Jangan Anggap Sepele, Ini Sederet Fakta Mengejutkan dari Ternak Lalat Tentara Hitam

Lalat hitam adalah salah satu jenis lalat yang cukup menguntungkan bagi kehidupan manusia.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Jangan Anggap Sepele, Ini Sederet Fakta Mengejutkan dari Ternak Lalat Tentara Hitam
Fakta Mengejutkan dari Ternak Lalat Tentara Hitam. YouTube PANJI PETUALANG ©2020 Merdeka.com

Lalat adalah serangga yang kerap kali dianggap mengganggu berbagai kegiatan manusia. Berbagai anggapan negatif pun sering kali menjadi menghampiri serangga yang satu ini, dari mulai faktor kebersihan lingkungan hingga kesehatan.

Namun, rupanya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Lalat hitam adalah salah satu jenis lalat yang cukup menguntungkan bagi kehidupan manusia.

Simak faktanya berikut ini seperti yang dirangkum dari kanal YouTube PANJI PETUALANG.

Merujuk dari sebuah video yang berjudul ‘Auto-Rich! Business 21st Century! | Maggot Farming?!’, nampak Panji tengah bertandang ke rumah pemilik ternak lalat hitam. Di sana, sang pemilik pun mengungkapkan banyaknya manfaat yang didapatkan dari berternak belatung dan lalat hitam.

“Nggak sekedar manfaat sih. Banyak ya,” kata sang pemilik ternak.

Tak seperti belatung pada umumnya, rupanya belatung lalat hitam tersebut nampak berbeda. Belatung tersebut sedikit berukuran lebih besar dan mirip dengan penampakan ulat bambu.

“Nah, ini bentuknya mirip ulat bamboo teman-teman ya kalau menurut Panji. Soalnya ukurannya nggak umum sama belatung lain yang emang kecil. Kalau ini gede banget,” ujarnya.

Meski kerap kali dianggap kotor, namun ternyata belatung adalah hewan yang cukup steril. Sebab, hewan yang satu ini rupanya memiliki antibodi yang dapat membersihkan tubuhnya dari berbagai kuman.

“Karena kumannya itu dari sampahnya dan mereka itu punya antibakteri ya,” terang Panji.

Salah satu manfaat yang diungkap oleh sang pemilik mengenai ternak belatung dan lalat hitam adalah jangka panennya yang hanya membutuhkan waktu 1 bulan lamanya.

“Siklusnya itu satu bulan,” terang sang pemilik.

Namun, hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam ternak lalat hitam adalah kandangnya. Kandang lalat hitam memerlukan sinar matahari yang cukup agar tumbuhkembangnya selama 7 hari tersebut dapat maksimal.

Tak banyak orang yang tahu, ternyata lalat hitam memiliki manfaat di dunia medis. Salah satunya yakni dapat digunakan sebagai obat penyakit diabetes.

“Kalau untuk kedokteran, itu bisa sebagai pengobatan diabetes. Jadi daging yang busuknya bisa dimakan sama maggot (lalat),” jelasnya.

Tak hanya bermanfaat di bidang medis, namun lalat hitam juga dapat digunakan sebagai pakan ternak hingga pupuk sempurna yang mendukung di dunia pertanian.

“Tujuannya untuk pakan ternak. Dari mulai pakan ternak unggas, ikan, sampai bisa bikin pupuk untuk pertanian,” papar sang pemilik ternak.

Selain memiliki banyak manfaat, sang pemilik pun mengaku bahwa usahanya di bidang ternak lalat ini secara tidak langsung dapat membantu Pemerintah untuk mengurangi produksi sampah yang ada di Tanah Air.

“Hewan yang sering disepelekan manusia ternyata punya manfaat yang banyak banget. Dari pengobatan, dari peternakan, dan juga menambah orang kerja ya A ya,” pungkasnya.

“Dan membantu Pemerintah untuk mengurangi sampah yang ada di seluruh negeri,” tambah sang pemilik.

Rekomendasi