Belum lama ini dua putri konglomerat Indonesia nongkrong di warteg. Mereka adalah Grace Tahir dan Valencia Tanoe. Sembari menikmati santapan, keduanya asyik mengobrol membicarakan kehidupan. Apalagi keduanya sama-sama merupakan anak orang kaya.
Valencia juga membicarakan mengenai keluarganya dan kerjaan bisnis keluarga Hary Tanoesoedibjo. Lantas bagaimana obrolan dua putri konglomerat tentang kehidupan menjadi anak orang kaya?
Melansir dari akun YouTube Grace Tahir, Minggu (26/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Ekspektasi Hary Tanoesoedibjo
Valencia Tanoe, putri kedua Hary Tanoesoedibjo membongkar kehidupannya menjadi anak orang kaya. Menurutnya, kekayaan dan segala keistimewaan yang dimiliki ini merupakan berkat baginya. Namun hal itu juga menjadi tanggung jawabnya untuk bisa berkontribusi dan menjaganya.
"Siapa yang belum ke bisnis keluarga sekarang?," tanya Grace Tahir.
"2 adik perempuan gue. Karena adik gue yang cowok masih sekolah, kakak gue di Kementerian," jawab Valencia Tanoe.
"Ada enggak sih ekspektasi dari seorang Pak Hary itu untuk anak-anaknya semua untuk hari kelak ya meneruskan family business nya Pak Hary ini?," tanya Grace.
"Sebenarnya sih pasti harapan dari orangtua ada ya, bukan paksaan tapi is more kaya harapan. Karenakan dari segi orangtua kan mereka melakukan semua ini kan untuk kita gitu, they work so hard. Since I was young juga sadar lah kaya orangtua tuh kerja keras. Jadi ada sisi di mana ini berkat buat kita sekaligus jadi tanggung jawab kita bisa kontribusi dan menjaga warisan keluarga gitu sih," jelas Valencia.
Advertisement
Beban dari Bisnis Keluarga
Tak bisa dipungkiri, bisnis keluarga terkadang cukup rumit dan ada beban tersendiri. Bagi Valencia, bisnis keluarga ini tentu ada segi bebannya namun tidak terlalu buruk untuk dijalani. Mengingat ada tanggung jawab besar yang sedang dipikulnya.
"Beban enggak sih? Bisnis keluarga kadang rumit kan," tanya Grace."Dari segi beban sih pasti ada ya, burden nya in a way tidak terlalu buruk juga. Cuma maksudnya in a way itu menjadi sesuatu yang pressure kita karena tanggung jawabnya besar. Kita kan di kantor juga ada 30 ribu karyawan kan, totalnya. Jadinya enggak bisa cuma mikirin diri kita sendiri sama apa yang kita mau," ungkap Valencia, putri kedua Hary Tanoesoedibjo.
Advertisement
Bertengkar Karena Bisnis
Sebagai lima bersaudara, tentu saja Valencia pernah merasakan bertengkar sesama saudara. Akan tetapi, pertengkaran tersebut tidak sampai ke dunia bisnis. Sebab, sang ayah telah menempatkan anak-anaknya di bisnis yang berbeda-beda.
"Aku merasa orangtua ku juga lumayan penuh pertimbangan tentang itu (berantem sesama saudara) ya. Dari dulu mungkin dia sudah lihat banyak usecase dan segalanya bahwa keluarga itu bisa berantem di bisnis. Tapi karena kita ditaruh di bisnis yang berbeda-beda gitu, jadi kita independently fokus sama hal yang berbeda-beda," lanjutnya."Tapi kita saling berkolaborasi dan kita bersinergi. Bisnis ya enggak bisa berdiri sendiri. Kita saling bikin keputusan di tempat kita sendiri, tapi dalam waktu yang sama, kita bekerja sama. Kalau misalnya ada proyek yang kita kerjain sama-sama, yang pernah gue alami adalah saling suportif sih. Walaupun kita mempunyai ketidak setujuan, kita enggak ngomong itu depan orang-orang, kita ngomongnya di belakang saja," tambahnya.
Advertisement
Nilai Terbesar dari Orangtua
Menjadi putri konglomerat, Valencia tentu banyak mengambil nilai-nilai yang diajarkan oleh orangtuanya. Menurut putri kedua Hary Tanoesoedibjo ini, harus berpegang kepada Tuhan menjadi salah satu nilai terbesar dan terpenting dari orangtuanya.
"Apa nilai terbesar dari papa atau mama kamu yang masih kamu pegang sampai sekarang?" tanya Grace."Sebenarnya sih dari kecil karena keluarga gue Kristen banget ya, itu sebenarnya harus berpegang sama Tuhan sih. Itu salah satu yang paling penting ya. Itu sih yang menurut gue makin tua gue makin penting,"
Advertisement
Keinginan di Masa Depan
Dia juga mengungkapkan keinginannya di masa depan. Dia ingin bisa menjadi sosok figur yang menginspirasi. Terutama bagi para wanita dan anak-anak muda.
"Di masa depan, kamu mau orang mikir apa ketika mendengar nama Valencia Tanoe?," tanya Grace."Pengin nya sampai ke depannya makin tua ya makin wise (bijak) ya dan orang-orang bisa lihat sebagai figur yang menginspirasi. Maksudnya bisa dicontoh khususnya untuk orang-orang muda dan cewek pada umumnya. Karena kita perempuan kan dan kita juga kerja. Pengin nya sih se simple itu sih, figur yang positif lah intinya gitu sih," ujarnya.
Advertisement
Video 2 Putri Konglomerat Nongkrong di Warteg
Dua putri konglomerat Indonesia, Grace Tahir dan Valencia Tanoe nongkrong di warteg. Sembari menikmati santapan, keduanya asyik mengobrol membicarakan kehidupan. Apalagi keduanya sama-sama merupakan anak orang kaya.Berikut videonya.