Memilih tanaman pekarangan yang aman untuk hewan peliharaan menjadi hal penting bagi pemilik rumah yang tinggal bersama kucing atau anjing. Hewan yang aktif bermain di halaman bisa saja menggigit daun, mengendus bunga, atau menggali media tanam karena rasa penasaran.
Pekarangan tetap dapat dibuat hijau dan penuh warna tanpa harus mengorbankan keamanan hewan kesayangan. Ada sejumlah tanaman hias yang dikenal tidak beracun bagi kucing dan anjing, sekaligus memiliki tampilan menarik untuk mempercantik halaman.
Meski demikian, pemilik tetap perlu memperhatikan kebiasaan hewan peliharaan. Tanaman yang tidak beracun bukan berarti aman jika dimakan dalam jumlah besar, sementara pupuk, pestisida, duri, atau bagian tanaman yang tajam juga dapat menimbulkan masalah, Rabu (7/10/2026).
Advertisement
1. Spider Plant
Spider plant atau Chlorophytum comosum merupakan salah satu pilihan yang cukup mudah dirawat untuk rumah yang memiliki hewan peliharaan. Bentuk daunnya memanjang dan menjuntai sehingga tanaman terlihat ringan ketika ditempatkan di pot, rak, maupun area pekarangan yang terlindung.
Tanaman ini dikenal tidak beracun bagi kucing dan anjing. Karena itu, ketika hewan peliharaan penasaran dan sesekali menggigit daunnya, risikonya relatif lebih rendah dibandingkan tanaman yang mengandung senyawa beracun.
Spider plant juga termasuk tanaman yang cukup tangguh. Ia dapat tumbuh dalam cahaya terang tidak langsung hingga kondisi teduh sebagian. Media tanam sebaiknya memiliki drainase baik dan tidak dibiarkan terus-menerus tergenang.
Di pekarangan, spider plant dapat ditempatkan dalam pot gantung atau wadah yang sedikit lebih tinggi. Cara ini sekaligus mengurangi kemungkinan tanaman rusak karena sering dimainkan kucing.
2. Palem Kuning atau Areca Palm
Palem kuning atau areca palm (Dypsis lutescens) dapat memberikan suasana tropis pada pekarangan. Daunnya yang panjang dan melengkung membuat area rumah terasa lebih hijau tanpa membutuhkan tanaman berbunga yang terlalu ramai.
Menurut rujukan dari The Spruce, areca palm termasuk tanaman yang tidak beracun bagi kucing dan anjing. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi pemilik hewan yang ingin menghadirkan tanaman berukuran cukup besar di rumah.
Areca palm menyukai cahaya terang hingga sebagian sinar matahari dan media tanam yang memiliki drainase baik. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara teratur, tetapi tanah tetap perlu memiliki kesempatan untuk sedikit mengering agar akar tidak terus berada dalam kondisi terlalu basah.
Meski aman dari sisi toksisitas, perhatikan pula lokasi penempatannya. Daun palem yang menjuntai dapat menarik perhatian kucing untuk bermain. Jika hewan terlalu sering merusaknya, tanaman bisa ditempatkan pada area yang tidak mudah dijangkau.
3. Calathea
Calathea cocok bagi pemilik rumah yang menyukai tanaman dengan daun dekoratif. Berbagai jenis calathea mempunyai corak daun yang menarik, mulai dari garis, pola seperti bulu, hingga perpaduan warna hijau yang membuat pekarangan terlihat lebih hidup.
Tanaman ini termasuk tanaman yang aman bagi kucing dan anjing. Calathea juga merupakan tanaman tropis sehingga relatif menarik untuk ditempatkan pada area rumah dengan kelembapan cukup tinggi dan cahaya yang tidak terlalu terik.
Hindari menempatkannya di bawah matahari siang yang sangat kuat karena daunnya dapat mengalami kerusakan. Area teras, taman teduh, atau lokasi yang mendapat cahaya terang tetapi tersaring bisa menjadi pilihan.
Calathea menyukai media yang tetap lembap, tetapi bukan tanah yang tergenang. Karena itu, pot atau bedeng sebaiknya memiliki saluran pembuangan air yang baik, terutama jika ditanam di pekarangan rumah.
Advertisement
4. Anggrek
Anggrek merupakan pilihan yang menarik jika ingin menghadirkan bunga tanpa membuat pekarangan terlalu penuh. Tanaman ini mempunyai banyak variasi bentuk dan warna bunga, sehingga dapat disesuaikan dengan karakter taman.
Rujukan dari The Spruce menyebut anggrek sebagai salah satu tanaman yang ramah bagi hewan peliharaan. Tanaman ini tidak dikenal beracun bagi kucing dan anjing sehingga dapat menjadi pilihan bagi rumah yang memiliki keduanya.
Anggrek umumnya lebih menyukai cahaya terang tetapi tidak langsung. Di Indonesia, tanaman ini bisa diletakkan di teras yang terlindung dari terik matahari siang. Media tanam juga harus memiliki drainase sangat baik agar akar tidak mudah membusuk.
Penyiraman tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Biarkan media tanam mengering sebagian sebelum kembali disiram. Daun yang menguning dapat menjadi tanda bahwa tanaman mendapatkan terlalu banyak air atau mengalami masalah pada akar.
5. Bromeliad
Bromeliad memiliki bentuk yang khas dengan daun memanjang dan tersusun seperti roset. Beberapa jenis menghasilkan warna daun atau bunga yang mencolok sehingga cocok dijadikan aksen pada taman rumah.
Tanaman dari keluarga Bromeliaceae ini termasuk tanaman yang aman bagi kucing dan anjing. Karakter tersebut membuat bromeliad menarik untuk dimasukkan dalam daftar tanaman pekarangan yang aman untuk hewan peliharaan.
Bromeliad umumnya menyukai cahaya terang dan kelembapan yang cukup. Namun, kebutuhan setiap jenis dapat berbeda sehingga kondisi tanaman tetap perlu diamati setelah ditanam.
Untuk pekarangan kecil, bromeliad dapat ditempatkan dalam pot atau kelompok tanaman dengan ukuran berbeda. Kehadirannya bisa menjadi titik fokus di dekat teras, taman samping, atau area bawah naungan.
6. Pakis Boston
Pakis Boston atau Boston fern (Nephrolepis) mempunyai daun hijau yang rimbun dan menjuntai. Tanaman ini cocok untuk menciptakan kesan taman yang lebih sejuk, terutama ketika ditempatkan di area yang teduh.
The Spruce mencantumkan pakis Boston sebagai tanaman yang tidak beracun bagi kucing dan anjing. Tekstur daunnya yang lembut juga membuatnya menjadi pilihan yang menarik untuk area rumah yang sering dilalui hewan.
Pakis Boston menyukai kelembapan dan cahaya terang tidak langsung. Karena itu, teras yang teduh atau lokasi yang terlindung dari matahari langsung dapat menjadi tempat yang sesuai.
Media tanam sebaiknya tetap lembap tetapi tidak tergenang. Jika ditanam dalam pot gantung, pastikan posisinya kokoh dan tidak mudah jatuh ketika kucing bermain di sekitarnya.
Advertisement
7. Haworthia
Bagi pemilik rumah yang menyukai sukulen, haworthia dapat menjadi alternatif. Tanaman ini berukuran relatif kecil dengan bentuk daun yang tebal dan tersusun rapat.
Haworthia dikenal sebagai sukulen yang tidak beracun bagi kucing dan anjing. Perawatannya juga tergolong sederhana karena tanaman tidak membutuhkan penyiraman sesering tanaman tropis berdaun tipis.
Tanaman ini menyukai cahaya terang hingga sebagian sinar matahari. Media tanam harus cepat mengalirkan air karena akar sukulen lebih rentan mengalami masalah jika terus berada dalam tanah basah.
Meski tidak beracun, bentuk daun haworthia yang runcing tetap perlu diperhatikan. Untuk hewan yang sangat aktif, sebaiknya tanaman diletakkan di lokasi yang tidak mudah disentuh atau diinjak.
8. Peperomia
Peperomia merupakan tanaman berukuran kecil yang cocok untuk pot, rak teras, maupun sudut pekarangan yang terlindung. Daunnya tersedia dalam berbagai bentuk dan corak sehingga mudah dipadukan dengan tanaman lain.
Berbagai jenis peperomia dikenal tidak beracun bagi kucing dan anjing. Tanaman ini juga relatif mudah dirawat sehingga cocok untuk pemilik rumah yang baru mulai menata taman ramah hewan.
Peperomia dapat tumbuh dalam cahaya terang tidak langsung hingga kondisi cahaya sebagian. Penyiraman tidak perlu terlalu sering. Biarkan lapisan atas media mengering sebelum tanaman kembali mendapatkan air.
Untuk pekarangan sempit, peperomia dapat ditanam dalam beberapa pot kecil dan dikelompokkan berdasarkan ukuran. Selain menghemat tempat, cara ini membuat tanaman lebih mudah dipindahkan jika hewan peliharaan mulai tertarik menggigit daun.
9. Violet Afrika
Violet Afrika atau African violet (Saintpaulia) menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman berbunga berukuran kecil. Bunganya dapat menghadirkan warna merah muda, ungu, hingga kombinasi warna lain yang membuat sudut rumah terlihat lebih cerah.
The Spruce menyebut daun dan bunga violet Afrika tidak beracun bagi hewan peliharaan. Tanaman ini juga dapat berbunga dalam kondisi cahaya relatif rendah sehingga tidak harus ditempatkan di bawah matahari langsung.
Media tanam perlu memiliki drainase yang baik dan tetap lembap. Salah satu cara penyiraman yang dapat digunakan adalah memberikan air dari bagian bawah pot agar daun tidak terlalu sering terkena air.
Karena ukurannya kecil, violet Afrika cocok ditempatkan di teras yang teduh. Jika kucing memiliki kebiasaan menggali tanah dalam pot, pilih wadah yang stabil atau letakkan tanaman di lokasi yang lebih sulit dijangkau.
Advertisement
10. Tanaman Venus Flytrap
Venus flytrap atau Dionaea muscipula mungkin menjadi pilihan paling unik dalam daftar ini. Tanaman karnivora tersebut mempunyai perangkap yang dapat menutup ketika serangga menyentuh bagian tertentu pada daunnya.
Meskipun memiliki mekanisme memangsa serangga, Venus flytrap termasuk tanaman yang tidak beracun bagi kucing dan anjing. Karena itu, tanaman ini dapat menjadi pilihan bagi pemilik yang ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di koleksi pekarangan.
Venus flytrap membutuhkan cahaya terang hingga sebagian sinar matahari. Tanaman ini juga menyukai media yang lembap dan bersifat asam. Air hujan atau air suling umumnya lebih sesuai dibandingkan air yang mengandung banyak mineral.
Tanaman ini sebaiknya tidak diberi pupuk biasa karena kebutuhan nutrisinya berbeda dengan tanaman pekarangan pada umumnya. Pemilik juga tidak perlu sengaja memasukkan serangga ke dalam perangkapnya karena tanaman dapat menangkap mangsanya sendiri.
Cara Membuat Pekarangan Lebih Aman untuk Hewan Peliharaan
Memilih tanaman pekarangan yang aman untuk hewan peliharaan merupakan langkah awal. Keamanan taman tidak hanya ditentukan oleh jenis tanaman, tetapi juga oleh cara merawat dan menata seluruh area.
Pertama, periksa nama tanaman sebelum membelinya. Nama lokal terkadang digunakan untuk beberapa tanaman berbeda sehingga identifikasi berdasarkan nama ilmiah dapat membantu menghindari kekeliruan.
Kedua, perhatikan produk yang digunakan di sekitar tanaman. Pupuk, insektisida, fungisida, atau bahan pembasmi hama dapat menjadi sumber bahaya tersendiri bagi hewan peliharaan. Pilih produk yang sesuai dan ikuti petunjuk penggunaannya.
Ketiga, perhatikan tanaman yang memiliki duri atau ujung daun tajam. Tanaman yang tidak beracun tetap dapat menyebabkan luka pada hidung, mulut, mata, atau telapak kaki jika bentuk fisiknya tajam.
Keempat, jangan menganggap tanaman tidak beracun berarti boleh dimakan sebanyak-banyaknya. Konsumsi bagian tanaman dalam jumlah besar tetap dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian hewan. Air dalam tatakan pot juga sebaiknya tidak dibiarkan tergenang dan mudah diminum hewan.
Jika hewan peliharaan menunjukkan gejala seperti muntah, batuk, tersedak, bersin berlebihan, lemas, atau kehilangan nafsu makan setelah menggigit tanaman, segera jauhkan dari sumber yang dicurigai dan hubungi dokter hewan. Jika memungkinkan, simpan nama atau foto tanaman yang mungkin termakan agar lebih mudah diidentifikasi.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tanaman yang Aman untuk Hewan Peliharaan
1. Apa tanaman yang paling mudah dirawat untuk rumah dengan kucing atau anjing?
Spider plant, peperomia, haworthia, dan beberapa jenis palem termasuk pilihan yang relatif mudah dirawat. Namun, kebutuhan cahaya dan air tetap perlu disesuaikan dengan jenis tanaman serta kondisi pekarangan.
2. Apakah semua jenis sukulen aman untuk hewan peliharaan?
Tidak. Ada sukulen yang aman dan ada pula yang beracun bagi kucing atau anjing. Haworthia merupakan salah satu contoh sukulen yang dikenal tidak beracun, tetapi identitas tanaman tetap perlu dipastikan sebelum dibeli.
3. Apakah anggrek aman ditanam jika memiliki kucing?
Anggrek termasuk tanaman yang dikenal ramah terhadap kucing dan anjing. Meski demikian, tanaman tetap sebaiknya dirawat menggunakan media dan produk perawatan yang aman bagi hewan.
4. Apakah tanaman tidak beracun boleh dibiarkan dimakan hewan peliharaan?
Sebaiknya tidak. Status tidak beracun menunjukkan bahwa tanaman tidak dikenal mengandung zat berbahaya bagi hewan, tetapi memakan tanaman dalam jumlah banyak tetap dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau masalah lain.
5. Bagaimana jika hewan peliharaan memakan tanaman yang tidak diketahui jenisnya?
Jauhkan hewan dari tanaman tersebut dan coba identifikasi tanaman berdasarkan nama ilmiah atau foto. Jika muncul gejala seperti muntah, tersedak, lemas, atau perubahan perilaku, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.