Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik dalam Kimia, Ketahui Definisi dan Contohnya
Merdeka.com - Bumi dan seisinya memiliki banyak misteri luar biasa yang menakjubkan untuk diamati. Dari banyaknya misteri tersebut, berbagai penemuan melalui penelitian ilmiah pun berhasil diperoleh manusia sejak zaman dahulu.
Salah satunya adalah pengetahuan berupa kimia dan senyawa yang terdapat di bumi, baik di dalam perut atau permukaan bumi. Kimia pun juga membentuk kehidupan makhluk hidup serta kebutuhannya di bumi.
Dalam kimia, terdapat senyawa yang selalu ada di seputar bumi dan alam semesta. Senyawa tersebut yakni berupa senyawa organik dan anorganik.
Secara garis besar, terdapat perbedaan senyawa organik dan anorganik yang mendasar dari keduanya. Beberapa perbedaan tersebut tak lain karena unsur pembentuk, asal, hingga sifatnya.
Perbedaan senyawa organik dan anorganik tersebut juga dipahami melalui pengamatan beberapa contoh nyatanya secara langsung. Lalu, apa sebenarnya definisi hingga perbedaan senyawa organik dan anorganik yang membentuk kehidupan di bumi tersebut? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (27/10/2021), simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Pengertian Senyawa Organik dan Anorganik
Kimia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan bumi. Penyusun dari kimia sendiri yakni berupa dua senyawa yang dikenal dengan luas sebagai senyawa organik dan anorganik.
Perbedaan senyawa organik dan anorganik pun terbagi berdasarkan definisi hingga ciri-cirinya. Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, senyawa kimia organik merupakan suatu senyawa yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup.
Sehingga, senyawa organik secara garis besar dapat dikatakan sebagai unsur penyusun utama dari makhluk hidup. Beberapa di antara dari senyawa organik yang menyusun tubuh makhluk hidup yakni asam nukleat, protein, hormon, karbohidrat, hingga enzim.

©Shutterstock/Jens Goepfert
Di sisi lain, berbeda lagi dengan pengertian dari senyawa anorganik. Senyawa anorganik merupakan senyawa yang terdapat di hingga seluruh semesta alam.
Sehingga, senyawa anorganik cenderung berada di luar tubuh makhluk hidup sebagai penyusun benda tak hidup. Secara umum, senyawa anorganik tersebut dapat diketahui melalui tabel periodik.
Salah satu perbedaan senyawa organik dan anorganik yakni meliputi proses serta keberlanjutannya. Senyawa organik akan terus ada selama daya hidup suatu makhluk hidup juga terjaga keberadaannya.
Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik
Setelah mengetahui definisi dari masing-masing senyawa penyusun kehidupan di alam semesta, maka hal kedua yang perlu diketahui ialah mengenai perbedaan senyawa organik dan anorganik.
Secara umum, perbedaan senyawa organik dan anorganik yakni terhitung dari jumlahnya. Senyawa organik jauh lebih banyak dari jumlah senyawa anorganik.
Sementara itu, perbedaan senyawa organik dan anorganik yang selanjutnya adalah senyawa organik lebih banyak mengandung atom karbon hingga memiliki kemampuan untuk membentuk sifat-sifat yang lebih khas daripada senyawa anorganik.
Secara lebih spesifik, berikut perbedaan senyawa organik dan anorganik yang perlu diketahui:
Senyawa Organik
©2012 Merdeka.com
Senyawa Anorganik
Contoh Senyawa Organik dan Anorganik
Senyawa organik dan anorganik dapat diamati di berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh dari senyawa organik dan anorganik yang telah dikenal secara luas dalam dunia pengetahuan dan kimia.
Contoh Senyawa OrganikCobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya