Mendagri Minta Hindari saat Covid 19, Ini Bahaya Minum Air Dingin Wajib Diketahui

Tito mengimbau agar masyarakat dapat lebih berhati-hati saat mengonsumsi minuman dingin lantaran struktur lemak pada Covid-19 dapat bertahan lama dalam suhu dingin.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Mendagri Minta Hindari saat Covid 19, Ini Bahaya Minum Air Dingin Wajib Diketahui
Ilustrasi air es. google

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak masyarakat agar lebih waspada dengan makanan serta minuman yang dikonsumsi. Hal itu tak lain disampaikan sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Tito mengimbau agar masyarakat dapat lebih berhati-hati saat mengonsumsi minuman dingin. Sebab, dirinya menjelaskan lebih lanjut mengenai anatomi virus Covid-19 yang memiliki kaitan erat dengan suhu dingin.

Tak hanya waspada dengan makanan serta minuman dingin, Tito juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan alat makan dan minum yang akan digunakan dengan beberapa cara. Lantas, bahaya apa yang mengintai saat kita mengonsumsi minuman dingin?

Simak ulasannya berikut ini seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

Memengaruhi Kadar Energi dalam Tubuh

Dilansir dari Honestdocs, bahaya pertama saat kita mengonsumsi minuman dingin adalah organ tubuh yang harus bekerja lebih keras. Sebab, tubuh harus selalu mempertahankan suhu normalnya pada titik sekitar 37 derajat celcius.

Saat air dingin masuk, maka seluruh organ yang ada di dalam tubuh harus berfungsi untuk menyeimbangkan suhu agar kembali normal. Hal ini tentu saja menguras energi yang lebih banyak lagi. Apabila proses ini terjadi secara berulang-ulang, tidak mustahil kelelahan hingga berbagai gangguan kesehatan dapat menyerang tubuh.

Memicu Radang Tenggorokan

Dampak yang paling dikenal usai mengonsumsi minuman dingin adalah radang tenggorokan. Hal ini terjadi lantaran saat air dingin masuk ke dalam sistem pencernaan, maka yang terjadi adalah penimbunan mukus atau lendir berlebih sebagai reaksi tubuh untuk mempertahankan suhu normal.

Bila lapisan lendir tersebut semakin tebal, maka jalan pernapasan akan sedikit terkendala. Proses ini lah yang kemudian dapat memicu gangguan tenggorokan hingga batuk.

Memicu Penimbunan Lemak

Selain sebagai sumber energi, lemak ternyata juga memiliki fungsi lain bagi tubuh. Tubuh akan selalu membutuhkan lemak berlapis-lapis untuk menghangatkan air dingin yang masuk ke dalam sistem pencernaan.

Maka dari itu, tubuh secara otomatis akan membutuhkan cadangan lemak lebih banyak lagi apabila tubuh terlalu sering mengonsumsi air dingin. Kondisi seperti ini akan semakin buruk tatkala tubuh Anda kurang berolahraga.

Memperlambat Kinerja Jantung

Sebuah penelitian mengungkapkan, mengonsumsi air dingin ternyata dapat merangsang saraf kranial yaitu saraf vagus. Saraf ini diketahui memiliki fungsi yang cukup penting yakni untuk mengatur detak jantung.

Saat suhu tubuh turun saat air dingin masuk ke dalam tubuh, maka saraf ini juga akan memberikan reaksi. Salah satunya yakni dengan memperlambat kerja atau detak jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Tubuh Sulit Mencerna Makanan

Saat air dingin masuk, maka pembuluh darah akan seketika bereaksi. Salah satu reaksinya yakni dengan mengerut sehingga sistem pencernaan tidak dapat berfungsi secara maksimal.

Apabila hal ini terjadi, maka proses mencerna nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi terhambat. Alhasil, tubuh akan mengalami kekurangan gizi hingga rentan terserang penyakit.


Imbauan Mendagri untuk Hindari Minuman Dingin

Sebelumnya, Eks Kapolri tersebut secara langsung menganjurkan agar masyarakat dapat menghindari untuk mengonsumsi air dingin di tengah pandemi Covid-19. Hal ini lantaran virus yang memiliki struktur lemak dapat bertahan lama pada suhu dingin.

"Upayakan hindari betul minuman yang dingin, es-esan. Ingat, virus ini adalah virus berlemak, sifat lemak itu makin kuat di tempat yang dingin, dia akan mengeras. Upayakan hindari minuman dingin, minuman es, dan lain-lain. Karena virus ini kuat di tempat dingin virus berlemak," katanya dalam Rapat Koordinasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2020 di YouTube Kemendagri, Selasa (6/10).

Rekomendasi