Seorang dosen baru-baru ini berhasil mencuri perhatian di media sosial. Sebagai seorang dosen ia tinggal di rumah yang kurang layak. Tak hanya itu, gaji yang diterima cukup mengejutkan.
Dosen ini ialah dosen musik di salah satu universitas dengan status luar biasa. Kisahini diceritakan oleh mantan mahasiswanya dalam sebuah unggahan video singkat.
Berikut ulasannya.
Advertisement
Kondisi Rumah Tak Layak
Seorang pria nampak membagikan kisah dari sang dosennya yang sudah tua dan tinggal dalam rumah tak layak. Dia menceritakan bahwa dahulu, sang dosen tinggal di sebuah rumah kecil sederhana. Namun saat ini dirinya cukup tercengang melihat kondisi rumah milik dosen yang biasa dipanggilnya Babeh tersebut.
"Dulu rumahnya kecil sederhana. Kaget heran dan bingung, ternyata kondisinya skrg kayak gini..ampun," ungkap Romy Jaya Saputra dalam videonya yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @undercover.id.
Advertisement
Rumah Tanpa Pintu dan Jendela
Begitu miris, dosen musik itu tinggal dalam sebuah rumah tanpa memiliki sebuah pintu dan juga jendela. Bagian dari jendela yang bolong tersebut hanya ditutupi dengan sebuah triplek saja.
"Rumahnya enggak ada pintu, enggak ada jendelanya. Cuma ditutup triplex yang sudah sudah rapuh," lanjut dia menceritakan sembari merekam video setiap sudut rumah dari dosennya itu.
Advertisement
Selalu Ngaku Baik Baik Saja Jika Ditanya Kabar
Begitu memiliki hati yang besar dan tetap bersyukur, sang dosen tak pernah mengeluh. Setiap kali mantan mahasiswanya menanyakan kabar, ia selalu menjawabnya dengan jawaban bahwa dirinya baik-baik saja.
"Babeh enggak pernah cerita selama ini keadaannya. Kalau nanyain kabar jawabnya 'baik' ternyata.... Beh kok baik tapi kayak gini," tulisnya merasa miris.
Advertisement
Gaji Hanya Rp200 Ribu, Kini Terkendala Biaya karena Pandemi
Dijelaskan bahwa dulunya pria bernama Asep ata tersebut merupakan salah seorang dosen musik di STSI Bandung dengan status luar biasa. Gaji yang didapatkannya pun sangat sedikit yakni hanya Rp200 ribu saja per bulan karena dirinya mengajar 1 mata kuliah.
Sebelum pandemi, ia diketahui memiliki banyak sekali tambahan melalui seminar ataupun workshop alat musik karinding . Tapi kini, dia kehilangan semuanya lantaran dihadapkan dengan kondisi pandemi virus covid-19.
Saat ini dosen itu mengajar di Unpas Setia Budi dan belum diketahui secara rinci berapa gajinya. Namun ia mengaku bahwa gajinya selama lima bulan ludes untuk biaya DSP anaknya.
Advertisement
Video
Berikut adalah videonya: