17 Penyebab Mimisan yang Kerap Terjadi, Kenali Pula Cara Mengatasi & Pencegahannya

Masih banyak masyarakat yang kurang memahami penyebab mimisan atau yang bisa disebut juga epistaksis.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
17 Penyebab Mimisan yang Kerap Terjadi, Kenali Pula Cara Mengatasi & Pencegahannya
Ilustrasi mimisan. ©Shutterstock.com/Ilya Andriyanov

Masih banyak masyarakat yang kurang memahami penyebab mimisan atau yang bisa disebut juga epistaksis. Padahal sebagian besar masyarakat pernah mengalami mimisan. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Mimisan sendiri merupakan pendarahan yang terjadi di hidung. Sering kali mimisan dinilai menyeramkan, namun sebenarnya kondisi ini bukan berbahaya.

Mimisan kerap kali terjadi pada anak-anak usia 3-10 tahun, wanita hamil, lansia, pasien kelainan darah serta orang yang mengonsumsi obat pengencer darah. Mimisan bisa terjadi di satu atau dua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda.

Ada yang hanya berlangsung selama beberapa detik dan ada pula yang lebih dari 20 menit. Meski bukan suatu yang berbahaya, kalian tetap harus selalu waspada dan jangan anggap sepele. Sebab, mimisan juga bisa menjadi gejala dari suatu penyakit.

Untuk itu, ada baiknya memahami dan mengetahui penyebab mimisan. Lantas apa saja penyebab mimisan beserta cara mengatasi dan mencegahnya? Melansir dari laman Alodokter, Kamis (18/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

Penyebab Mimisan

Masih ada beberapa dari masyarakat yang kurang mengetahui penyebab mimisan. Meski bukan suatu kondisi berbahaya, namun mimisan juga bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu. Penyebab mimisan biasanya akibat dari kondisi udara yang kering. Selain itu, kebiasaan mengorek hidung juga bisa menjadi penyebab mimisan pada seseorang.

Kedua kondisi tersebut nantinya bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah halus di dalam hidung. Akibatnya akan terjadi pendarahan. Bukan hanya itu saja, terdapat sejumlah faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami mimisan. Berikut faktor risiko penyebab mimisan pada seseorang:

  • Cedera pada hidung
  • Bentuk hidung bengkok baik akibat cedera ataupun faktor keturunan
  • Infeksi yang menyebabkan hidung tersumbat seperti flu
  • Penggunaan obat pelega hidung berbentuk semprot secara berlebih
  • Sinusitis kronis
  • Alergi
  • Membuang ingus terlalu kencang

Sebagian besar mimisan pada anak-anak disebabkan oleh udara yang kering, pilek atau alergi.

Penyebab Mimisan Lebih Serius

Saat seseorang mengalami mimisan, darah bisa keluar dari pembuluh darah di bagian depan hidung atau epistaksis anterior. Tak hanya dari sana saja, darah juga bisa keluar dari pembuluh darah di bagian belakang hidung atau epistaksis posterior.Tahukah kalian, penyebab mimisan yang berasal dari pembuluh darah di bagian belakang bisa lebih serius. Adapun penyebab mimisan yang berasal dari pembuluh darah di bagian belakang adalah sebagai berikut:

  • Masuknya benda asing ke hidung
  • Benturan keras di kepala atau cedera yang berakibat hidung patah
  • Hipertensi
  • Dampak dari operasi hidung
  • Paparan bahan kimia yang mengakibatkan iritasi pada hidung, seperti amonia
  • Penyakit aterosklerosis
  • Tumor hidung yang tumbuh di rongga hidung
  • Kanker nasofaring
  • Kondisi yang menyebabkan gangguan pembekuan darah, misal hemofilia dan penyakit von Willebrand
  • Obat-obatan pengencer darah, misal aspirin, warfarin dan heparin


Jika mimisan terjadi secara berulang, kalian harus waspada dan jangan dianggap sepele. Karena mimisan tersebut bisa menjadi suatu gejala dari penyakit tertentu. Mulai dari gangguan pembekuan darah, sinusitis hingga hipertensi.

Cara Mengatasi Mimisan

Langkah pertama saat mengetahui diri sendiri atau keluarga mengalami mimisan adalah mencoba untuk tidak panik dan tenang. Setelahnya, kalian bisa melakukan beberapa cara sebagai bentuk penanganan awal mimisan. Berikut cara mengatasi mimisan sebagai langkah awal:

  1. Duduk tegak dan hindari berbaring. Posisi duduk mampu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di dalam hidung. Sehingga pendarahan bisa segera berhenti.
  2. Condongkan tubuh ke depan agar darah yang keluar dari hidung tidak masuk ke tenggorokan. Sebab, darah yang tertelan bisa memicu mual dan muntah.
  3. Pencet hidung selama 10 hingga 15 menit sembari bernapas melalui mulut.
  4. Kompres pangkal hidung dengan kompres dingin guna memperlambat pendarahan.


Usai mimisan berhenti, sebaiknya hindari membuang ingus, membungkuk, mengorek bagian dalam hidung hingga melakukan aktivitas berat setidaknya selama 24 jam. Bukan hanya itu saja, usahakan untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya risiko pendarahan berulang atau iritasi hidung.Apabila cara di atas belum efektif, maka kalian membutuhkan penanganan dokter. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengatasi mimisan antara lain:

  1. Menyumbat rongga hidung dengan kain kasa untuk memberikan tekanan pada area pembuluh darah.
  2. Menutup pembuluh yang pecah dengan menggunakan energi panas (cauterization) atau bahan kimia.
  3. Memperbaiki pembuluh darah di bagian belakang hidung melalui prosedur operasi oleh dokter THT

Cara Mencegah Mimisan

Terdapat beberapa langkah atau cara mencegah mimisan muncul. Berikut langkah pencegahannya:

  1. Hindari membuang ingus terlalu kencang
  2. Berhati-hati ketika mengorek hidung
  3. Tidak mengorek hidung terlalu dalam
  4. Menjaga kelembapan bagian dalam hidung dengan mengoleskan petroleum jelly (petrolatum) di dinding lubang hidung sebanyak tiga kali sehari
  5. Berhenti merokok, sebab rokok bisa mengurangi kelembapan hidung serta meningkatkan risiko iritasi hidung
  6. Rutin memeriksakan diri ke dokter bila tengah mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, misal warfarin atau aspirin


Adapun cara mencegah mimisan pada anak-anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah sebagai berikut:

  1. Tidak merokok di sekitar anak atau dalam rumah
  2. Menjaga udara tidak terlalu kering di dalam kamar anak
  3. Mengoleskan krim pelembap atau petrolatum di area rongga hidung anak
  4. Gunting kuku anak secara rutin untuk mencegah luka saat mengorek hidung
  5. Lakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, khususnya bila anak mempunyai alergi
Rekomendasi