Tak sedikit orang yang mengira jika katarak hanya dapat diderita oleh orang dewasa atau lansia. Padahal, katarak juga dapat terjadi pada bayi.
Katarak pada bayi perlu ditangani sedini mungkin. Sebab, katarak dapat mengakibatkan masalah penglihatan dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan pada anak.
Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab katarak pada bayi, gejala, serta langkah penanganan. Merdeka.com telah merangkum informasi terkait penyebab katarak pada bayi, gejala, serta langkah penanganan dari berbagai sumber.
Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab katarak pada bayi, di antaranya:
1. Infeksi di dalam kandungan. Infeksi yang kerap menyerang ibu saat mengandung di antaranya rubella, cacar air, herpes simpleks, dan toxoplasmosis cytomegalovirus (CMV).
2. Faktor genetik atau keturunan. Apabila ibu, ayah atau keluarga kandung dari bayi ada yang mempunyai riwayat penyakit katarak, maka bayi berisiko tinggi untuk mengalami katarak.
Selain beberapa hal di atas, katarak pada bayi juga bisa disebabkan oleh penyakit yang dialami oleh sang ibu saat mengandung atau bayi setelah dilahirkan.
Advertisement
Anda perlu mengetahui gejala katarak pada bayi, berikut beberapa gejalanya:1. Bagian mata yang hitam atau pupil berubah warna menjadi abu-abu atau putih kekuningan. 2. Gerakan mata bayi cepat dan kedua mata tidak sejajar. 3. Penglihatan seperti berkabut.4. Pupil mata terlihat berwarna putih saat diperiksa dengan senter. 5. Gerakan mata tidak terkontrol dan bola mata bergerak ke arah yang berbeda (juling).
Advertisement
Melansir dari Alodokter, apabila katarak pada bayi tergolong ringan dan tak memengaruhi penglihatan, maka ada kemungkinan tidak memerlukan penanganan khusus. Akan tetapi, jika katarak pada bayi mengganggu penglihatan, umumnya memerlukan operasi katarak. Perlu diketahui, operasi katarak baru boleh dilakukan minimal saat bayi berusia 3 bulan. Setelah dilakukan operasi katarak, dokter tetap akan melakukan pemeriksaan rutin guna memantau penglihatannya, serta melakukan penyesuaian ukuran lensa kacamata atau lensa kontak. Meski tak mengancam nyawa, tetapi katarak pada bayi perlu ditemukan sedini mungkin agar penanganan juga dapat dilakukan sejak dini. Hal ini lantaran gangguan penglihatan bisa mengganggu kualitas hidup anak dan bisa jadi mengganggu proses tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata pun direkomendasikan untuk semua bayi saat lahir atau pada usia 6 sampai 8 minggu. Perlu diingat, kemampuan melihat anak yang juga termasuk dalam tahap tumbuh kembangnya perlu dipantau dengan seksama. Jika diperlukan, periksakan tahap tumbuh kembangnya ke dokter secara rutin.