Memiliki tubuh yang langsing dan sehat tentu menjadi impian banyak orang. Berbagai cara pun dilakukan untuk memperoleh berat badan impian.
Diet menjadi salah satu upaya yang kerap dilakukan untuk memperoleh berat badan ideal. Ada berbagai macam diet yang populer, salah satunya intermittent fasting atau diet puasa.
Intermittent fasting merupakan metode diet dengan cara berpuasa makan dalam beberapa waktu yang sudah ditentukan. Akan tetapi, Anda tetap diperbolehkan mengonsumsi minuman.
Metode diet ini memperbolehkan seseorang untuk mengonsumsi makanan yang disukai. Hal ini karena intermittent fasting lebih berfokus pada pengaturan waktunya.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang intermittent fasting, merdeka.com telah merangkum beberapa hal terkait intermittent fasting dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Metode Intermittent Fasting
Intermittent fasting diklaim memiliki beberapa manfaat, seperti memperkuat daya tahan tubuh, menyehatkan otak, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk klaim manfaat tersebut.
Terdapat beberapa metode yang dapat dipilih untuk menjalankan intermittent fasting. Akan tetapi, ada tiga metode intermittent fasting yang paling umum dilakukan, di antaranya:
Metode 16/8
Metode ini mengharuskan Anda tidak makan selama 16 jam. Misalkan Anda memilih untuk makan di pukul 5 pagi, maka Anda baru diperbolehkan makan lagi di pukul 9 malam.
Advertisement
Metode Eat-Stop-Eat
Metode ini mengharuskan Anda untuk tidak mengonsumsi makanan sama sekali selama 24 jam dalam beberapa hari per minggu. Misalkan Anda sudah makan pukul 9 pagi, maka Anda baru diperbolehkan makan di keesokan harinya (pada pukul 9 pagi juga). Metode 5:2Metode ini mengharuskan Anda untuk mengurangi jumlah konsumsi sampai 25 persen dari jumlah normal. Metode ini dapat Anda lakukan dalam dua hari per minggu saja (tidak harus berurutan). Kemudian untuk lima hari lainnya, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti biasa.
Advertisement
Tips Menjalankan Intermittent Fasting
Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar bisa konsisten dalam menjalankan intermittent fasting, di antaranya:1. Pastikan Anda memperbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi. Memperbanyak konsumsi air putih akan membuat tubuh lebih mudah melewati periode puasa. 2. Pilihlah periode berhenti makan saat malam hari. Saat waktu tidur akan memudahkan Anda melewati waktu tanpa makan. 3. Pastikan Anda mengiringi intermittent fasting dengan rutin beraktivitas fisik (intensitas sedang atau aktif secara teratur) untuk dilakukan dalam dua atau tiga kali per minggu. 4. Ubah pemikiran Anda. Buat diri Anda yakin bahwa intermittent fasting adalah waktu untuk mengistirahatkan tubuh sejenak dari kegiatan makan.
Advertisement
Beberapa Kondisi Ini yang Tidak Dianjurkan untuk Melakukan Intermittent Fasting
Meski intermittent fasting dinilai aman, tetapi ada beberapa kondisi medis yang tidak dianjurkan untuk melakukan diet ini. Beberapa kondisi tersebut di antaranya:1. Seseorang yang mengalami masalah dengan kadar gula darah. 2. Seseorang yang mengidap diabetes. 3. Seseorang yang sedang menjalani masa pengobatan. 4. Seorang wanita yang sedang menjalani program kehamilan. 5. Seseorang yang mengidap tekanan darah rendah. 6. Seseorang yang memiliki indeks massa tubuh di bawah normal. 7. Seorang wanita yang mengalami pendarahan saat menstruasi.8. Seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui.