Punya pekarangan kosong dan ingin mencoba hobi baru yang menghasilkan? Memahami cara menanam terong dari biji untuk kebun rumahan adalah pilihan yang sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan sayuran organik keluarga secara mandiri. Sayuran eksotis ini tidak hanya lezat diolah menjadi berbagai hidangan sedap, tetapi juga menghadirkan kepuasan tersendiri saat Anda bisa memetiknya langsung dari halaman rumah.
Banyak pemula sering merasa ragu untuk menumbuhkan terong langsung dari fase biji karena khawatir tingkat kegagalannya tinggi. Faktanya, dengan persiapan media semai yang benar dan tingkat kelembapan yang terjaga, benih terong justru sangat mudah berkecambah. Proses menanam murni dari biji juga memberikan keuntungan tersendiri, karena sistem perakaran tanaman sejak awal akan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga jauh lebih kuat dan tahan banting.
Asyiknya lagi, budidaya sayuran ungu ini sama sekali tidak membutuhkan lahan berhektar-hektar, bahkan sangat adaptif ditanam menggunakan pot atau polybag. Penasaran bagaimana menyulap butiran biji mungil menjadi semak rimbun yang sarat akan buah? Simak cara lengkapnya berikut ini, dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Senin (5/10/2026).
Advertisement
Pemilihan Benih dan Pematahan Dormansi
Langkah paling mendasar adalah memilih benih terong berkualitas tinggi, baik itu jenis terong ungu, hijau, maupun terong telunjuk. Pastikan Anda membeli biji benih dari toko pertanian yang sudah memiliki sertifikasi daya tumbuh di atas 85 persen. Biji yang sehat umumnya memiliki ciri fisik berwarna cokelat cerah, bertekstur kering padat, dan tidak berjamur.
Sebelum ditebar ke tanah, lakukan proses pematahan masa istirahat biji (dormansi) guna mempercepat proses perkecambahan. Rendam biji terong tersebut di dalam air hangat kuku selama kurang lebih dua hingga tiga jam. Biji yang tenggelam di dasar wadah adalah bibit bernas yang siap disemai, sementara biji yang terus mengapung di permukaan sebaiknya langsung dibuang saja.
Advertisement
Tahapan Penyemaian Benih (Seeding)
Jangan terburu-buru menanam biji langsung ke pot besar, lakukanlah proses penyemaian terlebih dahulu menggunakan tray semai atau gelas plastik bekas yang bagian bawahnya telah dilubangi. Gunakan media semai bertekstur sangat halus yang terdiri dari campuran tanah gembur dan kompos matang dengan perbandingan satu banding satu.
Buat lubang sedalam kurang lebih setengah sentimeter, masukkan satu butir biji di setiap lubangnya, lalu tutup perlahan dengan tanah halus. Semprot permukaan media menggunakan sprayer agar tanah menjadi lembap, lalu letakkan di tempat yang teduh. Dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari, tunas hijau kecil akan mulai bermunculan menyundul ke atas permukaan tanah.
Advertisement
Meracik Media Tanam Permanen
Sembari menunggu bibit semaian membesar, Anda bisa mulai meracik media tanam permanen yang akan menjadi rumah seumur hidup bagi sang terong. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang amat menyukai tanah gembur, kaya akan nutrisi bahan organik, dan memiliki porositas (drainase) yang baik agar air tidak mudah menggenang.
Campurkan tanah pekarangan, pupuk kandang atau kompos, dan arang sekam dengan takaran 1:1:1 hingga merata sempurna. Masukkan racikan tanah subur ini ke dalam polybag atau pot berukuran agak besar, minimal memiliki diameter 35 hingga 40 sentimeter, agar perakaran tanaman nantinya bisa berekspansi mencari makan dengan leluasa.
Advertisement
Proses Pindah Tanam (Transplanting)
Waktu yang paling ideal untuk melakukan pindah tanam adalah ketika bibit di wadah semai telah memunculkan empat helai daun sejati, atau kira-kira saat usianya menginjak tiga sampai empat minggu. Sangat disarankan untuk memindahkan bibit pada sore hari ketika matahari sudah mulai teduh untuk mencegah tanaman stres dan layu mendadak.
Congkel bibit secara perlahan dari wadah semainya, pastikan tanah yang menempel pada akar tidak hancur berantakan. Masukkan bibit secara hati-hati ke dalam lubang tanam di pot permanen, lalu urug dan tekan dengan lembut area tanah di sekeliling batang. Siram dengan air bersih secukupnya untuk mengunci posisi akar tanaman agar kokoh berdiri.
Advertisement
Perawatan Harian dan Pemupukan Berkala
Kunci kesuksesan budidaya terong terletak pada konsistensi penyiraman dan paparan sinar matahari. Tanaman ini merupakan pemuja matahari penuh, sehingga wajib diletakkan di area terbuka yang mendapatkan sinar mentari minimal 6 hingga 8 jam per hari. Lakukan penyiraman secara teratur 1-2 kali sehari, tergantung pada seberapa terik suhu cuaca di lingkungan Anda.
Agar nutrisi pembentukan bunga dan buah terpenuhi maksimal, berikanlah pupuk susulan secara berkala setiap dua minggu sekali. Anda bisa menggunakan pupuk kimia seperti NPK 16-16-16 yang dilarutkan dalam air, atau opsi yang lebih sehat menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos untuk menjaga kemurnian organik buah terong yang akan dikonsumsi.
Advertisement
Pengendalian Hama dan Waktu Panen
Pekebun rumahan sering kali dihadapkan pada masalah hama kutu putih, ulat daun, atau belalang yang gemar merusak tajuk tanaman. Terapkan metode pencegahan organik dengan rutin menyemprotkan pestisida nabati, seperti rendaman air daun mimba dan bawang putih, atau mengelap daun menggunakan kain yang dibasahi sedikit cairan sabun pencuci piring.
Jika dirawat dengan telaten, tanaman terong biasanya siap untuk dipanen perdana saat memasuki usia 70 hingga 80 hari setelah pindah tanam. Petik buah terong saat ukurannya sudah ideal, kulitnya mengilap licin, dan belum berubah warna menjadi kusam. Memanen di saat yang tepat akan memberikan sensasi daging buah yang padat, empuk, dan sama sekali tidak terasa pahit.
Advertisement
Tanya dan Jawab Singkat Menanam Terong di Rumah
1. Bisakah saya menggunakan biji dari buah terong yang dibeli di pasar?
Bisa saja. Namun, terong di pasar sering kali dipanen saat bijinya belum menua dengan sempurna. Selain itu, varietas dari pasar mungkin tipe hibrida yang keturunannya tidak sesubur induknya.
2. Kenapa bunga tanaman terong saya banyak yang rontok sebelum menjadi buah?
Kerontokan bunga umumnya dipicu oleh tanah yang terlalu becek (overwatering), kurangnya paparan sinar matahari terik, atau tanaman sedang kekurangan nutrisi Kalium dan Kalsium.
3. Berapa kali saya bisa memanen buah terong dari satu pohon yang sama?
Tanaman terong tergolong semak berumur cukup panjang. Jika nutrisinya terus dijaga, Anda bisa melakukan pemanenan berulang kali selama 5 hingga 6 bulan penuh.
4. Apakah tanaman terong di polybag perlu diberikan kayu penyangga (ajir)?
Sangat dianjurkan. Saat tanaman mulai berbuah lebat, beban di cabang akan sangat berat. Kayu penyangga mencegah batang tanaman patah atau ambruk karena embusan angin kencang.
5. Bolehkan memangkas daun terong bagian bawah yang sudah terlihat tua?
Boleh. Memangkas daun tua yang menguning di dekat permukaan tanah (pruning) justru sangat baik untuk mencegah infeksi jamur dan memperlancar sirkulasi udara di area pangkal batang.