Niat Puasa Ramadan Lengkap dengan Arti, Ketahui Hukum Hingga Syaratnya

Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang bisa dilafalkan saat menjelang terbitnya sang fajar.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Niat Puasa Ramadan Lengkap dengan Arti, Ketahui Hukum Hingga Syaratnya
Ilustrasi puasa. shutterstock

Semua umat Islam di seluruh penjuru dunia tengah berbahagia menunggu kedatangan bulan yang penuh rahmat dari Allah SWT. Berbagai amalan dan ibadah seorang muslimin dijanjikan oleh Allah SWT akan dilipatgandakan apabila dikerjakan di bulan Ramadan.

Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk menyambut bulan suci. Salah satunya yakni dengan mempersiapkan hati yang bersih dan memahami segala ibadah yang bisa dilakukan saat Ramadan.

Salah satu ibadah wajib yang harus ditunaikan adalah puasa wajib. Untuk itu, harus dipahami dengan baik mengenai bacaan niat puasa Ramadan, hukumnya, hingga syarat yang harus terpenuhi.

Dilansir dari situs NU online, simak bacaan niat puasa Ramadan beserta hukumnya berikut ini.

Bulan suci Ramadan membawa kebahagiaan dan ketenangan bagi seluruh umat Islam di dunia. Tak jarang, banyak kaum muslim yang tak sabar menantikan kedatangan bulan Ramadan untuk berlomba-lomba dalam beribadah, mendapatkan pahala, dan ridha dari Allah SWT.

Puasa merupakan salah satu ibadah yang istimewa. Hal ini lantaran puasa dapat menyempurnakan ketakwaan seorang muslim terhadap perintah Allah SWT. Bahkan, secara langsung puasa disebut di salah satu rukun Islam. Hal ini menandakan betapa pentingnya umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa wajib, terutama di bulan suci Ramadan.

Selain mendapatkan ketakwaan melalui berpuasa, umat Islam juga dapat berlomba-lomba meningkatkan iman dan pahala melalui amalan lainnya. Beberapa di antaranya yakni dengan salat tarawih, membaca kitab suci Alquran, menunaikan zakat fitrah, dan lain sebagainya.

Untuk melaksanakan puasa wajib, umat Islam tak hanya harus mengetahui bacaan niat puasa Ramadan saja. Melainkan juga harus mengerti dan memahami tentang syarat sahnya berpuasa di bulan Ramadan.

Beberapa syarat puasa Ramadan tersebut akan menentukan sah atau tidaknya seorang muslim saat menjalankan ibadah puasa. Jika syarat sah tersebut tidak dapat terpenuhi, maka seorang muslim dianjurkan untuk tidak menunaikan ibadah puasa Ramadan dan menggantinya di hari lain atau dengan harta sesuai dengan ketentuan dalam Alquran.
Berikut beberapa syarat puasa Ramadan yang harus terpenuhi:

  • Seorang muslim atau muslimah.
  • Telah mencapai baligh, bagi pria pernah keluar air mani dari kemaluannya, sementara itu bagi wanita pernah haid.
  • Memiliki akal yang sempurna, tidak gila, tidak mabuk.
  • Tubuh dalam keadaan sehat.
  • Memasuki bulan suci Ramadan.

Dilansir dari situs NU Online, terdapat rukun puasa yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Beberapa rukun tersebut hendaknya dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Rukun puasa yang pertama yakni berupa niat di dalam hati. Sementara itu, rukun puasa kedua adalah menahan diri dari segala sesutu hal yang mampu membatalkan puasa Ramadan. Berpuasa Ramadan berarti menahan diri dari segala godaan setan dan hawa nafsu sedari terbit hingga terbenamnya sang fajar.

Beberapa hal yang mampu membatalkan puasa wajib seorang muslim yakni antar lain makan, minum, merokok, muntah, haid atau nifas, hilang akal, serta berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Alquran berikut.

"…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba."(QS. al-Baqarah, 2: 187)

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna menyebutkan, bacaan niat puasa Ramadan hendaknya dilafalkan di malam hari menjelang terbitnya fajar.

"Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits," (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Beirut, Darul Fikr: 2007 M/1428 H]).

Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang dapat dilafalkan seorang muslim menjelang terbitnya matahari pagi. Umumnya, seorang muslim yang hendak menjalankan puasa Ramadan dapat melafalkan bacaan niat puasa Ramadan setelah menunaikan salat Subuh.

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Doa Lain yang Bisa Diamalkan

Selain terdapat bacaan niat puasa Ramadan, berikut beberapa doa yang sering dilafalkan tatkala ibadah puasa Ramadan tengah berlangsung.

  • Doa berbuka puasa
  • Niat salat tarawih
  • Bacaan malam lailatul qadar
  • Bacaan niat zakat fitrah
Rekomendasi