Penyebab Gigi Anak Hitam dan Keropos, Pahami Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Penyebab gigi anak hitam dan keropos perlu untuk diketahui dan diwaspadai oleh para orang tua. Kondisi tersebut merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan gigi yang tidak boleh diremehkan. Warna gigi umumnya berwarna putih hingga kuning keputihan. Dilansir dari laman Healthline, warna pada gigi biasanya bergantung pada jumlah kalsium yang terdapat di lapisan enamel gigi.
Dalam beberapa kondisi, lapisan enamel gigi akan menipis sehingga lapisan di bawahnya yang disebut dengan dentin akan terlihat. Hal itulah yang menyebabkan gigi terlihat lebih gelap. Lalu, apakah saja penyebab gigi anak hitam dan keropos? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari klikdokter dan berbagai sumber, Rabu (13/7/2022):
Penyebab Gigi Anak Hitam dan Keropos
Penyebab gigi anak hitam dan keropos biasanya dikarenakan adanya pembusukan akibat gigi yang tidak diurus dengan baik. Hal ini biasanya ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik putih pada area gigi yang rusak.
Bintik-Bintik tersebut menjadi tanda bahwa lapisan enamel gigi sudah mulai rusak. Lama kelamaan, gigi pada anak akan muncul rongga awal berwarna cokelat muda.
Lambat laun rongga ini warnanya semakin gelap dan akan menjadi lebih dalam. Kondisi ini yang akan membuat gigi menjadi hitam dan keropos. Adapun penyebab gigi anak menjadi hitam dan keropos adalah:
1. Jarang Menyikat Gigi
Jarang menyikat gigi menjadi salah satu penyebab utama gigi anak menjadi hitam dan keropos. Jarang menyikat gigi membuat plak dan bakteri dari sisa makanan menumpuk di permukaan gigi. Apabila dibiarkan, penumpukan bakteri dan plak dapat membuat warna gigi berubah. Efeknya, gigi anak jadi terlihat menghitam dan keropos.
2. Kebiasaan Menggunakan Dot
Anak-Anak yang terbiasa minum dengan botol dot juga memiliki risiko tinggi menyebabkan gigi hitam. Apalagi, jika orang tua lupa melepas botol dot dan membiarkannya menempel di mulut semalaman. Hal itu dapat membuat kandungan gula di dalam susu menempel pada permukaan gigi anak. Lalu, bakteri menghasilkan asam yang dapat menyebabkan kerusakan gigi atau gigi berlubang. Kondisi ini dikenal juga dengan nursing bottle caries. 3. Konsumsi Obat Tertentu Obat yang mengandung zat besi misalnya vitamin tambahan, juga memiliki risiko untuk membuat noda pada gigi anak. Oleh karena itu, apabila sang anak memang harus mengonsumsi obat tertentu, harus diperhatikan juga kebersihan giginya.Konsumsi makanan dan minuman tertentu juga bisa menyebabkan gigi hitam. Pewarnaan pada makanan ataupun minuman dapat meninggalkan sedikit pigmen yang dapat menyebabkan gigi menjadi hitam.
4. Benturan
Benturan yang terjadi pada gigi anak dapat menyebabkan perdarahan pada ruang pulpa dan kematian jaringan saraf gigi. Kondisi ini dapat menimbulkan perubahan warna pada gigi menjadi kehitaman.5. Genetik Gigi anak yang hitam dan mudah keropos ternyata juga bisa disebabkan karena faktor genetik. Biasanya gigi dapat berubah warna menjadi kuning, cokelat, abu-abu, sampai hitam. Kelainan genetik yang biasa terjadi yaitu amelogenesis imperfecta, dentin dysplasia, dan epidermolysis bullosa.
Cara Mengatasinya
Cara mengatasi gigi hitam pada anak yang terbaik adalah segera mengunjungi dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui tingkat keparahannya. Jika belum parah, dokter akan mengangkat bagian gigi yang rusak dan menutup lubangnya dengan tambalan.
Namun, jika kerusakan sudah dalam hingga menembus rongga pulpa gigi, maka diperlukan perawatan saraf dan nantinya gigi akan dibuatkan mahkota. Setelah melakukan pengobatan, dokter biasanya juga akan langsung merekomendasikan untuk menyikat gigi anak rutin dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride.
©Shutterstock
Cara Mencegah Gigi Anak HitamDilansir dari laman hellosehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gigi anak menghitam dan keropos, seperti: 1. Lakukan perawatan gigi dan mulut sejak dini, yakni saat gigi bayi pertama kali muncul pada usia 6 bulan. Mulai dari rutin menyikat gigi dengan kain kasa atau lap basah setelah menyusui. 2. Hindari penggunaan botol atau sippy cup untuk menyusu sebelum tidur.3. Pastikan anak mendapatkan asupan makanan bernutrisi dan hindari makanan yang tinggi kandungan gula, seperti permen, kue, biskuit, dan sebagainya.4. Periksa gigi anak ke dokter sejak gigi pertama kali muncul dan lakukan rutin tiap enam bulan sekali.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya