Putri Sopir Ambulans Diultimatum Wapres Try Sutrisno Jangan Menjatuhkan Namanya, Ternyata Sosoknya Bukan Sembarang Orang

Chamimah, adik Try Sutrisno yang hidup sebagai guru dengan gaji yang kecil.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Putri Sopir Ambulans Diultimatum Wapres Try Sutrisno Jangan Menjatuhkan Namanya, Ternyata Sosoknya Bukan Sembarang Orang
chamimah (ABU MARLO)

Cerita seorang perempuan lanjut usia bernama Chamimah sangat menginspirasi. Chamimah bukanlah orang biasa. Ia merupakan adik dari Eks Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Meski menjadi adik Try Sutrisno, Chamimah justru lebih dikenal sebagai seorang guru yang ikhlas mengabdi. Perempuan berusia 83 itu telah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama 60 tahun lebih dengan gaji yang sangat sedikit.

Chamimah bahkan tidak pernah menggunakan privilege sebagai adik Wapres meskipun ia sendiri harus bertahan hidup dalam keterbatasan. Bagaimana kisahnya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Dalam video yang diunggah oleh channel ABU MARLO memperlihatkan Chamimah yang membagikan kisah masa lalunya sebagai seorang guru sekaligus adik dari Wapres Try Sutrisno.

Chamimah adalah putra dari Subandi, seorang pria asal Garut yang menikah dengan ibunya yang berasal dari Surabaya bernama Mardiyah. Chamimah lahir dan besar di Surabaya.

“Saya adalah putra dari bapak Subandi asalnya dari Garut. Ayah saya itu orang Sunda Garut. Kemudian ibu saya orang Surabaya. Saya dilahirkan di Surabaya. Tanggal 1, bulan 9, tahun 1942,” kata Chamimah.

Meski sang kakak merupakan seorang wakil presiden di era Soeharto, Chamimah mengaku biasa saja karena tidak ada satu pun orang di sekelilingnya yang tahu kalau ia adalah adik seorang wakil presiden.

“Saya rasa biasa-biasa saja. Tidak ada orang yang tahu kalau saya adiknya Pak Try karena saya enggak pernah cerita. Hanya temannya Pak Try yang tahu itu yang cerita, oh itu bu Mimah itu adiknya pak Try Sutrisno,” jelas Chamimah.

chamimah
chamimah ABU MARLO

Chamimah bukan berasal dari keluarga yang kaya raya dan berkecukupan. Ia mengaku bahwa sang ayah, yang sekaligus ayah dari Try Sutrisno, merupakan seorang sopir ambulans di Surabaya.

“(Bapak) sopir ambulans di Surabaya,” ucapnya.

Meski lahir di keluarga sederhana, kakaknya, Try Sutrisno, menurut cerita Chamimah memang sudah dikenal sebagai sosok yang pintar. Sehingga sukses menjalani karier sebagai abdi negara, hingga jadi wapres.

“Pak Try itu dulu setelah lulus SMA, kemudian mau jadi dokter,” tutur Chamimah. 

“Tapi bapak sudah pensiun jadi tidak ada biaya. Lalu melamar AURI, katanya bapak jangan, nanti meninggal. Lalu misalnya angkatan laut, kalau hilang kapalnya tenggelam. Pilih angkatan darat itu,” lanjutnya.

Karier Chamimah tidaklah secemerlang kakaknya. Namun, ia sama sekali tidak pernah memanfaatkan nama Try Sutrisno untuk mendapatkan jabatan tertentu. Kakaknya selalu memintanya untuk mandiri.

“Pak Try itu orangnya tidak mau begitu, jadi suruh mandiri. Saya pernah mengajukan ‘Cak aku kepingin jadi pegawai negeri’, ‘Sudah sama saja pegawai negeri, pegawai swasta sama,” ucap Chamimah menirukan ucapan Try Sutrisno.

Chamimah bahkan harus menunggu sampai 10 tahun untuk bisa jadi pegawai negeri secara mandiri. Selain itu, sang kakak juga telah memberikan pesan agar tidak menjatuhkan namanya dengan meminta jabatan atau sejenisnya.

“Saya terus mencoba melamar sendiri. Sampai 10 kali melamar PNS. Itu sebelumnya sudah diultimatum sama Pak Try. ‘Kamu jangan menjatuhkan nama saya, memakai nama saya. Jadi ya biasa, nama bapak Subandi, sopir, begitu,” pungkas Chamimah.

Rekomendasi