengan Caranya
Warga setempat yang masih mengikuti kepercayaan turun-temurun awalnya tidak terlalu memperhatikan ucapan Ki Ageng Makukuhan. Namun dia membuktikan saat panen raya tiba, hasil panen tembakaunya jauh melimpah kala itu.
Warga seketika tertarik untuk belajar cara memohon atau berdoa yang baik kepada Tuhan. Mulai saat itu penyebaran Agama Islam perlahan mulai menyebar di daerah ini.
Konon ada dua versi letak makam Ki Ageng Makukuhan. Versi pertama ada di Kecamatan Kedu, dan kedua ada di Bumi Makukuhan. Namun menurut informasi, lokasi yang berada di Kedu hanyalah petilasan Ki Ageng Makukuhan, sedangkan makam aslinya ada di Bumi Makukuhan.
Advertisement
Video Lengkap
Berikut video Bumi Makukuhan selengkapnya .