Hidup Susah Debt Collector karena Corona, Mau Makan Saja Tunggu Upah dari Senior

Tidak hanya mencukupi kebutuhan dirinya sendiri, ia pun juga harus memikirkan sanak saudaranya yang berada di kampung halaman.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Hidup Susah Debt Collector karena Corona, Mau Makan Saja Tunggu Upah dari Senior
Hidup Susah Debt Collector karena Corona. YouTube Asumsi ©2020 Merdeka.com

Wabah Covid-19 yang hingga kini belum juga usai membuat banyak pihak merugi. Tidak hanya ekonomi di sektor formal, segelintir orang pun juga ikut merasakan dampak dari adanya Covid-19. Salah satunya adalah penagih utang atau debt collector.

Christian Brilaba, salah satunya. Dirinya merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan leasing. Tidak hanya mencukupi kebutuhan dirinya sendiri, ia pun juga harus memikirkan sanak saudaranya yang berada di kampung halaman. Berikut ulasan selengkapnya seperti yang dirangkum dari kanal YouTube Asumsi.

Memikirkan Kebutuhan Keluarga di Tanah Kelahiran

Christian Brilaba adalah salah satu pihak yang merasa sangat terdampak dari adanya wabah Covid-19. Sebelumnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk menghasilkan pendapatan guna mencukupi kebutuhan keluarga yang ada di kampung halamannya.

"Kamu selama ini di tanah rantau ada hasilnya nggak? Hasilnya apa kan kami juga harus mikir ke situ untuk kebutuhan di kampung halaman," ucapnya.

Bergelut Menjadi Penagih Utang Selama 5 Tahun

Menjadi seorang penagih utang bukanlah hal yang mudah. Namun, pekerjaan ini telah ia geluti selama lebih dari 5 tahun.

"Saya di leasing dari tahun 2014 sampai 2019, sampai ada terjadinya Covid-19," jelasnya.

Imbauan Pemerintah

Meski menurunkan pendapatannya, namun imbauan Pemerintah tetap ia jalankan. Bahkan, dirinya harus rela berdamai dengan kebijakan Pemerintah yang melonggarkan tempo bagi pihak yang tengah melakukan kredit.

"Ada himbauan dari Pemerintah jangan berkeliaran di luar, jangan bekerja untuk menarik-narik lagi," tuturnya.

Tidak Ada Pekerjaan Selama Wabah

Selama pandemic Covid-19, ia mengaku tidak memiliki pendapatan. Bahkan ia harus rela berdiam diri untuk tidak menarik utang dari pihak-pihak yang dapat menjadi sumber pendapatannya guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Dari kasus Corona kita udah nggak bisa ngapa-ngapain. Hanya terdiam," jelasnya.

Tunggu Upah

Bak menunggu keberuntungan, ia pun juga harus menunggu sang senior untuk memberikan sedikit upah meskipun dirinya tidak dipekerjakan selama wabah Covid-19.

"Tinggal menunggu abang-abang (senior) kalau ada berkat ya minta untuk mencukupi kebutuhan," tambahnya.

Setengah Mati

Hal ini juga dirasakan oleh Feri Selly. Sebagai debt collector, ia merasa kesulitan hanya untuk mencukupi kebutuhan primernya sebagai manusia di tengah pandemi Covid-19.

"Dengan adanya Covid-19 ini kami setengah mati. Mau makan aja susah," ucapnya.

Rekomendasi