Penyakit ALS Adalah Degenerasi Fungsi Otak, Ketahui Gejala Hingga Cara Pengobatannya

Penyakit ALS atau yang merupakan singkatan dari amyotrophic lateral sclerosis tak lain dapat menyebabkan sang penderita mengalami berbagai gangguan pada tubuh secara fatal.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Penyakit ALS Adalah Degenerasi Fungsi Otak, Ketahui Gejala Hingga Cara Pengobatannya
ilustrasi lumpuh. ©www.wisegeekhealth.com

Penyakit ALS merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang terjadi pada otak manusia. Penyakit ALS atau yang merupakan singkatan dari amyotrophic lateral sclerosis tak lain dapat menyebabkan sang penderita mengalami berbagai gangguan pada tubuh.

Meski penyakit tersebut menyerang otak, namun banyak anggota tubuh yang juga akan terpengaruh. Hal ini lantaran otak merupakan organ terpenting yang dimiliki oleh tubuh manusia.

Sebab melalui otak, semua organ akan mendapatkan perintah secara langsung untuk menjalankan berbagai fungsi vitalnya. Maka dari itu, jenis penyakit tersebut wajib untuk diketahui agar kita senantiasa waspada dan terhindar dari berbagai faktor risikonya.

Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan penyakit ALS tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Penyakit ALS

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis merupakan jenis penyakit yang menyerang pada organ terpenting manusia yakni pada sistem tertentu di dalam otak. Dilansir dari Halodoc, penyakit ALS merupakan sebuah penyakit yang dapat menyerang siapa saja saat saraf motorik pada otak secara langsung mengalami gangguan.

Selain menyerang saraf motorik pada otak, penyakit tersebut juga menyerang tulang belakang. Padahal, saraf motorik merupakan sejenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal listrik setiap saraf otak serta berperan langsung untuk mengendalikan gerakan otot di seluruh tubuh.

Apabila terjadi gangguan ataupun kerusakan pada sel saraf motorik, maka tubuh akan mengalami gangguan berupa kehilangan kemampuan untuk menggerakkan otot yang terdapat pada seluruh tubuh. Akibatnya, sang penderita pun dapat mengalami kelumpuhan seumur hidup.

Penyebab Penyakit ALS

Jenis penyakit yang disebut cukup mematikan tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti mengenai penyebabnya. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit ALS tersebut dapat terjadi lantaran tubuh sang penderita yang memiliki beberapa kondisi tertentu. Di antaranya yakni sebagai berikut:

Autoimun

Penyakit autoimun diklaim membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat sehingga dapat memicu kerusakan pada sel-sel saraf tertentu, seperti pada otak.

Kelebihan Glutamat

Saat glutamat terjadi penumpukan di dalam tubuh, maka sel-sel saraf pun juga dapat mengalami gangguan. Sebagai akibatnya, sel-sel tersebut akan semakin mengalami degenerasi fungsi.

Gangguan Mitokondria

Mitokondria merupakan tempat terjadinya pembentukan energi yang berada di dalam sel. Apabila terjadi gangguan, maka dapat terjadi penurunan fungsi pada mitokondria.

Stres Oksidatif

Saat jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas, maka proses oksidasi yang terjadi pada sel-sel tubuh akan semakin meningkat. Apabila hal ini terus terjadi, maka akan terjadi sejumlah kerusakan tertentu pada bagian sel tubuh.

Gejala Penyakit ALS

Pada umumnya, penyakit ALS selalu diawali dengan menurunnya fungsi otot pada organ tubuh tertentu. Bisa jadi, sang penderita mengalami penurunan fungsi otot pada kaki maupun tangan. Hal ini lambat laun akan menyebar hingga ke seluruh tubuh. Beberapa gejala tersebut yakni sebagai berikut:

Gangguan Pernapasan

Gejala pertama pada penyakit ALS adalah menurunnya kinerja sistem pernapasan pada tubuh sang penderita. Gejala ini diklaim sebagai pembunuh nomor satu pada penderita penyakit ALS.

Kelelahan

Saat otot mengalami penurunan fungsi hingga kekuatannya, maka tubuh seiring berjalannya waktu akan mengalami kelelahan. Hal ini juga disertai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

Sulit Menelan dan Berbicara

Pada stadium akhir, kebanyakan penderita penyakit ALS tidak mampu untuk menelan makanan hingga berbicara dengan lancar. Penderita akan mengalami gangguan menebalnya lidah dan melemahnya otot-otot diafragma.

Kejang Otot

Selain itu, pada umumnya penderita ALS juga akan mengalami kejang otot. Gejala ini biasanya berlangsung secara terus-menerus hingga terasa cukup menyakitkan.

Sulit Berjalan

Saat otot kaki semakin melemah, maka penderita penyakit ALS akan sulit untuk berjalan hingga terjadi kelumpuhan.

Sulit Mengangkat Tangan

Selain sulit untuk berjalan, penderita yang mengalami penurunan kekuatan otot tangan juga akan mengalami kesulitan untuk mengangkat kedua tangan. Pada stadium akhir, penderita dapat mengalami kelumpuhan secara parsial.

Faktor Risiko Penyakit ALS

Meski tak diketahui secara jelas mengenai penyebabnya, namun penyakit ALS rupanya rentan terjadi pada mereka yang memiliki faktor risiko. Beberapa hasil penelitian menyebutkan, penyakit ALS rentan terjadi pada pria yang berusia lebih dari 65 tahun.

Selain itu, faktor genetika, kebiasaan merokok, hingga paparan zat kimia tertentu yang terjadi secara terus-menerus juga dapat menyebabkan seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit ALS. Meskipun demikian, wanita berusia lebih dari 65 tahun disebut memiliki faktor risiko yang lebih rendah dibandingkan para pria.

Pengobatan dan Cara Mencegah

Orang yang memiliki kebiasaan buruk merupakan salah satu faktor risiko yang terdapat pada penyakit ALS. Maka dari itu, ada baiknya untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi asap rokok agar terhindar dari risiko terjadinya penyakit ALS pada tubuh.

Jika tubuh telah terlanjur terserang penyakit ALS, maka salah satu cara pengobatannya yakni dengan melakukan beberapa upaya untuk menghambat perkembangan penyakit serta gejalanya. Selain itu, penderita ALS juga disarankan untuk rutin melakukan terapi seperti berbicara, bernapas, hingga kemandirian para penderita ALS.

Rekomendasi