Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potret Patung Lettu Inf Ahmad Kirang, Kopassus yang Gugur Saat Pembebasan Sandera

Potret Patung Lettu Inf Ahmad Kirang, Kopassus yang Gugur Saat Pembebasan Sandera Lettu Anumerta Ahmad Kirang. Instagram/@penkopassus ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Akun Instagram resmi @penkopassus, membagikan potret patung Lettu Anumerta Ahmad Kirang, salah satu prajurit TNI yang gugur saat melaksanakan tugas negara.

Ahmad Kirang sendiri merupakan prajurit yang gugur dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Thailand, pada Maret 1981 silam.

Kirang meninggal dunia setelah terlibat aksi baku tembak dengan para teroris yang melakukan pembajakan pesawat.

Nyawanya tak bisa diselamatkan setelah ia tertembak di bagian bawah perut saat menjalankan misi penyelamatan itu. Simak ulasan selengkapnya:

Potret Patung Ahmad Kirang

Melalui unggahan di Instagram @penkopassus, membagikan potret patung Lettu Anumerta Ahmad Kirang sambil memegang senapan.

lettu anumerta ahmad kirang

Instagram/@penkopassus ©2022 Merdeka.com

"Lettu inf Ahmad Kirang yang gugur pada saat melaksanakan pembebasan sandera pesawat GIA dibandara International Don Muang Thailand pada tangga 31 Maret 1981," tulis keterangan unggahan.

Pembajakan Pesawat Garuda oleh Teroris

Pesawat Garuda Indonesia pernah mengalami insiden pembajakan pesawat pada 28 Maret 1981 silam. Kejadian itu bermula ketika pesawat rute perjalanan Jakarta-Medan dibajak oleh sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai Komando Jihad saat sedang transit di Palembang. Para pembajak itu memaksa kapten pilot Herman Rante dengan todongan pistol untuk mengalihkan penerbangan ke Colombo, Srilangka. Drama pembajakan pun dimulai ketika pesawat sempat kehabisan bahan bakar di Malaysia, hingga akhirnya mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand. Para pembajak yang dipimpin oleh Imran bin Muhammad Zein menuntut pemerintah Indonesia untuk membebaskan 80 anggota kelompok Komando Jihad yang ditangkap karena beberapa kasus teror yang mereka lakukan. Selain itu, para pembajak juga menuntut tebusan berupa uang tunai USD1,5 juta pada pemerintah. Mereka juga meminta pesawat untuk melakukan pembebasan tahanan dan terbang ke tujuan yang dirahasiakan. Para anggota kelompok Komando Jihad itu bahkan mengancam telah memasang bom di pesawat Woyla yang membuat banyak orang menjadi panik.

Pasukan Kopassus Diterjunkan

Alih-Alih mengabulkan tuntutan para teroris, pemerintah Indonesia justru menjawab tuntutan tersebut dengan melakukan aksi militer guna membebaskan para sandera.Karena hal itu, para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pun diperintahkan untuk turun tangan membebaskan penumpang sandera di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand. Ahmad Kirang menjadi salah satu prajurit terbaik yang turut diterjunkan dalam misi penyelamatan sandera penumpang pesawat Garuda DC-9 Woyla yang dibajak oleh kelompok teroris itu.

Ahmad Kirang Tertembak

Setelah dibentuk, Kirang bersama prajurit yang diterjunkan dalam operasi itu diberangkatkan menuju Bandara Don Muang pada 30 Maret 1981.

lettu anumerta ahmad kirang

Instagram/@penkopassus ©2022 Merdeka.com

Sesampainya di lokasi, Ahmad Kirang dan rekannya Pelda Pontas Lumban Tobing dengan penuh keberanian melakukan aksi terobos memasuki pesawat melalui pintu utama belakang pesawat sesuai dengan instruksi komando pada jam 02.45 dini hari.Dalam waktu bersamaan, tim lainnya juga menyerbu melalui pintu samping. Baku tembak sempat terjadi antara prajurit TNI dengan para teroris. Namun, Kirang rupannya harus terkena tembakan di perut bagian bawah yang tidak tertutup rompi antipeluru.

Meninggal Dunia

Meski misi penyelamatan itu berhasil melumpuhkan para teroris, namun nyawa Ahmad Kirang tak berhasil diselamatkan. Dalam operasi militer tersebut, Ahmad Kirang bersama Kapten Pilot Herman Rante gugur karena luka tembakan. Dengan upacara militer, pada 2 April 1981 jasad Lettu Anumerta Ahmad Kirang dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.Atas keberanian yang ditunjukkan oleh Ahmad Kirang, pemerintah pun menganugerahkan penghargaan kepada mendiang Kirang berupa  Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi juga memberikan kenaikan pangkat dua tingkat secara anumerta.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP