Proses pencernaan makanan menjadi salah satu materi pelajaran khususnya di bidang biologi. Mengonsumsi makanan tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Apalagi makanan menjadi sumber energi bagi tubuh kalian. Hal ini karena kandungan-kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut.
Akan tetapi, makanan tersebut harus lah melalui proses pencernaan terlebih dahulu. Hingga akhirnya makanan menjadi bagian cukup kecil dan nutrisi bisa diserap oleh tubuh. Lantas bagaimana proses pencernaan makanan beserta anatominya?
Melansir dari Alodokter dan hellosehat, Rabu (11/11/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Menelan
Melansir dari Alodokter, proses pencernaan makanan yang pertama adalah menelan. Tahukah kalian, sesaat setelah menggigit makanan, maka proses pencernaan akan dimulai. Inilah yang akhirnya menjadi langkah awal pada sistem pencernaan kalian. Kelenjar air liur nantinya akan membantu menghaluskan makanan yang sudah dikunyah dengan gigi kalian.
Kelenjar air liur ini juga mengandung enzim yang dapat mencerna karbohidrat menjadi lebih kecil. Sehingga kandungan karbohidrat mampu diserap oleh usus. Kemudian makanan akan didorong oleh lidah ke belakang mulut. Makanan ini lantas berjalan menuju esofagus atau kerongkongan. Gerakan peristaltik dari otot halus selanjutnya akan membawa makanan menuju perut.
Advertisement
Pencernaan pada Lambung
Proses pencernaan makanan yang kedua yakni pencernaan pada lambung. Organ tubuh manusia ini tampak seperti kantong. Lambung diketahui memiliki dinding-dinding otot yang mengelilinginya begitu kuat. Di organ tubuh manusia inilah makanan akan ditampung. Sebagai informasi, lambung berfungsi untuk menghancurkan serta menghaluskan makanan. Di sini juga lah asam dan enzim dihasilkan yang nantinya akan melanjutkan proses cerna makanan. DI lambung juga, proses pencernaan protein akan dimulai. Saat keluar dari lambung, makanan akan memiliki tekstur yang cair seperti pasta lembut. Makanan halus tersebut kemudian bergerak menuju usus halus untuk proses selanjutnya.
Advertisement
Pencernaan & Penyerapan pada Usus Halus
Proses pencernaan makanan yang berikutnya yakni pencernaan dan penyerapan pada usus halus. Bila diukur, usus halus memiliki ukuran panjang sekitar 6 meter. Di mana usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus duabelas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Di sini, makanan akan kembali diproses dengan enzim pencernaan yang memang diproduksi oleh pankreas, dinding usus halus serta cairan empedu dari kantong empedu.
Ketiganya bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pencernaan makanan. Agar nantinya menjadi unit yang lebih kecil lagi dan bisa diserap ke dalam pembuluh darah usus besar. Selama proses penyerapan dalam usus halus dan ileum, molekul makanan akan memasuki aliran darah melalui dinding usus. Pembuluh darah kapiler (mikroskopik) dalam vili nantinya akan menyerap hasil pencernaan berupa protein dan karbohidrat. Sementara itu, pembuluh getah bening pada vili akan menyerap lemak. Bagi yang belum tahu, vili merupakan sebutan untuk lipatan atau jonjot-jonjot usus. Dari sini, makanan uang sudah dicerna akan dibawa melalui aliran darah menuju hati. Sel-sel hati lantas menyaring zat-zat berbahaya dalam darah. Selain itu, hati juga akan menyimpan vitamin larut dalam lemak serta nutrisi yang berlebihan. Misalnya seperti glukosa untuk disimpan sebagai cadangan nutrisi yang akan dilepaskan saat tubuh membutuhkan energi.
Advertisement
Penyerapan pada Usus Besar
Proses pencernaan yang terakhir adalah penyerapan pada usus besar. Sebagian besar, makanan yang masuk ke dalam sini merupakan sisa-sisa yang sudah tidak mampu dicerna atau diserap. Selain itu, air juga akan masuk ke dalam usus besar. Untuk diketahui, usus besar terdiri dari enam bagian yakni sekum, kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, kolon sigmoid dan rektum.Tugas utama usus besar yaitu menyerap mineral dan air dari sisa-sisa makanan. Sehingga nantinya akan membuat sisa makanan menjadi lebih padat dan membentuk feses. Tinja atau feses kemudian didorong menuju rektum hingga dikeluarkan melalui anus oleh gerak peristaltik pada usus besar.
Advertisement
Anatomi Sistem Pencernaan
Melansir dari hellosehat, anatomi sistem pencernaan terdiri dari organ-organ pencernaan itu sendiri. Anatomi ini juga dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu organ dalam saluran pencernaan serta organ pencernaan pelengkap.
Adapun saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal (GI) merupakan saluran panjang dari mulut ke anus yang ada di dalam tubuh. Saluran ini nantinya akan mencerna serta menyerap makanan melalui lapisannya ke dalam darah. Organ-organ yang masuk ke dalam saluran pencernaan ini berupa mulut, esofagus (kerongkongan), lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir di anus. Sedangkan, organ pencernaan pelengkap (aksesoris) berupa lidah, gigi, kelenjar air liur, kantung empedu, hati serta pankreas. Gigi dan mulut bertugas membantu proses pencernaan dengan mengubah tekstur makanan menjadi lebih halus. Kelenjar air liur, hati, dan pankreas bertugas membantu menghasilkan sejumlah enzim untuk membantu proses pencernaan.