Menhut Raja Juli Ungkap Kendala Pemadaman Karhutla di Sumatera-Kalimantan

Menhut Raja Juli memaparkan hambatan pemadaman karhutla di Sumatera-Kalimantan, dari ketersediaan air hingga efektivitas metode di lapangan.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Menhut Raja Juli Ungkap Kendala Pemadaman Karhutla di Sumatera-Kalimantan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Gedung Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief).

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Upaya dilakukan lewat pembuatan sumur bor hingga operasi water bombing yang dikerahkan TNI Angkatan Udara. Namun, Menhut Raja Juli Antoni menyebut masih ada hambatan di lapangan.

Dia mengungkapkan kendala utama adalah keterbatasan sumber air untuk pemadaman.

"Dari segi teknis insya Allah apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi, namun realitas di lapangan sumber air tetap menjadi kendala ya meskipun tadi sumur bor sudah datang," kata Raja Juli kepada wartawan saat Media Brief di Gedung Kemenhut, Selasa (1/9/2026).

Raja Juli mencontohkan kondisi di Sumatera Selatan. Titik kebakaran yang muncul di sisi jalan tol sulit ditangani karena hanya ada satu titik air, sementara api merambat menjauh dari lokasi tersebut.

"Sumber airnya ini yang jadi masalah ya semacam kemarin saya dari Sumsel ada kebakaran di pinggir tol dengan Pak Dirjen kemarin. Kemarin ini di pinggir tol karena kita apa namanya sumber air cuma ada satu sementara kebakarannya sudah apa ya sudah menjauh ke mana tapi sumber air cuma ada satu," tuturnya.

Satgas Darat Dinilai Lebih Efektif Daripada Water Bombing

Raja Juli menyebut pemadaman melalui Satuan Tugas (Satgas) Darat dinilai lebih efektif dibanding water bombing dalam menjinakkan api di lapangan.

"Satgas darat ini jauh lebih efektif memadamkan api ketimbang water bombing. Water bombing itu hanya bisa memadamkan 2,5 hektar saja sedangkan satgas darat mampu memadamkan 17,5 hektar," kata Raja Juli.

Meski demikian, operasi water bombing tetap dijalankan pada sejumlah titik di Sumatera dan Kalimantan sebagai bagian dari penanganan terpadu kebakaran hutan dan lahan.

Rekomendasi