Efek Mal Tutup Akibat Corona, Barang-Barang Mahal Bermerek Ini Jamuran Lalu Dibuang

Viral di kalangan netizen membayangkan kerugian yang dialami. Ingin tahu efek mal tutup akibat corona, hingga barang mahal bermerek dibuang? Simak informasinya berikut ini.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Efek Mal Tutup Akibat Corona, Barang-Barang Mahal Bermerek Ini Jamuran Lalu Dibuang
Barang Mahal Bermerek Jamuran Dibuang. Facebook Metrojaya MY ©2020 Merdeka.com

Akibat pandemi corona Covid-19 segala aktivitas terhalang, baik sekolah, bermain, hingga bekerja. Semakin dibatasi sejak pemberlakuan lockdown di beberapa wilayah di seluruh dunia.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan barang-barang mahal di pusat perbelanjaan yang rusak akibat jamur. Melalui akun Facebook Metrojaya MY, video para petugas tengah membuang barang mahal berbahan kulit tersebut.

Viral di kalangan netizen membayangkan kerugian yang dialami. Ingin tahu efek mal tutup akibat corona, hingga barang mahal bermerek dibuang? Simak informasinya berikut ini.

Unggahan viral beberapa waktu lalu dari Twitter unggahan Iqbal Sheikh Ali, beberapa barang mahal berjamur. Berbagai tas, sepatu, sabuk, hingga dompet berbahan kulit terlalu lama terbengkalai di sebuah mal yang lembap. Kabar viral barang berjamur dari kota Sabah, Malaysia.

Begitu disayangkan, barang yang satuannya bisa mencapai harga jutaan tersebut kini dikabarkan harus dibuang. Pihak toko berusaha menjaga kualitas dan produk bagi pembeli.

Melansir dari akun Facebook Metrojaya MY, memperlihatkan video pra petugas mal tengah mendata setiap barang. Kemudian dimasukkan dalam kantong plastik sampah besar.

Mal tutup cukup lama mengakibatkan suasana pengap dan lembab, lantaran AC dimatikan. Akhirnya jamur mudah berkembang biak dan membuat barang-barang bermerek menjadi bau, hingga rusak.

Menurut Metro Sabah Solar, proses sanitasi dan dekontaminasi sudah berlangsung beberapa hari. mal tersebut masih dipersiapkan untuk buka kembali dalam waktu dekat.

Selain membuang tas, sepatu, sabuk, dan dompet berbahan kulit yang berjamur, para petugas juga membersihkan setiap rak. Petugas yang lain membersihkan saluran udara yang lama terbengkalai juga. Supaya sirkulasi AC berjalan sedia kala.

Hingga saat ini belum ada pihak terkait yang mengatakan jumlah kerugian yang ditanggung. Foto dan video barang berjamur semakin viral, beberapa tas mahal yang dipenuhi jamur diketahui memiliki harga 679 ringgit atau setara Rp2,3 juta.

Itu saja baru harga yang dibanderol untuk satu tas. Belum lagi setiap pasang sepatu dan barang bermerek lainnya. Netizen memperkirakan, mungkin yang bersangkutan mengalami kerugian cukup besar.

Peristiwa yang terjadi di mal Metro Jaya, Sabah, Malaysia merupakan salah satu dari berbagai akibat pandemi Covid-19. Melansir dari Siakap Keli, pemerintah Malaysia telah menerapkan lockdown sejak 18 Maret 2020 lalu, sehingga banyak mal tutup.

Dikutip dari Liputan6, pada Senin (4/5) sudah ada pembukaan di sebagian besar sektor ekonomi, dengan tetap menyesuaikan protokol kesehatan. Diperkirakan 6,64 juta orang atau hampir setengah dari tenaga kerja, telah kembali bekerja sejak MCO bersyarat.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pembukaan lockdown. Serta mengatakan, bahwa semua aturan dan prosedur operasi standar atau SOP tetap berlaku hingga 9 Juni.

Video Mendata dan Membuang Barang Bermerek

Rekomendasi