Momen Wamenaker Ebenezer Cekcok Meladeni Pria Petantang-petenteng Bikin Karyawan Sewot Nyaris Adu Jotos: Mereka Menghina Prabowo

Begini momen emosi Ebenezer saat dicekal kunjungannya oleh manajemen Bumiputera.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Momen Wamenaker Ebenezer Cekcok Meladeni Pria Petantang-petenteng Bikin Karyawan Sewot Nyaris Adu Jotos: Mereka Menghina Prabowo
Momen Wamenaker Ebenezer Cekcok Meladeni Pria Petantang-petenteng Bikin Karyawan Sewot Nyaris Adu Jotos: Mereka Menghina Prabowo (YouTube Immanuel Ebenezer Official)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer melakukan sidak ke gedung Wisma Bumiputera guna bertemu Direktur Wisma Bumiputera, Reza yang dianggap telah merugikan karyawannya.

Melansir dari kanal YouTube Immanuel Ebenezer Official, Rabu (28/5) Wamen Ebenezer sempat dipersulit saat hendak menemui pihak manajemen yang justru menolak untuk membuka pembicaraan.

Ebenezer bahkan merasa tak dihargai selama berada di wisma hingga sempat terlibat perdebatan dengan direktur wisma.

Situasi yang semakin memanas membuat beberapa karyawan nyaris terlibat adu jotos dengan pimpinan perusahaan. Seperti apa momen selengkapnya? Simak informasi berikut ini.

Setibanya di wisma, Ebenezer yang didukung penuh karyawan Bumiputera justru mendapat respons kurang mengenakan dari direktur perusahaan.

Menurut informasi, akses lantai 21 sengaja dikunci agar tidak dapat diakses oleh siapapun.

"Karena kan nggak ada janji nih, maaf pak," kata Reza.

"Akses dikunci sampai 20, mereka kunci lantai 21-nya," kata karyawan lain.

Mendapatkan perlakuan tersebut, Ebenezer membalas dengan kalimat sindiran.

"Gak apa-apa biasa. Kan biasa cara mereka menghargai negara itu begitu. Nggak kaget kita model begini," ucapnya.

Merasa direndahkan, Ebenezer menegaskan bahwa sebagai wakil negara, ia berhak mendapatkan kebebasan untuk melakukan sidak di wisma.

"Pak tak usah pakai janji pak, ini kita negara. Saya datang atas nama negara. Bapak tak usah begitu caranya, itu bapak nggak sopan pak," sambungnya.

Direktur wisma menganggap wamen hanya mendapatkan hak untuk bertemu karyawannya. Menurutnya, Ebenezer tidak berhak masuk ke lantai 21 karena tidak ada janji dengan manajemen.

"Mereka kan sudah ketemu sama bapak juga pak. Begitu ya udah ketemu bapak."

"Nggak ada janji nggak bisa pak," kata Reza.

Ucapan Reza dianggap menghalangi dan terkesan mengusir. Dengan menghela nafas, Ebenezer mengancam pergi jika tak dihargai.

"Jadi maksud bapak, bapak usir saya nih?" ucap Ebenezer.

"Nggak usir saya pak," jawab Reza.

"Kalau bapak suruh pergi saya pergi nih," sambung Ebenezer.

"Ya yang suruh bapak pergi nggak ada kan?" balas Reza.

Dengan penuh kesabaran ia terus meminta agar pihak manajemen dapat membuka pembicaraan dengannya.

"Bukan, kita datang baik-baik. Bapak sambut saya baik-baik," kata Ebenezer.

"Nah kalau mau nanti coba kita tanyakan dulu," ucap Reza.

Respons negatif semakin diperlihatkan oleh Reza selaku penanggung jawab gedung. Mendapat perlawanan, Ebenezer menegaskan bahwa ia juga bertanggung jawab terhadap nasib para pegawai tersebut.

"Saya yang bertanggung jawab pada gedung ini," kata Reza.

"Bapak bertanggung jawab pada gedung ini? Kami negara bertanggung jawab terhadap mereka semua!" balas Ebenezer.

Mengetahui Ebenezer dibentak, seorang karyawan yang jengkel langsung menegur keras direktur wisma. Bahkan ia sempat nyaris adu pukul dengan Reza.

"Ini wakil menteri bapak main lawan aja?" kata karyawan.

"Pukul!" jawab Reza.

Mendengar hal tersebut, Ebenezer langsung menegur keras Reza. Reza pun menjawab bahwa ia sudah mendapat perintah untuk tidak membuka pintu tanpa arahan dari atasan.

"Kok bapak minta pukul? Nggak boleh begitu dong pak."

"Tinggal buka akses aja ke lantai 21!" kata Ebenezer.

"Kalau itu saya sudah diperintahkan tidak ada harus buka," jawab Reza.

Perilaku yang sudah kelewatan membuat Ebenezer terpancing emosinya. Menurutnya direktur wisma telah menghalangi upaya negara dan dapat diancam dengan undang-undang.

"Sekarang saya atas nama negara nggak dibukain juga?" kata Ebenezer.

"Kan bapak nggak ada janji nggak ada apa pak?" jawab Reza.

"Atas nama negara nggak dibukakan juga? Benar prinsip bapak begitu? Bapak bisa saya kenakan undang-undang loh pak penghalangan," balas Ebenezer.

Dengan tegas, Ebenezer menganggap pihak manajemen telah menghina pemerintahan Presiden Prabowo terutama dalam upaya menegakkan keadilan.

"Jadi yang mereka hina itu sekali lagi pemerintahan pak Prabowo dalam proses penyelesaian warga negaranya yang sedikit butuh perhatian soal keadilan," tegasnya.

Rekomendasi