Jakarta Alami Kekeringan, Begini Cara Mengajukan Air Bersih ke Pemprov

Sejumlah wilayah di Jakarta mulai kekeringan. Pemprov menyiagakan 29 tangki dan membuka kanal pelaporan bagi warga terdampak. Begini alurnya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jakarta Alami Kekeringan, Begini Cara Mengajukan Air Bersih ke Pemprov
<p>Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dengan tingkat curah hujan rendah sampai sangat rendah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)</p>

Sejumlah wilayah di Jakarta mulai mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026 yang dipicu fenomena El Nino. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan dukungan darurat, termasuk fasilitas pelaporan bagi warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut dua kelurahan di Jakarta Utara telah terdampak, yakni Kalibaru dan Semper. Pernyataan itu disampaikan saat Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Monas, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

"Pada hari ini ada dua kelurahan yang memang sudah mengalami kekeringan yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Semper," kata Pramono saat Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Monas, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Sebagai langkah cepat, Pemprov DKI menyiagakan 29 tangki air dari 10 instansi/lembaga untuk mengantisipasi kekurangan air bersih.

"Untuk itu telah disediakan 29 tangki dari 10 instansi/lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta," ujar Pramono.

Ia menambahkan, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan berlanjut hingga Januari 2027.

Jalur Pelaporan Air Bersih di Jakarta

Selain armada tangki, Pemprov DKI menyiapkan jalur pelaporan bagi warga yang mengalami kekurangan air. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyampaikan, laporan dapat masuk melalui layanan Jakarta Siaga 112.

"Kami sudah berkoordinasi juga dengan PAM Jaya untuk menyiapkan jalur komunikasi. Terutama kami siapkan melalui 112," ujar Marulitua.

Menurut Marulitua, informasi mengenai kanal pelaporan ini telah disosialisasikan ke jajaran pemerintah kota, kecamatan, hingga kelurahan. Warga yang mengalami atau menemukan kondisi kekeringan diminta segera melapor melalui 112 agar dapat ditindaklanjuti.

"Dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersih," katanya.

Rekomendasi