Kisah Anak Jenderal Gagal Masuk Akpol, Kini Memilih Jadi Arsitek

Ada jalan kesuksesan sendiri yang ia tempuh dengan perjuangan. Menjadi seorang polisi rupanya membuatnya ragu dengan dirinya sendiri.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Kisah Anak Jenderal Gagal Masuk Akpol, Kini Memilih Jadi Arsitek
Anak Jenderal Gagal Masuk Akpol, Kini Memilih Jadi Arsitek. YouTube Gasjon!! ©2022 Merdeka.com

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Hal tersebut rasanya tak berlaku bagi sosok pria yang satu ini.

Ada jalan kesuksesan sendiri yang ia tempuh dengan perjuangan. Menjadi seorang polisi rupanya membuatnya ragu dengan dirinya sendiri.

Dengan sigap, ia segera banting setir merebut impian menjadi seorang arsitek sukses. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Gasjon!!, Minggu (19/6/22).

Ayah jadi Inspirasi

Menjadi keluarga dari seorang jenderal polisi membuat Irfan Kurniawan sempat terinspirasi. Sang ayah yang memiliki jabatan mentereng dan sukses membuatnya sempat terpikir bakal mengikuti jejaknya.

Irfan mengaku, sang ayah awalnya merupakan inspirasi bagi dirinya sendiri. Sejak kecil, dia memiliki impian untuk menjadi seorang abdi negara selayaknya profesi sang ayah.

"Role mode gue itu memang seorang polisi, yaitu bokap gue," ungkapnya.

Meragu jadi Polisi

Kehidupan Irfan kian berubah. Terlebih setelah dia mengenal jati dirinya sendiri usai menekuni dunia seni.

Sejak saat itu, Irfan mulai meragu saat memasuki pendidikan Akpol. Keraguan mulai dirasakannya lantaran dia sendiri justru lebih nyaman saat berkarya di bidang seni.

"Tapi ada kejadian yang membuat gue harus kayaknya harus deh. Jadi bukan karena benar-benar dari hati. Karena dari hati gue itu masih pengen berkarya, lebih ke seni," terangnya.

Kendati meragu, Irfan lantas tetap melanjutkan. Mendaftar Akpol membuatnya sempat memiliki pengalaman untuk beradaptasi menjadi seorang polisi.

"Tapi gue mencoba daftar. Gue lulus sampai Polda Metro, percobaan," ceritanya.

Berawal Ingin Bahagiakan Orangtua

Rupanya, ada tekad khusus dari Irfan tetap melanjutkan perjuangannya menjadi seorang polisi. Kala itu, Irfan memang tengah berusaha untuk membahagiakan orangtua dengan mengikuti jejak sang ayah.

Bahkan Irfan mengungkap, posisi tinggi bisa saja diperolehnya kala itu. Menjadi seorang polisi dengan jabatan tinggi dan kenyamanan jelas bakal dimilikinya dalam kurun waktu yang singkat.

"Jadi apa yang membuat lu pengen tetap masuk pada saat itu?" tanya sang presenter.

"Terutama membahagiakan orangtua sih. Gue tahun depannya diundang, sudah dipastikan dapat posisi," ujarnya.

Pilih Berkarya jadi Arsitek

Kendati demikian, Irfan justru tetap mengikuti kata hati. Baginya, dunia seni dengan menjadi seorang arsitek lebih membuatnya merasakan kehidupan.

Lantaran lebih suka bergelut dan berkarya dengan seni, Irfan rela melepas segala kenyamanan. Kini, Irfan pun menjadi arsitek andal dengan segala kemampuannya.

"Saat itu, gue udah masuk kuliah, udah berkreasi, udah berkarya. Itu (dunia arsitek) adalah endorfin gue, itu adalah cara-cara gue gimana bikin bahagia," ucapnya.

Meski tak senada dengan profesi sang ayah, namun Irfan mampu membuktikan diri. Kesuksesan merupakan serangkaian proses serta perjuangan diri sendiri yang bakal mengantarkannya kepada kenyamanan.

Rekomendasi