Bacaan Wirid Selepas Sholat Lengkap dengan Hukumnya, Bantu Sempurnakan Ibadah

Bacaan wirid selepas sholat lengkap dengan hukumnya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Bacaan Wirid Selepas Sholat Lengkap dengan Hukumnya, Bantu Sempurnakan Ibadah
ilustrasi tasbih. ©spiritualkalimantan.indonetwork.co.id

Bacaan wirid dalam ajaran agama Islam merupakan bagian dari dzikir yang diucapkan selepas sholat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wirid merupakan kutipan-kutipan Al-Quran yang ditetapkan untuk dibaca oleh umat Islam. Keutamaan membaca bacaan wirid pun serupa dengan keutamaan membaca dzikir yakni membantu menyempurnakan ibadah sholat.

Allah SWT juga memerintahkan umat-Nya untuk berdzikir sebanyak-banyaknya. Baik itu dzikir selepas sholat, dzikir di pagi hari hingga berdzikir saat petang hari. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al Lahab ayat 41 yang berbunyi,

BACA JUGA: Urutan Dzikir Setelah Sholat Beserta Arti Dan Urutannya

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab [33]: 41).

Selain itu, terdapat sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari mengenai dzikir yaitu,

"Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati."

Lantas bagaimana bacaan wirid selepas sholat lengkap dengan hukumnya? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Dalam sebuah hadist yang menguatkan amalan baik wirid diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Rasulullah SAW,

"Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah di mana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan."

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

"beliau Rasulullah SAW mengajarkan bacaan zikir atau wirid adalah baik dilakukan setelah salat lima waktu, berupa tahmid, takbir, hingga kalimat tauhid."

Mengutip Abu Abdillah dalam buku Argument Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, wirid merupakan amalan yang biasanya dilakukan setelah mengerjakan ibadah sholat. Terdapat berbagai macam bacaan wirid yang dapat dipakai selepas sholat. Meski begitu, umumnya hanya terpokokan membaca yang terdiri dari tiga lafadz yakni Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.

Dzikir atau wirid pun sangat penting sebab di antara fungsinya yaitu berupa sebagai penyempurna dari kekurangan sholat. Bahkan dzikir selepas sholat fardhu merupakan perintah langsung dari Allah SWT, meskipun dalam keadaan genting sekalipun. Seperti misalnya dalam keadaan perang.

Sumber hukum wirid sebenarnya banyak tercantum di dalam Al-Quran. Salah satunya adalah Surat An-Nisa’ ayat 103, yang artinya:"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orangorang yang beriman." (Q.S An-Nisa’: 103)Mengutip dari Jurnal Penelitian: Konsep Wirid Qur’ani (Studi Atas Kitab AlMa’surat Karya Hasan Al-Bana), Tsauban bercerita, "Jika Rasullah Shallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali."Al-Walid, salah satu perawi hadits bertanya kepada Al Auza’I, bagaimanakah redaksi istighfar beliau? "Astaghfirullah, Astaghfirullah, jawab Al-Auza’i: "Tidak akan meremehkan wirid, kecuali orang yang bodoh. Sebab Allah (Al-Warid) akan diperoleh di akhirat. Sedangkan Al-Wirid akan selesai dengan musnahnya dunia. Yang paling baik yang diperhatikan oleh manusia adalah yang tidak pernah musnah. Wirid yang menjadi perintah Allah kepadamu, seta karunia yang kalian terima, adalah merupakan hajatmu sendiri kepada Allah Swt. dimanakah letaknya perbedaan antara perintah Allah kepadamu dengan pengharapan kalian kepada-Nya."

Melansir dari NU Online, adapun bacaan wirid selepas sholat adalah sebagai berikut:1. Membaca istighfar sebanyak tiga kali:سْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣2. Memuji Allah dengan kalimat:اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامIni berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Dalam riwayat lain sebagaimana dikutip Bidâyatul Hidâyah adalah:اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ3. Lalu membaca:اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّBacaan ini bisa kita temukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih). Dalam Bidâyatul Hidâyah disebutkan:  اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ4. Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.   (HR Abu Dawud).


لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ(dibaca tiga kali tiap selesai shalat fardhu, khusus setelah maghrib dan shubuh sepuluh kali).6. Memohon perlindungan dari ganasnya neraka:اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ(tujuh kali ba'da maghrib dan shubuh)7. Membaca Ayat Kursi:أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.8. Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286: آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ، كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ،  إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas dan Surat al-Fatihah.11. Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣ اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣12. Kemudian dilanjutkan dengan:اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ  لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ(Dibaca 300 kali ba'da shubuh, 100 kali ba'da isya, 50 kali ba'da dhuhur, 50 kali ba'da ashar, dan 100 kali ba'da maghrib)  صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ  (dibaca ba'da shubuh 300 atau 100 kali)   لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ13. Wirid lalu ditutup dengan doa sesuai dengan harapan atau keinginan masing-masing.

Rekomendasi