Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Anemia Aplastik dan Gejalanya Pada Tubuh, Kenali Cara Pengobatannya

Penyebab Anemia Aplastik dan Gejalanya Pada Tubuh, Kenali Cara Pengobatannya Ilustrasi anemia. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/alexskopje

Merdeka.com - Penyebab anemia aplastik yang dialami oleh penderitanya perlu untuk diketahui. Selayaknya jenis gangguan kesehatan lainnya, anemia aplastik juga memiliki sejumlah gejalanya yang dapat dikenali sejak dini.

Anemia aplastik sendiri adalah istilah medis untuk menunjuk sebuah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh jaringan sumsum tulang belakang yang berhenti melakukan produksi sel darah di dalam tubuh.

Tak banyak diketahui, penyakit anemia aplastik rupanya telah ditemukan dengan jumlah kasus yang tak sedikit. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, penyakit anemia aplastik diperkirakan diderita oleh 2 hingga 5 kasus di antara satu juta penduduk setiap tahunnya.

Penyakit anemia aplastik pun cukup banyak dialami oleh orang yang berusia pada rentang 15 hingga 25 tahun. Hal ini menunjukkan, penyakit anemia aplastik cenderung menjangkiti orang dengan usia remaja hingga produktif.

Maka dari itu, rasanya penting bagi kita untuk senantiasa memperhatikan kondisi tubuh serta mengetahui penyebab anemia aplastik agar dapat terhindar dari penyakit tersebut. Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan istilah anemia aplastik tersebut?

Melansir dari berbagai sumber, Selasa (1/11/22), berikut ulasan selengkapnya untuk Anda mengenai pengertian hingga penjelasan mengenai penyebab anemia aplastik yang perlu dipahami.

Pengertian Anemia Aplastik

Mengetahui penyebab anemia aplastik akan lebih utuh apabila kita senantiasa memahami pengertiannya terlebih dahulu. Singkatnya, anemia aplastik adalah salah satu jenis dari penyakit kekurangan darah yang dapat dialami oleh seseorang.

Umumnya, anemia aplastik adalah istilah medis yang merujuk pada jenis kelainan darah yang diakibatkan oleh menurunnya kinerja sumsum tulang belakang. Seperti yang diketahui, sumsum tulang belakang berfungsi untuk memproduksi sel darah.

 ilustrasi anemia

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/alexskopje 

Apabila seseorang mengalami gangguan anemia aplastik, maka sumsum tulang belakang di tubuhnya secara langsung tidak dapat menghasilkan salah satu jenis ataupun seluruh sel darahnya. Di antaranya berupa sel darah merah, sel darah putih, hingga platelet.

Lebih lanjut, penyakit anemia aplastik tersebut dapat menimbulkan gangguan lainnya apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Anemia aplastik lanjutan dapat menyebabkan retikulositopenia, granulositopenia, monositopenia, hingga trombositopenia.

Penyebab Anemia Aplastik

Setelah mengetahui pengertian anemia aplastik secara lengkap, maka hal selanjutnya yang perlu dipahami adalah penyebab anemia aplastik. Secara umum, penyebab anemia aplastik tersebut terbagi menjadi dua.

Penyebab anemia aplastik tersebut dapat muncul oleh kondisi tubuh seseorang yang terpapar gangguan hingga faktor keturunan. Penyebab dari anemia aplastik yang berupa faktor keturunan biasanya diawali terlebih dahulu dengan beberapa penyakit.

ilustrasi anemia

©Shutterstock.com

Di antaranya yakni anemia fanconi, sindrom shwachman-diamond, anemia diamond-blackfan, hingga diskeratosis kongenital. Biasanya, gagguan pada tubuh tersebut dialami oleh kebanyakan anak-anak atau seseorang yang masih pada tahap usia remaja dan produktif.

Sementara itu, penyebab anemia aplastik oleh kondisi tubuh tersebut umumnya rentan terjadi pada orang dewasa. Penyebab anemia aplastik tersebut antara lain berupa munculnya infeksi virus, kehamilan, penggunaan obat-obatan seperti kloramfenikol, paparan zat kimia berbahaya seperti pestisida, hingga paparan radiasi maupun proses kemoterapi.

Penyakit anemia aplastik juga dapat terjadi pada tubuh seseorang yang memiliki sejumlah faktor risiko. Adapun faktor risiko tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Seseorang penderita penyakit kanker.
  • Berusia di antara rentang 20 hingga 25 tahun.
  • Memiliki kelainan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Seseorang yang sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi lainnya.
  • Seseorang yang pernah terpapar radiasi atau zat kimia yang membahayakan tubuh.
  • Gejala Anemia Aplastik

    Sama halnya dengan berbagai gangguan lainnya, penyakit anemia aplastik juga memberikan sejumlah ciri-ciri dan gejala yang dapat diamati sebelumnya. Pada umumnya, gejala dari anemia aplastik tersebut dapat dialami secara berbeda-beda antara satu penderita dengan yang lainnya.

    002 siti rutmawati

    healthguides.healthgrades.com

    Beberapa gejala yang ditunjukkan tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Mudah mengantuk.
  • Lemas.
  • Pucat.
  • Pusing atau nyeri kepala.
  • Sesak napas.
  • Merasa lemah.
  • Nyeri dada.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Mudah memar.
  • Pendarahan, seperti mimisan atau pendarahan gusi.
  • Demam.
  • Mudah sakit atau mengalami infeksi berulang.
  • Cara Pengobatan Anemia Aplastik

    Setelah mengetahui gejala hingga penyebab anemia aplastik, maka selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah cara pengobatannya. Pada umumnya, cara pengobatan dari anemia aplastik sendiri tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya.

    Penderita dengan gangguan dan gejala ringan biasanya belum diharuskan untuk memerlukan bantuan pengobatan. Sebaliknya, gejala berat yang dialami penderita anemia aplastik disarankan untuk segera melakukan pengobatan tertentu. Cara-cara pengobatan dari gangguan anemia aplastik tersebut yaitu sebagai berikut.

    1. Terapi Obat-obatan

    Pertama, jenis pengobatan yang paling banyak direkomendasikan adalah terapi obat. Diharapkan, resep obat-obatan tersebut dapat mencegah, mengobati infeksi, hingga meningkatkan stimulasi sumsum tulang untuk kembali memproduksi sel darah. Jenis obatnya biasanya akan diberikan sesuai infeksi dan gejala yang diderita oleh pasien.

    ilustrasi obat

    pexels

    2. Transfusi Darah

    Selanjutnya, jenis pengobatan yang dapat dilakukan adalah tranfusi darah. Tujuannya yakni untuk mempertahankan jumlah sel darah agar tubuh tetap dapat bekerja dengan baik dan sehat.

    3. Transplantasi Sumsum Tulang

    Terakhir, jenis pengobatan yang dapat dilakukan oleh penderita anemia aplastik adalah transplantasi sumsum tulang. Hal ini dapat dilakukan apabila pasien mendapatkan donor yang sehat sehingga berpotensi untuk memulihkan kondisi dari anemia aplastik.

    (mdk/mta)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP