Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Melihat Potret Huta Siallagan, 'Kampung Kanibal' yang Baru Diresmikan Jokowi

Melihat Potret Huta Siallagan, 'Kampung Kanibal' yang Baru Diresmikan Jokowi Huta Siallagan. Foto: travelingyuk.com/ Rero Rivaldi ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan penataan dan revitalitasi kampung wisata Huta Siallagan, di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Rabu lalu. Kawasan seluas 11.000 meter persegi itu dulunya merupakan kampung padat penduduk.

Kemudian, selama dua tahun terakhir ini Huta Siallagan diperbaharui oleh pemerintah dengan tujuan untuk konservasi adat budaya sekaligus sebagai destinasi wisata.

Huta Siallagan sendiri merupakan salah satu kawasan bersejarah di Samosir. Berdasarkan kisah lampau, kampung ini merupakan peninggalan jejak kanibal di tanah Batak. Simak ulasannya:

Jokowi Meresmikan Revitalisasi Huta Siallagan

huta siallagan

Foto: Instagram/@jokowi ©2022 Merdeka.com

Melalui laman Instagram pribadinya, Presiden Jokowi sempat membagikan potret saat dirinya tengah berada di kawasan Huta Siallaga.

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa kedatangan Jokowi ke Kabupaten Samosir itu bertujuan untuk meresmikan revitalisasi kawasan tersebut.

"Kemarin saya datang lagi ke Huta Siallagan. Semuanya sudah berubah. Huta Siallagan beserta lingkungan sekitarnya sudah direvitalisasi, lebih rapi dan berkelas. Restorasi ini kita harapkan selain untuk konservasi adat budaya, juga untuk destinasi pariwisata yang sangat menarik," tulisnya dalam keterangan unggahan.

Nama Huta Siallagan

huta siallagan

Foto: indonesia.go.id ©2022 Merdeka.com

Melansir dari laman setneg.go.id, Huta Siallagan memiliki arti sebagai Kampung Siallagan dalam bahasa Batak. Nama Siallagan sendiri diambil dari nama Raja Laga Siallagan yang dahulu membangun perkampungan tersebut dan merupakan garis keturunan suku Batak asli.Saat memasuki kawasan kampung ini, kita akan disambut dengan deretan rumah bolon, atau rumah adat Batak. Ada sekitar 8 unit rumah bolon berumur ratusan tahun yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai rumah raja dan keluarga, ada juga sebagai tempat pemasungan.Selain memiliki rumah-rumah adat bersejarah, bisa dibilang kampung ini juga dikenal sebagai titik awal sejarah peradaban penegakan hukum di Samosir. Menurut cerita lampau, wilayah itu juga dijuluki sebagai kampung kanibal.

Tentang Huta Siallagan

Yang membuat Huta Siallagan spesial ialah adanya 'batu persidangan' berupa batu besar yang kemudian dibentuk menjadi kursi dan meja. Batu tersebut menjadi saksi bisu persidangan untuk orang yang berbuat kejahatan pada masa itu. Situs itu terdiri dari kursi-kursi yang terbuat dari susunan batu. Kursi-Kursi itu digunakan sebagai tempat duduk raja dan juga tempat eksekusi untuk pelaku kejahatan.

huta siallagan

Foto: indonesia.travel ©2022 Merdeka.com

Diceritakan, bahwa pada zaman dulu orang-orang yang melakukan kejahatan akan dihukum di tempat itu.Tindak kejahatan tersebut bisa berupa mencuri, membunuh, memperkosa, dan menjadi mata-mata musuh. Hukuman yang diberikan pun tidak main-main mulai dari pasung hingga pancung alias potong kepala.

Disebut Sebagai Wilayah dengan Jejak Kanibalisme di Tanah Batak

Melansir dari laman indonesia.go.id, dulunya orang-orang di daerah tersebut akan dihukum habis-habisan jika melakukan kejahatan. Setelah proses eksekusi, konon jantung dan hati penjahat tersebut biasanya akan dimakan untuk menambah kekuatan sang raja. Sementara badannya akan dibuang ke Danau Toba selama tujuh hari tujuh malam. Selama itu pula para penduduk dilarang melakukan aktivitas di dalam danau.Sementara kepalanya akan diletakkan di depan gerbang masuk Huta Siallagan, sebagai peringatan kepada raja lain atau rakyat agar tidak melakukan perbuatan yang sama. Setelah membusuk, kepala akan dibuang ke hutan di balik kampung, dan selanjutnya warga akan dilarang beraktifitas di hutan itu juga selama 3 hari.

huta siallagan

Foto: travelingyuk.com/ Rero Rivaldi ©2022 Merdeka.com

Namun, disebutkan bahwa seluruh kisah penghukuman sadis itu akhirnya berakhir pada abad ke-19, saat agama Kristen mulai masuk dan diperkenalkan oleh misionaris asal Jerman, yaitu Ludwig Ingwer Nommensen ke kawasan danau Toba.Saat ini, Huta Siallagan sudah menjelma sebagai kawasan desa wisata. Namun, kini kita tetap bisa melihat rumah-rumah tradisional dan tempat penyiksaan bersejarah di kawasan tersebut.  

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP