Bacaan Sajadah dalam Agama Islam, Lengkap dengan Arti Beserta Tata Caranya

Sujud tilawah dianjurkan bagi umat Islam yang senantiasa mendengar ayat sajadah.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Bacaan Sajadah dalam Agama Islam, Lengkap dengan Arti Beserta Tata Caranya
Doa Sujud. Dream.co.id ©2021 Merdeka.com

Agama Islam memberikan banyak manfaat bagi umatnya. Salah satunya yakni melalui turunnya kitab suci Alquran yang diharapkan dapat membawa kemenangan bagi siapa saja.

Dengan Alquran, umat Islam dapat memperoleh begitu banyak pelajaran untuk dunia maupun akhirat. Maka dari itu, Alquran hendaknya menjadi pegangan hidup utama bagi umat Islam.

Baca juga: Bacaan Doa Sujud Tilawah Beserta Hukumnya

Alquran memiliki banyak kandungan yang berisi mengenai petunjuk bagi manusia. Di dalamnya, terdapat perintah, larangan, hingga anjuran yang dapat dilakukan manusia di muka bumi.

Salah satunya yakni perintah untuk menyembah Allah SWT serta melakukan berbagai kegiatan lain yang memiliki manfaat. Di antaranya yakni anjuran untuk sujud tilawah saat melafalkan bacaan sajadah atau mendengar ayatnya.

Lantas, bagaimana seharusnya bacaan sajadah tersebut? Lalu bagaimana pula tata cara sujudnya? Melansir dari laman NU Online, berikut ulasan selengkapnya mengenai bacaan sajadah beserta tata caranya.

Melansir dari laman NU Online, melakukan sujud tilawah menjadi salah satu hal yang dianjurkan bagi umat Islam. Namun, sujud tilawah tersebut dilakukan dalam keadaan tertentu.

Sujud tilawah dianjurkan untuk dikerjakan apabila seorang muslim mendengar ayat sajadah. Hal tersebut seperti yang pernah disampaikan Rasulullah SAW dalam suatu waktu.

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda sebagai berikut.

Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, "celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka."

Dalam hadis tersebut, seseorang yang dengan sengaja melakukan sujud tilawah saat mendengar bacaan sajadah maka ada balasan surga tersendiri. Bahkan, iblis pun senantiasa merasa khawatir atas sujud tilawah yang dilakukan oleh seorang muslim tersebut dengan mengharap ridha Allah SWT.

Mengenai anjuran untuk sujud tilawah tersebut juga turut diungkap melalui Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar. Adapun bunyi hadisnya yakni sebagai berikut.

"Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya."

Berdasarkan hadis tersebut, terungkap kebiasaan baik Rasulullah yang seketika bertakbir hingga bersujud saat mendengar ayat sajadah. Maka dari itu, melakukan hal demikian merupakan suatu anjuran yang baik serta berpahala bagi siapa pun yang mampu mengerjakannya.

Setelah mengetahui anjuran pentingnya melakukan sujud tilawah usai mendengar ayat sajadah, maka tata cara sujud sajadah menjadi penting untuk dipahami. Sebab, mengerjakan sujud tilawah hendaknya dilakukan dengan tata cara yang baik dan benar.

Secara umum, melakukan sujud sajadah sama halnya dengan tata cara mengerjakan ibadah lainnya dalam agama Islam. Pertama kali, pastikan tak ada najis yang menempel pada tubuh atau pun sekadar pakaian.

Sebab, memastikan diri dalam keadaan suci menjadi syarat utama bagi seorang muslim sebelum menunaikan ibadah. Adapun tata cara sujud tilawah atau sajadah yaitu sebagai berikut.

Memastikan dirinya tidak berhadats dan tidak bernajis dengan cara berwudhu dan menyucikan najis yang ada.

Lalu kemudian seorang muslim menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.

Setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan.

Setelah sujud satu kali lalu bangun untuk kemudian duduk sejenak tanpa membaca tahiyat dan mengakhirinya dengan membaca salam.

Doa bacaan sajadah berikut ini dapat dilafalkan untuk mengharap ridha Allah. Bacaan sajadah berikut hendaknya dilafalkan dengan sungguh-sungguh serta niat yang baik. Berikut bunyinya.

Sajada wajhiya lil ladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi fa tabarakallahu ahsanul khaliqina.

Artinya:

"Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta," (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada hamisy I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 246).

Setelah bacaan sajadah di atas, lafal berikut ini juga dapat ditambahkan untuk menyempurnakan doa kepada Allah SWT. Adapun bunyinya yakni sebagai berikut.

Allahummaktub li biha ‘indaka ajran, waj’alha li ‘indaka dzukhran, wa dha’ ‘anni biha wizran, waqbalha minni kama qabiltaha min ‘abdika dawuda.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah pahala bagiku di sisi-Mu melalui sujud ini. Jadikan sujud ini sebagai simpananku di sisi-Mu. Lepaskanlah beban dosaku melalui sujud ini. Terimalah sujud dariku ini sebagaimana Kau menerima sujud hamba-Mu, Dawud as,’ (HR Abu At-Tirmidzi)," (Sayyid Bakri, I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 246).

Rekomendasi