Peta Kekuatan Militer Venezuela, Kolombia, Kuba dan Meksiko, Sanggupkah Melawan Amerika Serikat?

Setelah menyerang Venezuela, Trump juga mengancam Kolombia, Kuba, dan Meksiko.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Peta Kekuatan Militer Venezuela, Kolombia, Kuba dan Meksiko, Sanggupkah Melawan Amerika Serikat?
Kekuatan Militer Kolombia (Reuters)

Amerika Serikat melancarkan serangan militer skala besar terhadap Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026) lalu. Eskalasi drastis ini mengguncang kawasan Amerika Latin dan memicu kekhawatiran luas akan meluasnya konflik regional.

Apalagi, Presiden AS, Donald Trump, Senin (5/1/2026) lalu, mengancam akan mengambil tindakan terhadap Kolombia, Kuba, dan Meksiko kecuali negara-negara tersebut "berbenah diri". Trump mengklaim langkah itu diperlukan untuk memerangi perdagangan narkoba serta mengamankan kepentingan Amerika Serikat di Belahan Barat.

Pernyataan Trump tersebut sontak membuat tensi di Amerika latin semakin meningkat. Pernyataan tersebut juga semakin memperdalam kekhawatiran lama mengenai campur tangan Amerika Serikat di Amerika Latin.

Reaksi pun bermunculan dari pemimpin negara yang diancam Trump tersebut. Presiden Kolombua, Gustavo Petro bahkan langsung menyatakan kesiapannya mengangkat senjata jika AS menyerang negerinya. Dia juga telah mengerahkan militernya ke perbatasan.

Pemerintah negara-negara di Amerika latin terkenal dengan sikap teguhnya yang menolak campur tangan negeri paman sam dalam urusan domestiknya. Namun, mampukah mereka secara militer menghadapi AS jika serangan benar-benar dilakukan militer AS di bawah komando Trump?

Dilansir dari Aljazeera dan data Global Firepower, Rabu (7/1/2026) berikut kekuatan militer negara-negara di Amerika latin yang diancam Trump dan perbandingan kekuatannya dengan militer AS.

Militer Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat Reuters

Amerika Serikat saat ini memiliki militer terkuat di dunia dan menghabiskan anggaran pertahanan lebih besar dibandingkan gabungan pengeluaran militer 10 negara dengan belanja pertahanan terbesar berikutnya. Pada 2025, anggaran pertahanan AS mencapai 895 miliar dolar AS, setara sekitar 3,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Berdasarkan data Global Firepower, Amerika Serikat menempati peringkat pertama kekuatan militer dunia dari total 145 negara. AS memiliki sekitar 1,33 juta personel aktif, didukung 13.043 pesawat militer, 4.640 tank tempur, dan 440 aset angkatan laut. Anggaran militernya mencapai 895 miliar dolar AS, jauh melampaui negara lain, sementara tidak tercatat memiliki pasukan paramiliter.

Kekuatan Militer Meksiko
Kekuatan Militer Meksiko Reuters

Meksiko berada di peringkat ke-32 dunia dengan sekitar 412.000 personel aktif. Negara ini memiliki 433 pesawat militer, tidak memiliki tank tempur, serta 167 aset angkatan laut. Anggaran militernya mencapai sekitar 7,6 miliar dolar AS, dengan kekuatan paramiliter sekitar 120.000 personel.

Kekuatan Militer Kolombia
Kekuatan Militer Kolombia Reuters

Kolombia berada di peringkat ke-46, dengan kekuatan militer aktif sekitar 293.200 personel. Negara ini mengoperasikan 436 pesawat militer, tidak memiliki tank tempur, serta 233 aset angkatan laut. Anggaran militernya tercatat sebesar 10,5 miliar dolar AS, sementara pasukan paramiliternya diperkirakan berjumlah 150.000 orang.

Kekuatan Militer Venezuela
Kekuatan Militer Venezuela Reuters

Venezuela ada di peringkat ke-50, dengan sekitar 109.000 personel militer aktif. Negara ini memiliki 229 pesawat militer, 172 tank tempur, dan 34 aset angkatan laut. Anggaran militernya relatif kecil, sekitar 4,09 miliar dolar AS, namun Venezuela memiliki kekuatan paramiliter yang cukup besar, diperkirakan mencapai 220.000 personel.

Kekuatan Militer Kuba
Kekuatan Militer Kuba Reuters

Sementara Kuba berada di peringkat ke-67. Negara Fidel Castro ini memiliki sekitar 45.500 personel militer aktif, 31 pesawat militer, 113 tank tempur, dan 19 aset angkatan laut. Anggaran militernya sekitar 4,5 miliar dolar AS. Namun, Kuba memiliki kekuatan paramiliter yang sangat besar, diperkirakan mencapai 1,145 juta personel, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia.

Kapal Induk USS Harry S Truman
Kapal Induk USS Harry S Truman X @@MarioNawfal

Seluruh negara tersebut tertinggal jauh dari Amerika Serikat dalam hampir semua indikator utama, termasuk jumlah personel aktif, pesawat militer, tank tempur, kekuatan angkatan laut, serta besaran anggaran pertahanan.

Dalam skenario perang konvensional yang melibatkan tank, pesawat tempur, dan kekuatan laut, Amerika Serikat memiliki keunggulan yang nyaris mutlak.

Satu-satunya keunggulan relatif yang dimiliki sejumlah negara Amerika Latin dibandingkan AS terletak pada kekuatan pasukan paramiliter. Kelompok-kelompok ini biasanya beroperasi berdampingan dengan militer reguler dan mengandalkan peperangan asimetris serta taktik tidak konvensional untuk menghadapi strategi militer modern.

Peta kekuatan militer kolombia, venezuela, kuba dan meksiko
Peta kekuatan militer kolombia, venezuela, kuba dan meksiko chatgpt

Kuba

Kuba memiliki pasukan paramiliter terbesar ketiga di dunia, dengan lebih dari 1.145.000 anggota, menurut data Global Firepower. Kekuatan ini mencakup milisi yang dikendalikan negara serta komite pertahanan lingkungan. Kelompok terbesar, Milisi Pasukan Teritorial, berfungsi sebagai cadangan sipil untuk mendukung tentara reguler menghadapi ancaman eksternal maupun krisis internal.

Venezuela

Sementara Venezuela memiliki 220.000 anggota. Di Venezuela kelompok sipil bersenjata pro-pemerintah yang dikenal sebagai "colectivos" kerap dituduh berperan dalam penegakan kontrol politik dan intimidasi terhadap lawan. Meski bukan bagian resmi dari angkatan bersenjata, kelompok ini secara luas diyakini beroperasi dengan toleransi atau dukungan negara, khususnya selama periode gejolak di bawah pemerintahan Maduro.

Kolombia memiliki 150.000 anggota. Di negara ini, kelompok paramiliter sayap kanan mulai muncul pada 1980-an sebagai respons terhadap pemberontakan sayap kiri.

Kendati secara resmi dibubarkan pada pertengahan 2000-an, banyak kelompok tersebut bermetamorfosis menjadi organisasi kriminal atau neo-paramiliter yang hingga kini masih aktif, terutama di wilayah pedesaan. Kelompok-kelompok awal ini terbentuk dengan keterlibatan militer Kolombia, mengikuti arahan penasihat kontra-pemberontakan AS pada masa Perang Dingin.

Meksiko

Meksiko memiliki 120.000 anggota. Di Meksiko, kartel narkoba bersenjata berat berfungsi sebagai pasukan paramiliter de facto. Kelompok seperti Zetas, yang awalnya dibentuk oleh mantan personel militer, memiliki persenjataan kelas militer dan menguasai wilayah tertentu.

Dalam banyak kasus, mereka melampaui kemampuan aparat penegak hukum lokal dan secara langsung menantang otoritas negara. Sebagai respons, militer Meksiko semakin sering dikerahkan dalam peran penegakan hukum.

Militer Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat Reuters

Dalam dua abad terakhir, Amerika Serikat berulang kali melakukan intervensi di Amerika Latin. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, periode yang dikenal sebagai Perang Pisang, pasukan AS dikerahkan di berbagai negara Amerika Tengah untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan Amerika.

Pada 1934, Presiden Franklin D. Roosevelt memperkenalkan "Kebijakan Bertetangga Baik", yang secara resmi menjanjikan prinsip nonintervensi dalam urusan negara-negara Amerika Latin. Namun, selama Perang Dingin, Amerika Serikat kembali aktif membiayai dan mengoordinasikan upaya penggulingan pemerintahan terpilih di kawasan tersebut. Operasi-operasi ini kerap dijalankan oleh CIA, yang didirikan pada 1947.

Panama menjadi satu-satunya negara Amerika Latin yang secara terbuka diinvasi oleh Amerika Serikat. Invasi tersebut terjadi pada 1989 di bawah pemerintahan Presiden George H.W. Bush melalui "Operasi Just Cause", yang diklaim bertujuan menggulingkan Presiden Manuel Noriega. Noriega kemudian dihukum atas tuduhan perdagangan narkoba dan berbagai pelanggaran lainnya.

Rekomendasi